Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
MUSUH


" aku tidak meminta pendapatmu dan aku tidak peduli, kau adalah milikku " ucap lord datar.


Mendengar itu aku bingung harus bagaimana.


Rangga tolong aku.


Aku berharap dalam hati dan menatap rangga dengan penuh harapan, seketika Rangga berbalik dan menatap lord.


" hah maaf tuan vampire sepertinya mainan mu ini tidak suka padamu dan dia lebih memilih bersama ku, jadi maaf saja aku akan merebutnya secara paksa.. !! " ucap Rangga dengan nada angkuh.


Lord langsung menunjukan wajah tidak suka dengan rangga, sementara Rangga dan anak buahnya bersiap untuk menyerang.


" Rangga tunggu! kamu harus hati- hati dia sangatlah kuat itu karena lord adalah raja vampire.. " aku sangat hawatir jika Rangga dan yang lain kenapa-napa.


Mendengar ucapanku Rangga pun terkejut.. !!


" tunggu dia adalah raja vampire.. ?? " tanya Rangga dengan mata melotot ke arahku.


" eee mm " aku menganggukkan kepala ku.


" wah.. wah.. kebetulan sekali, ratusan tahun aku sudah menanti saat- saat ini.. " ucap Rangga dengan antusias.


" a... apa ?? " mendengar ucapan Rangga aku justru menjadi kebingungan.


" aku akan membalas dendam atas terbunuhnya raja kami..!! dan keturunan ku ada hanya untuk membunuhmu.. !! " ucap Rangga sembari menunjuk Lord.


" hmmm apa kau anaknya raja serigala itu.. ?? " tanya Lord.


" tidak aku bukan anaknya, raja yang kau bunuh adalah nenek moyang ku dan aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu... !! " suara Rangga meninggi.


Aku kaget..!! ternyata Rangga ingin membalas dendam atas kematian nenek moyang nya.


Eeehh tunggu-tunggu, jika lord itu membunuh nenek moyang rangga.. aaahhh... !!! bukan kah lord itu benar- benar sudah tua.. !! berapa umurnya itu.. !! haahh.. ternyata benar vampire itu abadi, aku kira hanya di film saja.


" aku tidak tertarik bertarung dengan mu, aku hanya ingin mengambil milik ku.. " Lord mencoba menghindari Rangga.


" kau jangan harap bisa mengambilnya karena aku tidak akan membiarkannya.. !! matilah kau... !!! "


Rangga dan anak buahnya menyerbu Lord mereka maju bersamaan, sementara Lord hanya diam dan dengan perlahan dia mengedipkan kedua matanya.


" berlutut.. " ucap Lord datar.


Seketika itu Rangga dan anak buahnya tersungkur, mereka semua berlutut di hadapan Lord, aku yang melihatnya sangat kagum.


He.. hebat sekali.. dia.. dia mengendalikan pikiran para serigala itu.


" ku... kurang ajar kau.. !! " ucap Rangga dengan kesal dan penuh emosi.


Rangga dan yang lain tetap mencoba bangkit dengan sekuat tenaga mereka.


" berlutut..! " ucap Lord dengan sedikit meninggikan suaranya.


Seketika itu mereka langsung jatuh sangat keras dengan kepala yang tersungkur ke tanah.


Semua tidak bisa membantah perintah lord dan tidak bisa menggerakkan badannya, mata yang seperti kristal merah itu benar- benar menakutkan.


Apakah dia akan membunuhku ??


Sangking takutnya aku sampai tidak bisa bergerak dan bicara, dia berdiri di hadapanku dengan wajah dinginnya, aku berkeringat jantung ku berdegup kencang.


" aahh.. ap.. apa.. ?? " suaraku patah-patah.


Tanpa pikir panjang Lord menggendongku dan bersiap untuk pergi.


" tu.. tunggu kau vampir! tidak akan aku biarkan kau pergi..!! " Rangga berteriak kencang.


Rangga masih berusaha melawan dan tidak mau menyerah.


" kau masih terlalu jauh untuk melawan ku, kau hanyalah anak kecil di hadapan ku.. " ucap Lord dengan melirik Rangga.


" apa..!! apa kau bilang... !!" emosi Rangga semakin memuncak.


Rangga berusaha bangkit tapi dia tetap tidak bisa, dia mengeluarkan semua kekuatannya.


Melihat itu Lord menghampiri rangga dan menatapnya tajam.


" dengar serigala perintahku adalah mutlak untuk semuanya.. " Lord seakan menunjukan perbedaan level yang sangat jauh antara dia dan Rangga.


Ini.. inikah kemampuan lord..? benar- benar mengerikan bahkan puluhan serigala itu tunduk padanya dan ini hanya kemampuan kecilnya saja..?!


Aku menelan ludah, aku tidak bisa berkutik dan Lord pun mengeluarkan sayapnya.


Wwuuusss..


Kami terbang menuju kastil itu lagi, Pikiranku sangat kacau, aku tidak tau apa yang akan di lakukannya nanti, perasaan hawatir dan was-was bergejolak di dalam diriku.


Dan akhirnya kami telah sampai mendarat di balkon dan dia membawaku masuk, para penjaga dan bawahannya telah berkumpul dan mereka langsung memberi hormat pada Lord.


Setelah masuk tiba- tiba lord berhenti dan menjatuhkan ku.


" aaaauuuuu...! " pekik ku.


Dia berputar dan berdiri menghadap ku.


" aahh sakiitt.. " aku masih merasa kesakitan dengan memegangi pinggang ku.


Aku mencoba berdiri dan ku pandang lord mukanya suram, dia tampak sangat marah.


" kraaakkk... !!! "


Tiba- tiba kaca jendela besar di belakang ku pecah hingga pecahan kacanya tersebar kemana- mana.


Aku sangat kaget bercampur takut yang luas biasa, badanku bergetar hebat, mataku terbelalak , aku tau itu karena lord kali ini dia benar- benar marah besar.


" bukankah aku sudah bilang padamu untuk tidak pergi keluar kastil ?? " ucapnya dingin padaku.


Aku bingung menjawabnya, aku merasa kali ini aku tidak akan di maafkan atau mungkin aku akan berakhir di tangannya.