
" lama tidak bertemu tuan Lord..? " ucap wanita itu.
" Nova, sudah lama aku tidak melihatmu kenapa kau tiba- tiba muncul disini.. ??
" yah.. mungkin karena ini saatnya aku mengakhiri kesendirianku "
" lalu kemana saja kau selama ini.. ?? "
" aku hanya berkelana kesana- kemari.. "
Lord tersenyum tipis.
" hmmm.. jadi akhirnya kau akan kembali muncul di antara kami.. ? " ucap Lord.
Lenova hanya tersenyum.
...****************...
5 hari telah berlalu.
" huuueekk.. "
" huuukk.. "
" Maya kau kenapa.. ?? " Rangga bertanya.
" aah.. tidak aku tidak pa-pa Rangga "
" huueeekk.. "
" apa kau sakit.. ? " tanya Rangga khawatir.
" aku hanya sedikit mual.. " jawabku.
Tiba- tiba kepalaku pusing dan ingin terjatuh tapi Rangga berhasil menangkap ku.
" Maya! "
Akhirnya Rangga menggendongku masuk ke istana.
" panggil seseorang untuk memeriksanya.. " perintah Rangga.
" baik tuan.. " bawahan itupun langsung pergi.
...****************...
" aahkk.." aku merasakan kepalaku sangat pusing.
Perlahan aku membuka mataku, ku lihat aku sudah berbaring di kasur, aku mencoba bangkit dengan tanganku masih memegangi kepalaku.
" ratu apa anda sudah baikan.. ?? "
" ooh.. sudah lebih baik " jawabku mencoba tegar.
" syukurlah.. kami sangat hawatir "
Aku tersenyum pada mereka tapi 1 hal yang membuatku penasaran.
" eemm dimana Rangga.. ?? "
" tuan Rangga tadi saya lihat pergi ke hutan ratu.. "
" hutan..?? "
" yaa ratu.. "
" untuk apa.. ?? "
" kami tidak tau ratu dan sepertinya sudah dari tadi tuan di sana sampai sekarang belum kembali juga.. "
" ya sudah aku akan menyusulnya.. "
" tapi kondisi ratu masih lemas "
" tenang, aku baik-baik saja kok " ucapku dengan tersenyum ke arah mereka.
" baiklah ratu.. "
Mereka menunduk memberi hormat padaku dan aku segera pergi ke hutan.
...****************...
" nova kau boleh tinggal disini selama kau mau.. " ucap Lord.
" benarkah.. ?? "
" ya, mengingat kau adalah tunangan kakak ku, dan dia sudah mengorbankan nyawanya karena menyelamatkanku, jadi aku rasa aku harus memperlakukanmu dengan baik juga.. "
Nova hanya tersenyum manis.
" baiklah.."
...****************...
Maya pergi kehutan dan dia sangat kaget melihat banyak pepohonan yang tumbang dan bongkahan batu yang hancur.
Apa yang terjadi ?? kenapa disini kacau sekali...!!
Aku terus berjalan, melihat hal tadi membuatku hawatir takut terjadi apa- apa dengan Rangga.
Hingga akhirnya aku menemukannya, dia berdiri membelakangi ku segera aku mendekatinya.
" Rangga..? "
Dia tidak menoleh ke arahku, dia mengepalkan tangannya dan seakan dia sangat marah.
" Rangga kau kenapa.. ?? aku mendekatkan diri dengan perasaan bingung.
Aku terkejut karena Ku lihat lengan Rangga penuh goresan ada darah biru yang menetes melewati sela-sela kepalan tangannya.
" Rangga..! tanganmu.. ?!! jangan- jangan apa kau yang melakukan itu semua...?! " aku kaget bercampur hawatir.
Tapi Rangga tetap diam saja, aku langsung memegang lengannya.
" Rangga tanganmu terluka, kita harus menyembuhkan mu! .."
Aku menatapnya lama dan anehnya dia tidak merespon ku, aku pun merasa bingung bercampur cemas.
" Rangga kau ini kenapa ?! Jangan membuat ku hawatir, jawab aku Rangga!! "
" Maya.. " Rangga yang tiba- tiba memanggilku.
Aku memandangnya dalam.
" apa kau hamil.. ?? " suara Rangga pelan dengan suara berat.
Mendengar itu aku langsung menundukkan kepalaku, pertanyaan Rangga seakan menusuk ke jantung ku, aku benar- benar tau apa yang dia rasakan.
Sekarang giliran dia yang menghadap ku dan menatap ku tajam, hingga aku tidak berani membalas tatapannya.
" jawab aku Maya..?? apa kau hamil..?? " ucap Rangga dengan suara pelan tapi bisa ku rasakan mengandung kekecewaan.
Dengan perasaan yang campur aduk akhirnya perlahan aku menganggukkan kepalaku.
Melihat itu langsung ekspresi Rangga berubah sangat kesal hingga mukanya memerah.
" haaaaahhh... !!!! sial...!!! " Rangga berteriak sangat keras dan penuh emosi.
Aku kaget karena teriakannya, juga merasa takut hingga tanpa sadar aku sudah berlinang air mata.
" apa kau bodoh..!!! " ucap Rangga dengan menunjuk tepat di depan wajahku.
Tak pernah sekalipun Rangga membentak ku, tapi kali ini dia benar-benar menunjukan rasa marah dan kecewa nya, ku lihat tangannya gemetar hebat.
Air mataku mengalir deras, ku coba melihat Rangga kedua matanya berubah sayup seakan sangat sedih dengan dia menggertakkan giginya seakan ingin menahan emosinya yang meluap.
" apa kau mau mati hah..?!!! " bentak Rangga ke arahku.
" apa vampir sialan itu yang memaksamu..?!! kau sadar apa yang sudah kau lakukan..?!! "
" tidak Rangga kau dengarkan aku dulu.. "
Aku langsung menggenggam jemari Rangga.
" ini bukan salah Lord, aku yang memintanya sendiri "
" aku tau yang aku lakukan ini sangat beresiko tapi inilah satu- satunya yang aku harapkan.. ak.. aku akan membahagiakan kalian berdua, aku akan menjadi lebih berguna.. "
Rangga diam saja nafasnya berat dan tak beraturan.
" aku tidak ingin kalian begini selamanya, karena kau tau Rangga aku hanyalah manusia yang usia hidupnya tidak lama jadi aku mohon mengertilah.. "
Aku menatapnya dengan penuh air mata, Rangga memalingkan wajahnya dan terdiam cukup lama seakan dia ingin mengatur nafasnya dan mencoba menenangkan diri.
" tapi Maya kau bisa kehilangan nyawamu.. ? "
" tidak Rangga sebisa mungkin aku akan bertahan.. " aku tersenyum padanya.
Rangga tiba- tiba langsung memelukku dan untuk pertama kalinya dia menangis.
" baiklah Maya, aku akan menjagamu dan kau harus tetap hidup.. "
" ya Rangga, aku janji padamu.. "
" aku tidak akan pernah rela kehilanganmu Maya.. "
Kami berpelukan dengan berlinang airmata dan senyuman yang mengembang.