Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
ANAK


Di saat Lord mencari Bobbi, aku duduk mengobrol dengan Xey.


" ratu, terimakasih.. " ucap Xey.


" untuk apa.. ?? "


" telah menerima tuan kami.. "


" hmmm.. ?? " aku bingung.


" semenjak tuan bersama ratu, hidupnya seakan berubah total "


" berubah.. ?? "


" eemm " Xey mengangguk pelan dan tersenyum padaku.


" dulu tuan pernah bertanya padaku.. ( xey kenapa aku yang terakhir.. ? kenapa aku satu- satunya.. ? kenapa harus aku.. ?? ) dan aku tidak pernah bisa menjawab pertanyaannya itu "


Aku mendengarkan Xey dengan seksama.


" karna ratu tuan jadi lebih bisa menghargai hidupnya, tapi jujur sebenarnya saya sangat hawatir "


" hawatir kenapa Xey.. ? " tanyaku.


" tuan memang abadi, dia tidak akan mati karena termakan umur kecuali ada yang sanggup memenggal kepalanya, sekarang di dalam hidupnya yang di utamakan adalah ratu, sedangkan ratu.." Xey menatapku tajam.


" suatu hari nanti ratu pasti akan pergi juga kan.. ? dan di saat itulah aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya tuan.. " Xey tertunduk sedih.


" hah... " aku menghela nafas dan ikut sedih.


" aku ini manusia biasa yang tidak abadi seperti kalian, jujur aku juga tidak mau meninggalkan Lord tpi aku juga tidak bisa menghindarinya, lalu aku harus bagaimana Xey.. ?? " ucapku.


Xey terdiam sejenak dia tertunduk, aku merasakan kekhawatiran yang luar biasa darinya.


" ratu tolong beri keturunan untuk tuan.. " ucap Xey dengan serius dan menatapku dengan penuh harapan.


Aku langsung kaget mendengarnya, mataku melotot.


" aku mohon jangan biarkan tuan jadi satu- satunya, dia sudah berkorban banyak untuk ratu, jadi selamatkan dia dari kesendirian yang terus menghantui tuan.. "


Memang benar apa yang di bilang Xey, Lord sudah berkorban banyak untukku, apa yang bisa aku lakukan untuk Lord ?, justru pada akhirnya aku akan pergi selamanya, juga hanya aku satu- satunya ratu nya bukankah aku ini juga seperti seorang istri.


Aku termenung memikirkan hal itu.


" Xey aku..... " bicaraku terpotong.


" Maya! " tiba-tiba ada yang memanggil.


Aku terkejut setengah mati saat Lord tiba- tiba muncul di sampingku.


" Maya, aku sudah menemukan Bobbi.." Lord tiba- tiba datang dengan menenteng Bobbi di tangannya.


" Lord..?! "


" kenapa..? terkejut saat aku datang, memangnya kalian sedang ngobrolin apa ? kelihatannya serius sekali. "


" ak.. tidak.. tidak.. " sebenarnya aku memang terkejut.


" eemm kami hanya ngobrol biasa tuan.. " Xey menambahkan.


" e eemm.. "


" eemm Lord mana Bobbi, sini- sini aku bawa kedalam, dia pasti sangat lapar.. " aku langsung merebut Bobbi dari tangan Lord dan membawanya masuk.


Lord langsung menengok Xey sementara Xey hanya menunduk.


" eemm tuan ini sudah sore, ak.. aku harus pergi, mohon undur diri... " Xey langsung buru-buru pergi padahal Lord belum menjawabnya.


Dan tinggallah Lord yang berdiri yang memandang kita berdua dengan heran.


...****************...


Aku sedang berendam di dalam bathtub dengan air hangat yang di taburi bunga mawar, aku jadi ketagihan karena di kastil para pelayan di sana selalu memandikan aku dengan itu.


Rasanya sangat nyaman di tubuh, aku sandarkan kepala dan badanku di pinggir, lalu tanpa sengaja tiba-tiba aku jadi teringat mengenai kata- kata Xey tadi, aku menutup mataku mencoba memikirkan semuanya.


Haaaah.. aku benar- benar bingung, tapi aku tau harus melakukannya karena itu memang kewajibanku.


" hei.. "


Suara Lord tiba- tiba masuk hingga membuatku terperanjat kaget.


" kenapa mandi tidak ajak- ajak.. ? " ucap Lord dengan muka datar.


" jangan masuk seenaknya..!!! " teriakku.


" memangnya kenapa.. ?? "


Kenapa dia bilang !!


" aku sudah tidak betah, badanku sudah mulai bau.. " ucap Lord sambil membuka pakaiannya.


" tidak perlu.. " ucap Lord dan langsung menceburkan dirinya ke bathtub.


Sekarang aku berendam dengan Lord, rasanya aku benar- benar malu, mukaku memerah.


" hei.. " Lord tiba-tiba mendekat.


" sini aku mandikan.. " Lord menjulurkan tangannya.


" ak.. tidak.. tidak usah... biar aku sendiri " aku sangat canggung.


" hnn.. yaah sudah kalau begitu mandikan aku.. " ucap Lord dengan membalikan punggungnya membelakangi ku.


" haa ? "


Lord membalikan badannya dan aku hanya melongo melihatnya.


" kenapa diam saja..?? gosok punggungku.. " ucap Lord.


" eemm ak.. aku tidak bisa " jawabku.


" kenapa.. ?? " tanya Lord.


" ak.. aku takut menggores kulit putihmu.. hehe " ucapku asal bicara.


" e eemm.. " Lord terlihat kecewa dan menyipitkan matanya.


Kami diam sejenak, dalam pikiranku mulai membayangkan hal- hal yang tidak- tidak.


"apa kau malu.. ?? " tanya Lord.


" kenapa masih di tanya..! " mukaku memerah dan memalingkannya dari Lord.


" hah.. apa lagi yang kau permalukan.. ?? aku bahkan sudah melihat semuanya.. "


" ha...!!! apa..?!! " aku sontak kaget.


Lord melirikku.


" aku bisa melihat dalam jarak ribuan mil, kenapa hanya milikmu saja aku tidak bisa.. " ucap Lord dengan reaksi dingin.


" aahk.. Lord...!!! " aku meledak karna malu muka ku memerah, kali ini Lord benar-benar menjengkelkan.


Aku tidak menyangka dia selama ini ternyata begitu.


" tenang Maya, aku bukan pria brengsek yang tidak bisa mengendalikan nafsunya, walaupun aku melihatnya tapi nyatanya aku tidak pernah menyentuhnya.. "


" aak.. eem " aku langsung menunduk, memang benar yang di katakan Lord, dia sama sekali tidak pernah menyentuhku.


Aku pikir ini saat yang bagus untuk menanyakannya.


" eemm.. Lord.. "


" hnn.. ?? "


Aaahh..!! aku tidak bisa..! bagaimana aku mau bilangnya..?!!


" aku sudah tau.. " Lord tiba- tiba bilang begitu yang membuatku kaget.


" apa.. ?? " mataku terbelalak mendengarnya.


" aku sudah tau apa yang kau pikirkan.. " ucap Lord.


Ooh yaa.. dia bisa membacanya.. haaahh baguslah kalau begitu.


" eemm yah.. aku memang berfikir mungkin aku harus lebih berguna untukmu Lord, aku tidak ingin kau menjadi satu- satu vampir yang tersisa dalam keturunanmu, jadi mungkin aku bisa memberi anak untuk mu.. "


" tidak " jawab Lord singkat.


Lord menanggapi ku dengan dingin, aku benar- benar tidak menyangka padahal aku pikir dia akan senang, tapi di luar dugaanku dia menolaknya mentah- mentah.


" kenapa.. ?? "


" kau tidak akan mampu melahirkan anakku.. "


Mataku melotot mendengar jawaban Lord, dia menunduk dan tidak mau menatapku.


" bagaimana bisa.. ?? "


" tubuh manusia terlalu lemah, kau tidak akan mampu bahkan kau bisa kehilangan nyawamu.. "


Aku tertunduk sedih.


" tapi Lord.. "


" lupakan tentang anak itu... " wajahnya Lord seketika menjadi suram, dia keluar dari kolam dan memakai pakaiannya lalu pergi, bahkan dia tidak melihatku.


Aku hanya melihat punggungnya yang dengan tegas meninggalkan ku, aku langsung tertunduk sedih, sedih karena diriku sendiri.


Akhirnya air mataku yang sanggup ungkapkan semuanya.