Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
TERIMAKASIH


" wah banyak sekali, hmm sepertinya enak "


Rangga menyiapkan makanan yang banyak untuk merayakan karena kaumnya telah selamat dari ancaman iblis dan ucapan terimakasih pada Lord.


Aku sangat antusias melihat makanan yang terlihat enak di depanku tapi Lord hanya terdiam melihat makanan itu, wajahnya tetap saja dingin.


" hei.. pak tua makanlah " rangga meminta pada Lord.


" aku tidak mau.. " ucap Lord ketus.


" heee..?! apakah makanan ini kurang mewah bagimu.. ?? " ucap Rangga.


" tidak "


" lalu.. ?? "


" apa kau lupa jika aku vampir.. ? " ucap Lord dengan melirik Rangga.


" oh ya aku lupa... " ucap Rangga dengan menepuk jidatnya.


Rangga benar- benar lupa jika Lord hanya minum darah, dia pun merasa canggung.


" kalau begitu kau bisa minum darahku " aku langsung berdiri dan mendekatkan leher ku padanya.


Lord tercengang dan hanya terpaku.


" ak.. aku tidak suka di lihat orang lain saat makan " Lord memalingkan wajahnya.


" kau ini pak tua merepotkan sekali.. " ucap Rangga.


" kalian makanlah sepuasnya, aku akan berkeliling saja.. " ucap Lord.


Lord berdiri dan beranjak pergi, aku yang melihatnya tidak mungkin membiarkannya, aku langsung membisiki Rangga dan Rangga mengangguk.


Lord berjalan dan semua kaum werewolf langsung melihatnya, mereka saling berbisik.


" hei lihat itu... itulah raja vampir.. " ucap kaum Rangga.


" dia yang menyelamatkan kita.. ? "


" yaa.. "


" pakaiannya berkelas.. hmm dia benar- benar punya aura kuat.. "


" eemm yaa.. ku dengar dia sangat hebat.. "


" yah benar- benar.. "


Mereka tersenyum pada Lord dan memberi hormat padanya, Lord langsung merasa canggung lalu mereka menghampiri lord.


" tuan vampir, kami mengucapkan terimakasih karena telah menolong kami semua.. "


Lord tersentak kaget karena kaum Rangga bisa berbuat itu padanya mata Lord pun melotot.


" eem yah.. " ucapnya lirih.


Dalam hati Lord dia merasa senang karena dia di sambut dengan sangat baik, ada senyum kecil di bibirnya.


Paaakk


Aku memegang tangan Lord, dia langsung menengok ke arahku.


" Maya kenapa kau tidak makan.. ?? "


" bisa kau ikut aku.. "


" hnn.. ?? " Lord menjadi bingung bercampur penasaran.


Aku menarik tangan Lord, dia hanya diam saja menuruti langkahku, aku membawanya masuk ke dalam istana Rangga.


" Maya kenapa kau ajak aku kesini.. ?? " tanya Rangga sembari melihat sekelilingnya.


Aku berhenti dan menghadap Lord, dia menunjukan wajah bingung lalu aku membuka sebagian bajuku.


sontak wajah Lord merona.


" kenapa tiba- tiba.. ?? " Lord tercengang.


" aku tidak mungkin makan sementara kau tidak, aku tau kau bahkan selama ini juga tidak pernah minum darahku lagi.. "


" apa kau mengizinkannya.. ?? "


" yaaa.. aku mengizinkannya, tak apa Lord, kau pantas mendapatkannya.. "


" baiklah.. "


Dia mendekat dan memelukku dan akhirnya taring Lord menembus leherku lagi, sekian lama dia menahan diri untuk tidak melakukannya tanpa izinku.


Darahku mengalir dari sela bibirnya, dia meminum darahku cukup lama, aku sudah mulai merasa lemas.


" eemm Lord.. "


Aku tidak bisa, aku mau pingsan, aku mencoba bertahan tapi aku sudah mulai merasa pusing.


" Lord.....? "


Aku berharap dia berhenti, aku meremas bajunya.


" Lord kepala ku mulai pusing.. " rintih ku.


Seakan tersadar, dia langsung tersentak kaget dan melepaskan gigitannya, darah ku menodai mulutnya.


" maaf Maya aku minum terlalu banyak.. "


" sepertinya kau sangat lapar.. ? "


Dia menunduk.


" belakangan ini aku menggunakan kekuatanku melebihi batasannya, itu menyebabkan aku harus minum darah lebih banyak.. "


Dia mengangkat kepalanya dan menatapku seketika aku merasa kasihan pada Lord.


" mata dan tubuhku juga mulai terasa lelah.. "


Yaa.. aku memang mengakui Lord beberapa minggu ini istirahatnya terganggu, itu sangat tidak baik untuknya, dia juga mengeluarkan kekuatannya begitu besar akhir- akhir ini.


Aku langsung memeluknya dan mengelus kepalanya.


" tak apa.. kau bisa istirahat dulu disini. "


Aku menyuruhnya berbaring di tempat tidur Rangga, dia terlihat sangat lelah, ku usap rambutnya pelan.


" tidurlah.. "


Dan tak lama kemudian Lord langsung memejamkan matanya, aku mencium keningnya, dia terlihat tidur sangat pulas.


" Maya.. ! kenapa kau lama sekali..!! " Rangga yang masuk sambil bicara kencang membuatku terkaget.


" Sssstttt.... " ucapku dengan isyarat tangan yang menyuruh Rangga diam.


" jangan beringsik " ucap ku pada Rangga.


" apa dia tertidur.. ?? "


" ya " aku mengangguk.


" hah.. pak tua ini tidur saja kerjanya.. " Rangga menggerutu.


" Rangga kau tidak mengerti.. dia bukan hanya sekedar tidur biasa.. "


" lalu.. ?? "


" hah.. percuma jelasinnya yang penting kita jangan ganggu dia, biarin dia istirahat.. "


" baik.. baik "