Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
SIAPA KAU.. ??


Aku berjalan- jalan di taman bungaku bersama Bobbi, Rangga masih tidur dan aku tidak mau membangunkannya.


Hmmm... segar sekali udara di pagi hari.


Di sini selalu ada kabut di pagi hari walaupun terkadang pemandangannya agak gelap jika masih pagi, seakan sinar matahari tidak sampai ke sini.


" Bobbi kau mau kemana.. ?? " dia berlari kencang.


Tidak mau jika anjingku hilang akhirnya aku mengejarnya.


" Bobbi...! "


" kemana dia... ? " aku melihat sekelilingku.


Anjingku hilang di balik tumbuhan bungaku, aku berkeliling mencarinya.


" bobbi... !!! "


Aku mulai cemas, ku lihat sekelilingku tapi dia tidak ada, aku takut jika dia pergi ke hutan.


" apa kau mencari anjingmu.. ? " tiba-tiba terdengar ada suara di belakangku.


Aku pun langsung menengok untuk melihat asal suara itu.


Seketika aku kaget bukan main mata ku melotot dia- dia menyeramkan, aku berjalan mundur badanku bergetar hebat.


Dia tersenyum menyeringai padaku, takut aku benar- benar takut terlebih aku tidak bersama Rangga saat ini.


Dia melangkah semakin mendekat ke arahku, inginku berlari dan berteriak kencang tetapi tidak bisa, tiba-tiba badanku tidak bisa bergerak sama sekali dan hanya terpaku di iringi dengan jantung ku yang berdegup sangat kencang.


" kyaaaaaa.....!!!!!! " aku berteriak kencang.


Lalu semua gelap.


...****************...


" hoooaaaammmm " Rangga bangun tidur.


Dia bangkit dari kasur dan membuka jendela hingga sinar matahari menyilaukannya.


Rambutnya masih acak- acakan tapi tetap terlihat keren, dia membuka bajunya bersiap untuk mandi, tiba- tiba pintu kamar terbuka.


" sayang.. " ucap Maya.


Rangga menengok.


" oh pagi Maya.. " ucap Rangga.


Maya memeluk Rangga " eh ada apa..? tumben sekali kau begini.. "


" tidak pa- pa, aku hanya rindu padamu " jawab Maya.


" rindu... eemm padahal seharian kemarin aku selalu bersamamu tapi kau tetap rindu.. "


Maya menatap Rangga lekat.


" memangnya kenapa..?! apa tidak boleh.. ?? "


" hahaha.. tentu saja boleh sayang.. " jawab Rangga.


Maya tersenyum dan tiba- tiba mendorong Rangga sangat keras hingga Rangga terjatuh ke lantai.


Buuukk


Maya menduduki tubuh Rangga dan menyentuh perut six pack nya, Rangga hanya melongo.


" tubuhmu bagus Rangga.. " Maya bicara sambil tersenyum pada Rangga.


Rangga melotot tak percaya Maya bisa berbuat seperti ini dan tiba-tiba Maya mendekatkan wajahnya.


Cuuupp..!


Tiba-tiba Maya mencium leher Rangga hingga membuat Rangga kaget dan tertegun.


Merasa risih, Rangga langsung mendorong Maya, dia memegang pundak maya menjauhkan darinya.


" e.. maya ini masih pagi ak.. aku harus mandi.. " Rangga gugup.


Tanpa pikir panjang Rangga langsung bangkit dan berjalan masuk kamar mandi, Maya hanya tersenyum melihat Rangga pergi.


Di dalam kamar mandi air mengguyur seluruh badan Rangga, dalam guyuran air Rangga memegang lehernya sembari termenung memikirkan apa yang barusan terjadi.


Ada yang salah dengan Maya.


Dia menyadari sesuatu tapi masih ragu dalam hal itu, tapi menurut Rangga ini benar- benar berbeda.


Selang beberapa menit Rangga keluar dari kamar mandi, dia mengusap- usap rambut basahnya dengan handuk kecil.


Hingga Rangga terkejut karena menyadari Maya ternyata ada di hadapannya.


" Maya kau masih di sini.. ? "


Maya hanya tersenyum sembari melihat lekat tubuh Rangga, merasa benar- benar tidak nyaman dengan itu Rangga langsung memakai bajunya.


" hei.. jangan melihatku seperti itu.. " ucap Rangga dengan canggung.


" hehe " Maya hanya tersenyum unjuk gigi.


Tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka berdua.


Wwwuuuss


Lord datang, dia masuk lewat jendela, Maya dan Rangga langsung melihat kedatangannya.


" ouh pak tua kau datang.. " ucap Rangga.


" heeemmm.. " Lord hanya menanggapi singkat.


Seketika Lord melihat Maya dan mengerutkan keningnya sementara seakan mencoba menghindari tatapan mata merah Lord, Maya langsung memalingkan wajahnya.


" akk.. eemm Maya pagi ini kita makan apa ?? " Rangga bertanya memecahkan suasana.


" oh yaa.. aku akan menyiapkannya tunggu sebentar ya.. " Maya langsung bergegas pergi dia tiba- tiba merasa panik dan tidak nyaman setelah Lord datang.


Setelah Maya pergi Lord dan Rangga saling pandang, jelas mereka berdua menyadari sesuatu yang tidak beres pada Maya.


...****************...


" ini makanannya.. " Maya menaruh makanan dan minumannya di atas meja.


" heemm terlihat enak.. " Rangga tersenyum.


Di saat Rangga mencoba bertingkah biasa saja, Lord justru memasang muka suram dan matanya yang menyala selalu menatap tajam ke arah Maya.


Itu sangat membuat Maya takut dan gelisah hingga dia merasa gugup dan salah tingkah di hadapannya.