
"Apa yang kau mau? Aku tahu hal ini tidak gratis." Ucap Ryan. Michelle tersenyum melihat pujaan hatinya itu.
"Tenang saja Ry, aku hanya ingin kita makan bersama sekarang." Jawab Michelle. Ryan menghela napas pelan. Ia mengambil handphonenya lalu memberi pesan kepada Jessie kalau Ia akan sedikit lama.
"Aku sudah makan siang. jadi aku tidak akan makan makanan berat." Ucap Ryan.
"Tidak apa-apa. Selama kita bisa makan bersama." Ucap Michelle. Kemudian Ia melirik keluar jendela dan melihat orang suruhan Kenneth yang berada didalam mobil yang sedang memegang kamera.
"Baiklah, kita akan pesan makanan terlebih dahulu." Ucap Michelle. Ryan mengangguk. Ia melihat menu dan hanya memesan minuman sedangkan Michelle memesan makanan berat.
"Kenapa kau sangat tampan Ry?" Tanya Michelle. Ia perlahan memegang tangan Ryan yang berada di meja. Ryan spontan menarik tangannya.
"Kita hanya akan makan siang." Ucap Ryan.
"Tanganmu begitu halus Ry." Ucap Michelle mengabaikan ucapan Ryan barusan. Ryan memutar bola matanya melihat tingkah Michelle. Ia harap habis makan siang ini, Michelle akan menjauhi Ryan.
"Michelle, jangan kelewatan. Ini peringatan pertama dan terakhir." Ucap Ryan dengan nada dinginnya. Michelle terdiam dan tidak melakukan apa-apa. Ia sudah menyiapkan satu rencana cadangan karena Ia tahu akan terjadi hal seperti ini.
Beberapa saat kemudian, pelayan datang dan membawa minuman mereka. Michelle mengaduk minumannya terlebih dahulu sebelum meminumnya. Ia melihat Ryan tidak meminum minumannya kemudian menyenggol minuman Ryan hingga tumpah dan mengenai celana Ryan. Michelle mengambil beberapa lembar tisu lalu bangkit dari tempat duduknya kemudian menunduk dan mengelap celana Ryan yang basah.
"Kau tidak perlu melakukannya." Ucap Ryan. Michelle yang melihat kesempatan, langsung kembali berdiri lalu Ia dengan cepat mencium bibir Ryan. Ryan dengan cepat melepaskan ciuman mereka.
"Apa kau gila?!" Tanya Ryan. Ia mengelap kasar bibirnya. Michelle hanya tersenyum. Baiklah, tugasnya telah selesai. Sebenarnya Ia tidak perlu mencium Ryan tapi Ia melakukan ini demi kepuasannya juga.
"Sudahlah Ry, tidak ada Jessie disini." Ucap Michelle.
Ryan memutuskan pergi dari sana. Bisa gila jika Ia terlalu bersama Michelle. Ryan dengan cepat berjalan kembali ke rumah sakit dan menemui Jessie.
"Kenapa kau lama? Celanamu juga basah." Ucap Jessie saat melihat Ryan. Ryan mengabaikan pertanyaan Jessie. Ia berjalan kearah kekasihnya lalu memeluk Jessie dengan erat.
"Apapun yang terjadi, percayalah hanya kau orang yang sangat aku cintai." Ucap Ryan. Jessie mengangguk dan Ryan melepas pelukannya. Ia mencium bibir Jessie singkat.
"Apa yang terjadi Ry?" Tanya Jessie.
"Tidak ada. Jangan pikirkan celanaku. Hari ini kita pulang kerumah. Tidak baik setiap hari di rumah sakit. Aku takut kau tertular penyakit." Ucap Ryan. Jessie mengangguk lesu.
"Kau benar Ry. Hanya saja aku tidak terbiasa tidak ada Daddy." Ucap Jessie.
"Tenang saja. Kita setiap hari akan kesini menjenguknya." Ucap Ryan. Jessie mengangguk. Jessie kembali mengajak bicara Alex berharap Ia mendengarkannya.
...***...
Jessie dan Ryan sudah pulang kerumah. Suasana rumah tampak sepi karena tidak ada Alex. Jessie berjalan kearah kamarnya lalu membuka jendela untuk sirkulasi udara. Ia sudah tidak pulang selama sehari dan ketika pulang, kamarnya sangat panas.
"Kau mandi dulu saja. Aku akan melihat bahan makanan untuk memasak makan malam." Ucap Jessie. Ryan mengangguk kemudian masuk kedalam kamar mandi. Jessie keluar kamar menuju dapur. Ia melihat bahan makanan masih banyak dan memilih untuk memasak pasta saja yang mudah.
Jessie mengambil spaghetti lalu merebusnya. Selagi menunggu spaghettinya matang, Jessie membuat saus bolognese. Jessie mulai memotong bawang dan tomat. Ia juga mencincang daging ayam. Setelah semua selesai, Jessie menghidangkan spaghettinya di atas meja.
"Kau sudah selesai memasak? Baunya tercium hingga kamar." Ucap Ryan mendatangi Jessie. Rambutnya masih basah karena baru selesai mandi. Rambutnya yang acak-acakan menambah pesonanya.
Selesai mencuci, Jessie duduk di samping Ryan dan melihat makanannya sudah diambilkan oleh Ryan. Jessie tersenyum lalu mencium pipi Ryan.
"Sudah-sudah ayo makan." Ucap Ryan. Jessie mengangguk lalu mulai memakan pastanya. "Jangan makan berantakan lagi." Lanjut Ryan.
Jessie hanya mengangguk sambil memakan pastanya. Ia tidak tahu bisa memasak pasta seenak ini. Biasanya ayahnya yang memasak ini untuknya.
"Kau ternyata pintar memasak." Ucap Ryan. Jessie tersenyum mendengar pujian Ryan.
...***...
Di kamar, Ryan tiduran di kasur sementara Jessie sedang mandi. Ryan masih memikirkan apa yang terjadi tadi siang. Ia harus bilang hal ini kepada Jessie supaya tidak ada kesalahpahaman nantinya. Ia hanya takut Jessie akan marah padanya.
Jessie sudah keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju tidurnya. Ryan menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan.
"Jessie, aku mau bilang sesuatu." Ucap Ryan.
"Bilanglah." Ucap Jessie. Ia duduk di meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia tidak menggunakan hairdryer karena Ryan akan bilang sesuatu. Ia takut nanti suara Ryan tidak akan terdengar karena tertutupi oleh suara hairdryer.
"Aku tadi tidak pergi ke minimarket untuk membeli barang. Aku pergi ke kafe untuk menemui Michelle." Ucap Ryan. Jessie yang mendengar itu berhenti mengeringkan rambutnya dan menatap kearah Ryan.
"Lalu? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Jessie. Ryan mulai bercerita dari awal saat Ia melihat pesan yang dikirimkan oleh Michelle hingga saat Michelle dengan sengaja menciumnya. Selesai menceritakan kejadian tadi, Ryan melihat Jessie hanya terdiam tidak memberikan respon apapun.
"Jessie, kau marah?" Tanya Ryan. Jessie menggeleng. Ia tidak tahu harus merespon apa. Segitunyakah niat Michelle menghancurkan hubungan mereka?
"Kau tetap cinta padaku bukan?" Tanya Jessie.
"Tentu saja. Kau tidak perlu meragukan itu." Ucap Ryan. Ia kemudian bangkit lalu memeluk Jessie dengar erat. Jessie membalas pelukan Ryan. Setelah melepas pelukannya, Ryan mencium Jessie. Ciuman yang awalnya lembut menjadi ganas.
"Kau mau melakukannya?" Tanya Ryan. Jessie mengangguk pelan. Mereka akhirnya melanjutkan ciuman itu dan berakhir di ranjang.
********************************************
Helios Ryan Rynville
Alexandra Jessie Hendrick
Michelle Ziudith
Mau next lagi gak nih?