The Perfect Bodyguard

The Perfect Bodyguard
25


"Ryan, ayo bangun." Ucap Jessie sambil menggoyangkan tubuh Ryan. Ryan yang terganggu langsung terbangun dari tidurnya. Ryan langsung mengambil handphonenya lalu melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan jam 8 pagi. Ryan langsung membulatkan matanya lalu melihat kearah Jessie.


"Kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi?" Tanya Ryan yang panik. Ia tidak pernah bangun sesiang ini sebelumnya. Apa karena semalam Ia tidur jam 3 pagi.


"Aku sudah mencoba untuk membangunkanmu sejak jam 6 pagi Ry. Kau saja yang seperti orang mati. Bahkan terganggu saja tidak." Ucap Jessie sambil menggelengkan kepalanya. Ia lalu membuka tirai membiarkan cahaya matahari masuk dan menerangi kamar tidur.


"Kau masih mau sarapan? Sarapannya sudah dingin. Kalau kau mau kita bisa beli diluar." Ucap Jessie. Ryan langsung menggeleng.


"Tidak apa-apa. Makanan itu menjadi dingin gegara aku." Ucap Ryan sambil bangkit dari kasurnya. Ia dan Jessie pun berjalan kearah ruang makan. Di atas meja makan terlihat ada 2 piring yang berisi lauk pauk dan juga 2 piring nasi yang sudah dingin.


Ryan langsung duduk disalah satu kursi dan Jessie mengambil piring miliknya lalu duduk disebelah Ryan.


"Maafkan aku Jessie." Ucap Ryan dengan nada bersalah.


"Sudahlah, aku tahu kau kelelahan karena semalam." Ucap Jessie. Lalu Ia mengambil lauk pauk untuk Ryan dan dirinya. Merekapun langsung memulai sarapan mereka.


Setelah selesai sarapan, Ryan langsung mencuci semua piring dan peralatan masak yang belum dicuci Jessie sebagai permintaan maafnya.


Selesai cuci piring, Jessie langsung mendatanginya lalu memeluknya dari belakang.


"Ry... Alexa ingin datang kesini. Bolehkan?" Tanya Jessie.


"Tentu saja. Tapi bukannya sekarang jam kuliah?" Tanya Ryan. Jessie menggeleng. "Hari ini jadwal kuliah siang."


Ryan hanya mengangguk lalu lanjut mencuci piring. Setelah selesai mereka kembali ke kamar tidur untuk menonton televisi sambil berpelukan manja.


"Ry... Aku jadi penasaran bagaimana reaksi Michelle." Ucap Jessie. "Karena kita sudah menjadi kekasih kalau Michelle menggodamu maka kau harus lawan Ry..." Lanjutnya. Ryan hanya mengangguk lalu mengeratkan pelukannya dan mencium kening Jessie.


Kemudian mereka mendengar pintu depan diketuk yang berarti Alexa sudah datang. Jessie langsung melepaskan pelukannya dan berjalan kearah pintu depan bersama Ryan. Saat mereka membukanya, Alexa langsung memeluk Jessie sambil mengucapkan selamat.


"Selamat Jessie, akhirnya sudah tidak single lagi." Ucap Alexa lalu melepaskan pelukan mereka. "Jadi kapan kalian nikah?" Tanya Alexa sambil menatap secara bergantian. Jessie menatap kearah Ryan membiarkan pria itu saja yang menjawab.


"Bukan sekarang yang pasti." Jawab Ryan. Jessie dan Alexa hanya diam mendengar jawaban Ryan. Mereka pun memilih untuk melupakan jawaban Ryan tadi.


"Aku membawa sesuatu untuk menghabiskan hari karena aku juga memutuskan untuk bolos." Ucap Alexa sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Yang ternyata 3 buah masker wajah dan peralatan make up.


"Ryan, aku baru menemukan ide make up dari pinterest kemarin." Ucap Alexa. Ryan hanya terdiam mendengar ucapan Alexa. Ia tahu Ia akan menjadi bahan uji coba kedua gadis itu hari ini. Jessie langsung semangat mendengar ucapan Alexa.


Akhirnya mereka memutuskan untuk memakai masker terlebih dahulu sambil melihat-lihat ide-ide yang disimpan oleh Alexa. Sesekali mereka tanya kepada Ryan namun Ryan hanya memberikan penolakan. Tentu saja Ia tidak mau mukanya di make up.


Akhirnya Jessie dan Alexa menemukan satu make up yang mereka suka. Make up yang tebal dan eyeshadow yang berglitter. Mereka langsung melihat make up yang dibawa oleh Alexa dan ternyata semua lengkap. Mereka langsung melepas masker masing-masing dan juga masker Ryan lalu mereka bertiga cuci muka dikamar mandi.


"Ryan tutup matamu dan kita akan mulai." Ucap Alexa. Ryan hanya pasrah lalu menutup matanya. Sesekali Ia merasakan sensasi geli diwajahnya


"Kau suka?"


"Tidak. Ini terlalu berlebihan."


Jessie dan Alexa yang mendengar itu langsung tertawa. Mereka sudah menduga reaksi Ryan yang akan seperti itu.


"Kau boleh cuci muka Ry. Kami tahu kau tidak akan nyaman dengan make up seperti itu." Ucap Jessie. Ryan bangkit dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya sampai bersih.


"Aku bosan." Ucap Jessie. Alexa mengangguk tanda menyetujui Jessie. Jessie langsung menemukan ide dan membisikkannya kepada Alexa.


"Apa kau yakin Ryan akan memperbolehkan?" Tanya Alexa.


"Memperbolehkan apa?" Tanya Ryan yang mendengar pertanyaan Alexa.


"Ry... Ajarkan kami cara menembak." Ucap Jessie. Ryan langsung mengangkat satu alisnya mendengar permintaan Jessie.


"Bolehkan Ryan?" Tanya Alexa dengan tatapan memelas.


"Dengan ijin orang tua kalian." Ucap Ryan. Jessie dan Alexa langsung menelepon Daddy mereka


"Daddy memperbolehkan." Ucap Alexa.


"Sama aku juga." Sahut Jessie.


"Baiklah ayo pergi." Ucap Ryan.


Mereka langsung pergi ke lapangan menembak yang biasa digunakan Ryan untuk latihan menembak.


******************************************


Helios Ryan Rynville



Alexandra Jessie Hendrick



Next update: 21 April 2021