
Melihat pesan itu Membuat Michelle ragu untuk menjawabnya. Baru kali ini Michelle merasa takut akan Jessie. Wanita itu berubah dalam satu malam. Ia langsung menolak ajakan pria misterius itu. Michelle tidak ingin kejadian tadi terulang kembali.
Michelle menggigit bibir bawahnya. Ia mau mendapatkan Ryan. Baiklah, kali ini mereka kerjasama bukan? Michelle tidak akan terkena masalah berat. Ia punya orang yang bisa disalahkan.
Sesaat setelah Michelle menutup handphonenya, dosennya langsung memanggilnya ke depan kelas. Michelle pelan-pelan berjalan kearah dosennya.
"Kenapa kau memainkan handphonemu saat dikelas, Ms. Ziudith? Karena hal itu kau dihukum jemur di lapangan sekarang sampai kelas saya selesai."
Michelle membulatkan matanya. Ia harus berjemur di lapangan sampai pelajaran yang selesainya tiga jam lagi. Tidak apa-apa, anggap saja ini perjuangan untuk mendapatkan Ryan. Ia berjalan keluar kelas.
Di lapangan, Michelle melihat seorang mahasiswa sudah menunggunya di tengah lapangan. Michelle berjalan mendekati pria itu. Betapa terkejutnya Michelle saat dia melihat orang yang menunggunya disitu.
"Kau temannya Jessie bukan? Kenapa kau disini?" Tanya Michelle. Kenneth tertawa pelan.
"Aku sudah bilang bukan? Kita bertemu diluar." Ucap Kenneth. Michelle tersenyum miris. Jessie dikelilingi oleh orang-orang yang bermuka dua.
"Jahat sekali. Menusuk sahabatmu dari belakang. Apa yang kau mau? Mendapatkan dia seperti aku yang ingin mendapatkan Ryan?"
"Bisa dibilang begitu. Tapi daddyku yang menginginkan Jessie untuk hutang masa lalunya." Ucap Kenneth. Michelle mengernyitkan dahinya. Masalah hidup Jessie sangat memusingkan rupanya.
"Bagaimana aku harus percaya padamu? Aku sudah terkena masalah karenamu." Ucap Michelle.
"Kalau kau tidak percaya, daddy ada disini." Ucap Kenneth. Lalu Ia menjentikkan jarinya memberi tanda kepada daddynya. Michelle melihat ada pria dewasa yang berjalan dibelakang Kenneth.
"Hi, nona. Kau bisa panggil aku Mr. Xander. Kau mau membantu rencanaku? Aku tidak janji kau bisa bersama Ryan tapi kau akan mendapat uang yang banyak sebagai bayaran." Ucap Xander.
"Tawaran yang menarik. Tentu saja aku mau. Tapi berapa bayaran yang akan aku dapatkan?" Tanya Michelle dengan muka serius.
"Semaumu nona. Sekarang yang perlu kau lakukan hanya mengajak Ryan ke cafe nanti sore dan membuat posisi yang ambigu. Hanya itu." Ucap Xander.
"Baiklah, nanti akan kukirim nomor telepon Ryan." Ucap Kenneth. Kemudian Ia dan Xander berjalan pergi meninggalkan Michelle yang dihukum. Michelle menghela napas pelan lalu melanjutkan hukumannya.
...***...
Sekarang sudah waktunya pulang. Jessie langsung berjalan cepat kearah mobil. Ia bahkan tidak sempat berpamitan dengan Alexa dan Kenneth. Jessie sudah tidak sabar menjenguk daddynya walaupun Ia belum membuka matanya.
"Jessie, kita makan terlebih dahulu sebelum menjenguk Uncle Alex." Ucap Ryan. Jessie mengangguk lesu. Mereka kemudian masuk kedalam mobil dan pergi ke restoran.
Di restoran, Jessie dan Ryan duduk di meja dekat jendela. Mereka melihat-lihat makanan yang tertera di menu. Setelah memesan makanan, Jessie dan Ryan mengobrol sambil menunggu makanan mereka.
"Ryan, kau harus mencoba makanan yang ku pesan. Aku yakin kau akan suka." Ucap Jessie.
"Oh ya?"
"Ya, karena rasanya pedas." Ucap Jessie dengan senyum mengejeknya. Ryan tersenyum dan mencubit gemas pipi Jessie.
"Mulai jahil hm? awas saja nanti." Ucap Ryan. Jessie terkekeh pelan. Ia kemudian menjulurkan lidahnya.
"Makan berantakan." Ucap Ryan. Jessie terkekeh pelan. Kemudian, Jessie mengambil suapan makanannya dan memberikannya kepada Ryan.
"Kau sengaja? Aku tidak mau. Sudah makan saja. Kau tidak sabar ketemu daddymu kan?"
Jessie kembali makan dengan cepat sampai hampir tersedak. Ryan menggeleng pelan melihat kelakuan kekasihnya.
Setelah selesai makan, Jessie dan Ryan pergi ke rumah sakit. Mereka berjalan ke kamar Alex. Saat mereka di depan kamarnya, Jessie melihat ada suster dan dokter yang sedang mengecek keadaan Alex. Jessie berharap dokter membawa kabar baik mengenai keadaan Alex. Kemudian dokter itu keluar dan melihat ada Jessie.
"Keadaan Mr. Hendrick mulai membaik. Tapi kita tetap tidak bisa memprediksi kapan beliau akan terbangun." Ucap dokter.
"Baiklah dok. Terima kasih." Ucap Jessie. Kemudian dokter dan suster itu pergi. Jessie dan Ryan masuk ke kamar inap Alex.
"Daddy, aku datang. Kata dokter kau membaik. Kau harus cepat bangun ya dad." Ucap Jessie kemudian mencium kening Alex.
Handphone Ryan kemudian berdering dan Ia melihat ada pesan masuk dari orang tidak dikenal. Ia membuka pesan itu dan raut wajahnya langsung berubah.
"Ada apa Ry?" Tanya Jessie. Ryan menggeleng. Ia harus pergi sekarang. Ryan ingin semua ini selesai dan masalah mereka bisa berkurang.
"Aku akan pergi sebentar membeli barang." Ucap Ryan kemudian berjalan keluar kamar. Jessie mengangguk lalu kembali mengajak bicara Alex.
********************************************
Helios Ryan Rynville
Alexandra Jessie Hendrick
Kenneth Santana
Michelle Ziudith
Xander Louis Santana
Mulai kacaulah jadwal update😂😂. Mas Xr udah muncul nih. Ganteng ya mas Xander bikin gak bisa benci deh😂.
Kalau mau update komen yang banyak❤️❤️❤️