
"Ryan, kita tidak mendapat informasi apapun. Bagaimana ini? " Tanya Jessie. Ryan mengangkat kedua bahu sambil menggeleng. Ia juga tidak tahu harus bagaimana dan mengambil langkah apa untuk selanjutnya.
"Entahlah. Kita akan menunggu uncle Alex pulang dan menanyakan tentang hal ini." Ucap Ryan. Jessie kemudian tidur di kasur dan membuka handphonenya. Ryan ikut tiduran dan memeluk Jessie dari belakang sambil memperhatikan handphone Jessie. Jessie yang menyadari hal itu kemudian membuka aplikasi Instagram dan memberikan like ke beberapa foto pria. Terkadang Jessie juga berkomentar di postingan yang bersifat memuji.
"Jessie." Ucap Ryan dengan nada cemburu. Ia juga mengeratkan pelukannya. Jessie terkekeh dan semakin memanas-manasi Ryan.
"Ryan, dia tampan bukan?" Tanya Jessie. Ryan mengambil handphone Jessie dan melemparnya ke ujung kasur. Ia juga merubah posisinya yang tadinya disebelah Jessie menjadi diatas.
"Coba katakan, siapa yang tampan tadi?" Tanya Ryan. Jessie terkekeh lalu mengalungkan tangannya di leher Ryan.
"Orang tadi. Tampan bukan?" Ucap Jessie. Tanpa aba-aba, Ryan langsung mencium leher jenjang Jessie dan meninggalkan beberapa tanda disana. Kegiatan mereka harus terhenti karena seorang bawahan Ryan membuka pintu Jessie dengan kencang.
"Ada apa?" Tanya Ryan. Napas orang itu terengah-engah dan wajahnya sangat pucat.
"T-tuan Alex." Ucap orang itu. Jessie yang sudah panik langsung bangkit dari kasurnya dan berlari keluar diikuti oleh Ryan.
"DADDY!" Teriak Jessie saat melihat Alex tidur di lantai dengan darah yang terus mengucur dari kepalanya. Ia berlari menghampiri Alex dan melihat luka yang berada di kepalanya.
"Ryan, kita harus ke rumah sakit. Kita harus cepat Ryan." Ucap Jessie sambil terisak. Ryan dengan sigap menggendong Alex dibantu oleh bawahannya.
Jessie duduk di kursi penumpang menggunakan pahanya sebagai alas untuk Alex. Ia sudah dalam keadaan tidak sadar dan kepalanya terus mengeluarkan darah walaupun sudah disela menggunakan kain. Napas Alex juga pelan dan hampir tidak terdengar.
"Ryan, percepat. Aku takut kehilangan Daddy." Ucap Jessie. Tangisannya mulai kencang karena takut akan kehilangan anggota keluarga satu-satunya. Ia sesekali mencium kening Alex dan mengucapkan doa supaya Tuhan tidak mengambil nyawa Alex sekarang.
"Bersabarlah. Sebentar lagi kita akan sampai. Uncle Alex sangat kuat. Ia pasti bisa bertahan." Ucap Ryan. Ia sudah mengebut bahkan hampir beberapa kali menabrak mobil yang berada di depan mereka.
Saat sudah sampai di rumah sakit, Ryan langsung turun dan berlari kedalam memanggil suster ataupun dokter untuk melihat keadaan Alex dan membawa ranjang pasien. Suster yang berjaga disana langsung bergegas menghampiri Ryan dan mengikutinya ke mobil.
Para suster dengan sigap memindahkan Alex dari mobil ke ranjang pasien yang sudah didorong lalu mendorongnya masuk menuju ruang operasi. Ryan dan Jessie hanya menunggu di luar ruangan. Jessie masih menangis di bahu Ryan dan Ryan hanya membelai rambutnya.
"Sudah ya, kita doakan yang terbaik untuk Uncle Alex saja." Ucap Ryan. Handphone Jessie kemudian berdering yang menandakan ada pesan yang masuk. Ia membuka handphonenya dan melihat ada 2 pesan. Ia membuka pesan pertama yang dikirim oleh pria tidak dikenal.
08XXXXXXXXXX
Bagaimana? Walaupun saya bilang 2 bulan, tapi bukan berarti anda bisa hidup tenang. Semoga Alex bisa tetap hidup supaya bisa menyaksikan pertunjukan utama.
^^^BERENGSEK. LIHAT SAJA NANTI DASAR ORANG GILA.^^^
Tenanglah sayang. Ada mata-mataku di dekatmu.
^^^SIALAN.^^^
Jessie memberikan handphonenya kepada Ryan supaya pria itu bisa melihat pesan yang dikirimkan. Mata Ryan seketika membulat membaca pesan itu. Ia tidak menyangka Xr akan senekat itu.
"Sebentar Ry, ada pesan lain dari Alexa." Ucap Jessie sambil mengambil handphonenya dari tangan Ryan. Ia kemudian membuka pesan yang dikirimkan oleh Alexa.
Alexa
Anak buah Daddy menemukan orang yang tadi menembak sandera dalam keadaan tewas. Ia menembak dirinya sendiri.
^^^Dasar penakut.^^^
Kau tahu sendiri mereka hanya bawahan.
^^^Ayahku masuk rumah sakit gegara orang gila itu.^^^
KENAPA BISA?!?!
Jessie kemudian mengirim pesan yang tadi kepada Alexa.
Alexa
^^^Kau lihat kan. Benar-benar orang gila.^^^
Aku akan datang kesana.
^^^Tidak usah.^^^
^^^Aku hanya penasaran siapa mata-mata yang orang itu maksud.^^^
Aku juga. Baiklah, aku akan mengirimkan nomor itu ke Daddy untuk dia periksa.
^^^Daddymu serba bisa ternyata.^^^
Ya lah, kan Daddy kesayanganku.
Jessie kemudian mematikan handphonenya. Ia terus berdoa kepada Tuhan supaya operasi berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Jessie yang memang kelelahan langsung tertidur di bahu Ryan.
...***...
"Jessie, ayo bangun." Ucap Ryan. Jessie membuka matanya perlahan. Ia membuka handphonenya dan melihat jam. Ternyata Ia sudah tertidur selama 3 jam.
"Ryan, bagaimana keadaan Daddy? Apa dia sudah selesai di operasi?" Tanya Jessie. Ryan mengangguk mendengar pertanyaan Jessie.
"Ayo ikut aku. Uncle Alex baru saja selesai di operasi makanya aku membangunkanmu." Ucap Ryan. Ia kemudian bangkit dan menarik tangan Jessie untuk mengikutinya.
"Ayo ikut aku. Kita akan pergi kekamarnya." Ucap Ryan. Seketika jantung Jessie berdegup sangat kencang. Apakah ayahnya baik-baik saja? Apakah Ia sudah sadar? Entahlah, tapi Jessie mengharapakan yang terbaik untuk Alex.
Mereka kemudian sampai di depan kamar inap Alex. Ryan membuka pintu secara perlahan dan terlihatlah Alex yang sedang berbaring lemah diatas ranjang dengan berbagai selang di tubuhnya.
"Uncle Alex koma. Dokter tidak bisa menentukan kapan Ia akan bangun." Ucap Ryan. Jessie berjalan cepat menghampiri ayahnya dan langsung memeluk Alex.
"Daddy, kau harus cepat bangun. Aku akan sangat merindukanmu." Ucap Jessie. Tidak berselang lama, ada seorang suster yang datang sambil membawa kotak hitam. Kotak yang hampir mirip dengan kotak yang dikirimkan ke apartemen Ryan waktu itu. Tapi bedanya kotak ini sangat kecil.
"Permisi, ada kiriman untuk Ms. Hendrick." Ucap suster itu. Jessie berjalan menuju suster itu dan mengambil kotak hitam yang dipegang oleh sang suster. Kemudian suster itu pergi meninggalkan Jessie.
"Kau mau buka kotak itu?" Tanya Ryan. Jessie mengangguk dan langsung membuka kotak yang diberikan oleh suster tadi. Saat membukanya mata Jessie langsung berlinang air mata.
********************************************
Helios Ryan Rynville
Alexandra Jessie Hendrick
DOUBLE UP🔥🔥
Besok mau up lagi gak nih yang ketiga kalinya? 😂