
"Kenapa kau tidak mengambil libur sehari lagi? Aku masih ingin menikmati waktu liburku." Ucap Jessie. Mereka sedang dalam perjalanan ke kampusnya.
"Kata uncle Alex, sebentar lagi kau ada ujian akhir. Aku tidak bisa membiarkanmu melewatkan pelajaran terus-menerus. Kau bisa tidak lulus nantinya." Jawab Ryan.
"Ingat ya Ry, kau sudah menjadi kekasihku. Jadi jika Michelle mendekatimu maka kau harus menolaknya atau aku akan marah kepadamu seharian." Ucap Jessie dengan nada yang mengancam. Ryan hanya mengangguk tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.
Sesampainya di kampus, Jessie turun terlebih dahulu sementara Ryan memakirkan mobilnya. Mereka akan ketemu di kelas Jessie. Namun setelah 15 menit menunggu, Ryan tidak kunjung datang ke kelasnya. Jessie kemudian berinisiatif untuk menyusul Ryan.
Saat Jessie berjalan di lorong kampus, Ia mengerti sekarang mengapa Ryan tidak kunjung datang menemuinya. Sudah Jessie duga kalau Ryan akan diam ketika Michelle mengajaknya berbicara. Mata Jessie dan mata Ryan bertemu. Jessie langsung berdecak kesal.
"Ryan, kau darimana saja? Aku mencarimu akhir-akhir ini. Apa kau sakit Ry?" Tanya Michelle. Kemudian Ia berusaha memegang tangan Ryan walaupun Ryan menghindarinya.
"Lihatlah perempuan murahan ini." Ucap Alexa yang baru saja datang. Ia kemudian menatap Ryan dengan tatapan tajam.
"Kau punya pacar bukan?" Tanya Alexa. Kemudian Ia pergi meninggalkan Ryan dan berjalan kearah Jessie yang sedari tadi berdiri menatap kearah mereka.
"Ryan apa maksud Alexa?" Tanya Michelle dengan nada yang bingung. Ia berusaha untuk meredam amarahnya sebagai pencitraan di depan Ryan.
"Aku sudah punya kekasih jadi jangan ganggu aku lagi." Ucap Ryan. Lalu Ia ingin mengejar Jessie yang sudah berjalan jauh. Michelle yang masih penasaran langsung memegang tangan Ryan dan mencegahnya untuk pergi.
"Katakan siapa kekasihmu dan aku akan melepaskanmu." Ucap Michelle. Ryan kemudian berdecak kesal. Kemudian dengan sekali hentakan, cekalan Michelle terlepas. "Jessie." Ucap Ryan. Lalu Ia berlari kecil mengejar Jessie.
"Jessie, maafkan aku." Ucap Ryan. Jessie menghiraukan Ryan dan tetap berjalan cepat. Jessie yang tidak melihat jalan menabrak seorang pria hingga Jessie hampir saja terjatuh jika saja pria itu tidak menangkapnya.
"Maafkan aku." Ucap Jessie dingin. Ia langsung pergi ke kelasnya dengan Alexa. Alexa sempat melihat wajah pria yang ditabrak Jessie. Wajahnya tampan. Setidaknya itu baginya.
"Pria itu tampan." Ucap Alexa. Jessie hanya mengabaikan ucapan Alexa. Saat sampai di kelas, Jessie langsung duduk di meja paling belakang.
"Aku tidak pernah melihat pria itu di kampus. Apa Ia murid baru?" Tanya Alexa. Jessie hanya mengangkat kedua bahunya. Lalu Ia menghela napas kasar saat melihat Ryan masuk kedalam kelasnya. Untungnya kelasnya masih sepi karena Jessie datang sangat pagi. Ryan yang melihat keberadaan kekasihnya itu langsung menghampiri Jessie.
"Jessie maafkan aku. Aku hanya tidak tahu cara menjelaskannya. Aku tidak pandai berbicara Jessie." Ucap Ryan. Jessie hanya diam mendengar ucapan Ryan. Ryan tidak salah, ia memang tidak pandai merangkai kata. Namun tetap saja, Jessie masih kesal dengan tingkah Ryan.
"Sudahlah. Lupakan saja." Ucap Jessie. Ryan duduk disebelah Jessie lalu memegang tangannya dan menciumnya. Ia juga mencium pipi Jessie.
"Sudah hentikan. Nanti dilihat sama orang lain." Ucap Jessie. Ryan menghela napas pelan. Lalu bangkit meninggalkan Jessie di ruang kelasnya sementara Ia mengawasi sekitar.
"Ryan kau membual bukan? Tidak mungkin kekasihmu itu Jessie." Ucap Michelle.
"Putuskan dia."
Ryan mengabaikan ucapan Michelle yang tidak masuk akal. Ryan berjalan mengelilingi kampus dan mengawasi sekitar.
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Di kelas, Jessie yang sedang mengobrol dengan Alexa langsung menghentikan obrolan mereka ketika melihat dosen mereka masuk dengan pria yang yang baru saja Jessie tabrak.
"Selamat pagi semua. Saya tahu ini belum jam pelajaran. Namun saya ingin mengenalkan murid baru kepada kalian." Ucap sang dosen. Para mahasiswi yang melihat mahasiswa baru itu langsung terdiam.
"Silahkan perkenalkan dirimu." Ucap sang dosen. Mahasiswa itu langsung berdeham.
"Hi, nama saya Kenneth Santana. Semoga kita bisa menjadi teman kedepannya." Ucap Kenneth.
"Baiklah, silahkan duduk di sebelah nona Hendrick." Ucap sang dosen sambil menunjuk kearah bagian kosong di sebelah Jessie. Kenneth kemudian berjalan kearah Jessie lalu dudu disebelahnya.
"Hi, maafkan aku yang sudah menabrakmu." Ucap Kenneth.
"Tidak apa itu salahku yang tidak lihat jalan." Balas Jessie dengan nada dingin seperti biasanya.
"Baiklah, kita akan memulai pelajaran. Silahkan dibuka buku kalian pada halaman 209." Ucap sang dosen. Kemudian kelas menjadi hening dan hanya terdengar suara dosen yang sedang menjelaskan materi pelajaran.
******************************************
Helios Ryan Rynville
Alexandra Jessie Hendrick
Next update: 1 Mei 2021