
Jam istirahat tiba. Jessie dan Alexa yang ingin ke kantin langsung terhenti karena Kenneth memanggil Jessie. Jessie yang dipanggil langsung berhenti dan menengok ke asal suara.
"Jessie, bisa kau mengantarku ke kantin? Aku tidak tahu dimana letak kantin." Ucap Kenneth. Jessie mengangguk memperbolehkan. Kenneth berjalan cepat menyusul Jessie yang berada di depannya.
Saat diluar kelas, Jessie melihat Ryan sudah menunggunya. Kemudian Ryan menatap Kenneth yang berada disebelah Jessie. Apakah Ryan cemburu? Tentu saja Ia cemburu melihat itu. Walaupun perasaannya tertutup dengan wajah datarnya.
"Baiklah, dimana kantinnya? Aku sudah kelaparan." Ucap Kenneth. Jessie langsung berjalan ke kantin. Ia mengabaikan Ryan. Ia masih kesal dengannya.
Sesampainya di kantin, Jessie dan Alexa menduduki tempat biasa mereka duduki. Jessie dan Alexa duduk berdua sementara Ryan dan Kenneth duduk di depan mereka. Alexa dan Jessie bangkit dari duduknya lalu berjalan ke kios makanan dan memesan makanan. Kenneth yang penasaran dengan menu makanan langsung mengekori Jessie dan Alexa. Ryan tidak mengikuti mereka dan hanya duduk, menjaga tempat mereka.
Selesai memesan makanan, Jessie kembali ke tempat duduk mereka sambil membawa nampan berisi makanan. Saat Ia sampai di meja, Jessie melihat Michelle dengan genknya mendekati Ryan. Dari tadi pagi sampai sekarang. Tidak bisakah Michelle diam dan tidak berulah untuk sehari.
Jessie berjalan cepat lalu menaruh makanan mereka diatas meja. Tidak ingin ribut, Jessie menarik tangan Michelle untuk menjauh dari Ryan. Kemudian Ia duduk disebelah Ryan sehingga Kenneth duduk disebelah Alexa.
"Apa-apaan kau?" Tanya Michelle dengan nada marah. Jessie hanya menatap Michelle lalu tersenyum kecut.
"Kau apaan. Kau tahu bahwa Ryan adalah kekasihku. Kenapa kau masih mendekatinya?" Tanya Jessie. Michelle yang sudah menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada di kantin memilih untuk pergi dari sana.
"Jessie, aku minta maaf." Ucap Ryan. Jessie hanya diam lalu memulai memakan makanannya. Ryan kemudian menghela napasnya lalu mulai memakan makanannya.
"Jessie, kita harus cepat. Kelas selanjutnya akan ada presentasi. Kelompok kita adalah kelompok yang pertama." Ucap Alexa. Jessie hanya mengangguk sebagai jawaban. Kenneth kebingungan mendengar ucapan Alexa. Ia murid baru dan langsung ada presentasi.
"Ada presentasi? Bagaimana denganku? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Kenneth beruntut. Alexa terkekeh mendengar pertanyaan Kenneth. Itulah derita mahasiswa pindahan.
"Entahlah. Kita lihat saja nanti dosennya. Tapi sepertinya kau akan hanya duduk diam dan mendengarkan semua jelonpok presentasi." Jawab Alexa. Kenneth hanya mengangguk.
"Jessie, kau masih marah?" Tanya Ryan. Ia sudah selesai dengan makan siangnya dan dia juga melihat bahwa Jessie juga sudah selesai makan.
"Tidak." Ucap Jessie singkat. Tentu saja Ryan tahu bahwa Jessie masih marah dengannya.
"Maafkan aku." Lanjut Ryan. Jessie hanya berdeham sebagai jawaban. Ryan kemudian menggenggam tangan Jessie. Jessie masih marah namun tidak menolak genggaman Ryan.
"Jessie, kau sangat cantik." Ucap Kenneth.
Ryan langsung menatap Kenneth dengan tatapan tajamnya. Jessie hanya mengangkat satu alisnya kemudian tersenyum.
"Terima kasih." Balas Jessie. Ryan berdecak kesal. Jessie menatap kearah Ryan.
"Kau cemburu?" Tanya Jessie. Ryan hanya mengangguk pelan.
Jessie kemudian pergi dari tempatnya dan berjalan ke arah kelasnya. Ryan ikut mengejar Jessie ke kelasnya. Mumpung masih waktu istirahat pasti keadaan di kelas masih sepi.
"Biasalah, pertengkaran antara pasangan." Ucap Alexa memecah keheningan dan kecanggungan diantaranya dan Kenneth. Kenneth tertawa mendengar ucapan Alexa.
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
"Jessie." Ucap Ryan sambil mengejar Jessie. Jessie yang masih marah tetap berjalan sampai ke dalam kelasnya. Di kelas, Jessie duduk di kursinya sambil mempersiapkan materi presentasi.
Ryan duduk disebelah Jessie lalu berusaha menjelaskan semuanya tapi tetap saja Jessie mengabaikannya. Akhirnya, Ryan memilih jalan lain. Ia langsung mencium bibir Jessie dan ********** Kasar. Setelah pasokan oksigen menipis, Ryan melepaskan lumatannya.
"Jessie, I love you." Ucap Ryan. Jessie hanya terdiam. Semburat merah muncul dan Jessie melihat ke sekitar. Untungnya tidak ada yang melihat ciuman panas mereka atau mereka melihat dan langsung keluar kembali.
"Jangan pedulikan orang yang melihat kita." Ucap Ryan.
"Ryan, kau berbeda." Ucap Jessie.
"Jangan dekat-dekat dengan Kenneth. Aku tidak suka dengannya dan aku curiga dengannya." Ucap Ryan. Lalu Ia bangkit dan meninggalkan Jessie sendiri di kelas itu karena waktu istirahat sudah mau selesai.
******************************************
Helios Ryan Rynville
Alexandra Jessie Hendrick
Kenneth Santana
Ryan apa Kenneth nih?😂😂
Next update: 3 Mei 2021