The Perfect Bodyguard

The Perfect Bodyguard
35


"Ada apa? Kenapa kau menangis?" Tanya Ryan yang penasaran. Ia kemudian menghampiri Jessie dan ikut melihat foto-foto yang dipegang oleh Jessie.


"Ini mommy, Ry." Ucap Jessie. Ia melihat foto ibunya mulai dari menikah dengan Alex, hamil, dan bahkan foto ibunya bersama dengan Jessie waktu masih bayi. Namun semakin lama, foto-foto yang awalnya membawa memori indah menjadi mimpi buruknya. Terlihat berbagai foto ibunya yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Bahkan ada foto yang menunjukkan luka-luka ibunya dalam jarak dekat.


"Jika kau tidak sanggup jangan dilihat lagi." Ucap Ryan. Jessie memberikan fotonya kepada Ryan. Saat Ryan mengambil fotonya, Jessie melihat ada sebuah tulisan di bagian belakang. Jessie langsung merebut foto itu kembali dari tangan Ryan dan membalikkannya.


Kasihan sekali ibumu sudah meninggal. Aku tahu kau curiga bukan dengan kematiannya. Tenang saja bukan aku yang membunuhnya. Tapi dia.


...~ Xr ~...


Kepala Jessie serasa akan meledak saat itu juga. Ia benar-benar tidak bisa hidup dengan tenang mulai saat ini. Ia kemudian merobek foto itu sampai lembaran-lembaran kecil sambil menangis. Ia kemudian mengambil handphonenya dan menghubungi Xr.


08XXXXXXXXXX


^^^MAU APA KAU HAH?! KALAU KAU PUNYA HUTANG UANG MINTALAH KEPADA RYAN.^^^


Tidak semua hutang berhubungan dengan uang, Jessie.


^^^DASAR ORANG GILA.^^^


Bersabarlah dan menunggu satu setengah bulan lagi. Nanti kau juga akan tahu.


^^^Kenapa harus dua bulan? Kenapa tidak sekarang?^^^


Biar rencanaku semakin matang.


^^^BERENGSEK.^^^


Jessie kemudian membanting handphonenya ke sembarang arah hingga retak. Ryan yang ingin menghentikan Jessie hanya bisa diam. Ia juga merasa bersalah karena semua yang terjadi pada Jessie adalah karenanya. Bahkan Ia juga tidak tahu hutang apa yang dimaksud oleh Xr.


"Jessie, maafkan aku." Ucap Ryan dengan raut wajah bersalah. Jessie mengusap air matanya laku menggeleng.


"Ini semua bukan salahmu. Kau bahkan tidak tahu siapa dia bukan? Orang itu saja yang gila." Ucap Jessie lalu mengecup pipi Ryan singkat.


"Sepertinya aku mengganggu." Ucap Alexa yang ternyata berada di depan pintu sedari tadi. Tidak hanya itu, Alexa juga membawa Kenneth sebagai penghibur dan juga karena pria itu yang memaksa.


"Halo pak tua. Hai Jessie. Aku turut bersedih dengan apa yang terjadi pada ayahmu. Semoga Ia cepat sadar." Ucap Kenneth sambil memegang kedua tangan Jessie. Ryan yang melihat itu langsung melepaskan pegangan Kenneth sambil berdecak kesal.


"Jangan menyentuhnya." Desis Ryan. Kenneth hanya tersenyum lalu kembali memegang tangan Jessie. Jessie tidak bisa melepaskan genggaman Kenneth karena Kenneth menggenggamnya sangat erat.


"Lepaskan, sekarang juga. Aku sedang tidak ingin ribut dengan bocah." Ucap Ryan.


"Baiklah, pak tua. Aku akan mengalah untuk hari ini saja." Ucap Kenneth. Lalu Ia melihat sobekan foto di sudut ruangan. Ia kemudian berjalan dan melihat foto itu. Kenneth langsung paham kenapa foto itu dirobek.


"Kau mau aku membuang ini?" Tanya Kenneth. Jessie kemudian mengangguk. Kenneth mengumpulkan semua sobekan foto itu lalu membuangnya di tempat sampah. Ia kemudian melihat kearah Alex dan menanyakan apa yang terjadi padanya.


"Daddymu kenapa?" Tanya Kenneth. Jessie seketika langsung melihat kearah Ryan meminta penjelasan. Ia terlalu shock tadi sehingga lupa menanyakan apa yang terjadi pada ayahnya.


"Sudah ya, jangan sedih. Uncle Alex pasti akan bangun." Ucap Alexa. Kenneth mengangguk menyetujui Alexa.


"Kau punya Alexa, aku, dan pak tua." Sambung Kenneth. Jessie tersenyum dan mengangguk. Ia sangat beruntung bisa mempunyai 2 teman yang sangat baik padanya dan tentu saja kekasih yang perhatian.


"Jessie, kau belum makan bukan? Biar kupesankan makanan." Ucap Ryan sambil mengambil handphonenya untuk memesan makanan.


"Pak tua sepertinya peduli sekali denganmu." Ucap Kenneth. Ryan yang sedang menelepon restoran cepat saji seketika memberikan tatapan peringatan kepada Kenneth.


"Sepertinya pacarmu itu sangat dendam padaku." Ucap Kenneth sambil balik menatap Ryan. Ryan yang selesai menelepon kemudian berjalan kearah Jessie lalu memeluknya dan berusaha menjauhkan Jessie dari Kenneth.


"Dasar pak tua menyebalkan. Jangan terlalu serius atau kau akan cepat mengalami impoten." Ucap Kenneth. Alexa yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kau kira aku setua apa hah?" Tanya Ryan. Jessie yang mulai pusing dengan pertengkaran mereka langsung melerai.


"Sudah cukup. Tidak usah bertengkar. Kepalaku sudah sakit jangan ditambah hanya karena kalian." Ucap Jessie dengan nada kesal.


"Baiklah, aku akan pergi ke toilet sebentar." Ucap Kenneth sambil berjalan keluar ruangan.


***


Di toilet, Kenneth masuk kedalam bilik yang terletak paling ujung. Ia kemudian membuka handphonenya dan menelpon seseorang.


"Jessie mulai membuka hatinya tapi akan susah mendekatinya karena Ryan akan selalu mengikuti Jessie kemanapun." Ucap Kenneth.


"It's okay son."


********************************************


Helios Ryan Rynville



Alexandra Jessie Hendrick



TRIPLE UPDATE🔥🔥


Sudah ya abis ini updatenya sesuai jadwal lagi 😂😂.


Komen yang banyak ya. Boleh tentang apa yang akan terjadi selanjutnya atau memberikan saran dan pendapat. Soalnya author suka baca komen kalian❤️❤️


Next update: 9 Mei 2021