
Matahari kini tepat berada di atas kepala. Sam pun mengajak Airy untuk makan siang di luar. Tidak ketinggalan dengan Jordy yang ikut serta dengan mereka.
"Abang kita makan steak yuk!" ajak Airy saat mereka berada di lobby perusahaan. Dia terus saja bergelayut manja di tangan kekar Sam.
"Airy, memang kamu tidak khawatir karyawan akan curiga dengan hubungan kalian?" tanya Jordy pelan.
"Memang kenapa?" tanya Sam, sesaat dia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Jordy.
"Lihat, banyak yang berbisik di belakang kamu!" tunjuk Jordy dengan dagunya.
"Biarkan saja!" Bukannya melepaskan tangan Airy, Sam justru merangkul pinggang adiknya.
Tentu saja hal itu membuat Jordy menggelngkan kepalanya. Meskipun semua orang tahu kalau mereka adik kakak, tetapi Jordy merasa khawatir kalau ada yang curiga dengan hubungan keduanya.
Saat tiba di restoran yang dituju, Airy memilih duduk di pinggir jendela dengan menikmati pemandangan gedung bertingkat. Sementara Sam duduk di samping gadis itu.
"Ai, pulang kerja ke apartemen ya!" ucap Sam dengan menyelipkan anak rambut Airy ke belakang kuping adiknya.
"Boleh deh, Bang. Tapi pulangnya jangan malam-malam ya! nanti mama tanya-tanya lagi."
"Ehm ... Airy, apa kamu meminum obat pecegah kehamilan?" tanya Jordy dengan melihat ke arah Sam dan Airy bergantian.
"Untuk apa?" tanya Sam heran.
"Sam, hubungan kalian kan belum resmi. Bagaimana kalau Airy hamil, karena kamu dan Airy kan sering membuat adonan."
"Biarkan saja," ucap Sam dengan melihat ke ponselnya saat terdengar ada panggilan masuk. "Sebentar, Abang terima telepon dulu!"
Sam pun sedikit menjauh untuk menerima panggilan telepon dari Mona. Tentu saja hal itu membuat Airy sedikit tidak suka. Sementara Jordy hanya menggelengkan kepala melihat pasangan itu.
Ribet sekali hidup kamu, Sam. Punya istri dua sekaligus, tapi kamu tidak bisa berbuat adil. Meskipun benar antara kamu dan Mona tidak ada cinta, tapi pernikahan kalian sah di mata Tuhan dan hukum, batin Jordy.
"Mona pulangnya minta dijemput. Sayang, tidak apa ya ke apartemennya nanti saja?" ujar Sam setelah dia kembali duduk di tempatnya.
"Iya, gak apa, Bang. Biar aku pulang sendiri saja."
"Jangan ngambek ya!" Sam mengelus lembut pipi Airy yang mengembung.
Mereka langsung terdiam saat pelayan restoran menyajikan makanan di atas meja. Ketiganya tidak ada yang bersuara, sampai Sam melihat kecap yang ada di sudut bibir gadis itu, dia langsung mengelapnya.
"Ai, makannya pelan-pelan!" tegur Sam.
...***...
Sore harinya, Sam pun menjemput Mona seperti apa yang diminta istrinya, sedangkan Airy sudah pulang lebih dulu ke rumahnya. Gadis itu merasa kesal karena rencana mereka ke apartemen gagal. Hanya karena Mona meminta Sam untuk menemani wanita itu berbelanja.
"Sam, Airy pulang dengan siapa?" tanya Mona saat mereka tiba di parkiran Mall.
"Sendiri."
"Sam, nanti tunggu aku ke salon ya! Sepertinya sudah lama aku tidak spa."
"Mona, aku tidak bisa! Airy meminta aku untuk mengajari dia tentang grafik pergerakan saham perusahaan," kilah Sam.
"Kenapa sih Sam, kamu selalu memprioritaskan Airy. Bukankah aku yang jadi istri kamu? Meskipun tidak ada cinta di antara kita, tapi seharusnya aku yang jadi prioritas utama kamu."
"Airy adikku dan aku sangat menyayanginya."
"Perasaan sayang kamu itu terlalu berlebihan pada adikmu. Sampai-sampai aku merasa kalau kalian itu bukan adik kakak."
Mona pun akhirnya memilih mengalah mengikuti apa yang Sam katakan. Tadinya dia mengajak Sam agar fans-nya tahu kalau pernikahan dia dengan Sam harmonis. Sehingga akan menaikan popularitasnya
Kenapa Sam sangat perhatian sekali pada Airy. Perlakuan dia tadi pagi saja membuat orang yang tidak tahu pasti tentang hubungan mereka menjadi salah paham. Ditambah lagi, Sam sangat mengutamakan Airy. Apa mungkin Sam jatuh cinta pada adiknya sendiri, batin Mona.
Ibu hamil itu hanya bergidik membayangkan hubungan terlarang antara adik kakak itu. Dia jadi membayangkan kalau Sam dan Airy benar-benar menjalin hubungan di belakang semua orang.
Biarkan saja, toh aku juga tidak mencintai Sam. Aku hanya ingin memanfaatkan dia saja, agar nama baik keluargaku tidak tercemar.
Untuk memastikan kecurigaannya, Mona pun sengaja membeli kue red velvet untuk mertuanya. Dia meminta Sam agar mengantarkan langsung ke rumah Keluarga Samudera sepulang dari mall. Saat tiba di sana, mereka pun di sambut oleh Mama Hanna.
"Mama, ini ada sedikit kue untuk Mama. Tadi aku dan Sam habis jalan-jalan ke mall. Pas lihat toko kue, jadi keingetan Mama," ucap Mona dengan memberikan paper bag pada Mama Hanna.
"Wah terima kasih, Mona. Kamu memang menantu Mama yang baik. Ayo masuk dulu! Kita makan kue sambil ngobrol," ajak Mama Hanna seraya menarik tangan Mona agar mengikutinya.
Sementara Sam berlalu begitu saja menuju ke lantai atas. Bukan kamarnya yang dia tuju tapi kamar Airy. Laki-laki ingin langsung masuk begitu saja ke kamar Airy.
"Sepertinya Airy sedang mandi. Aku tidur saja sebentar," gumam Sam.
Sementara itu, melihat Sam yang naik ke atas, Mona menjadi semakin penasaran. Dia pun meminta ijin pada Mama Hanna untuk pergi ke kamar Sam.
"Mah, aku ke atas sebentar ya! Aku ingin mencuci mukaku dulu," pamit Mona.
"Oh, langsung ke kamar Sam saja, ya! Mama mau siapkan makan malam untuk kita. Mona, menginap saja di sini!"
"Iya Mah, nanti aku tanya ke Sam dulu. Kalau begitu, Mona ke atas dulu ya, Mah."
"Iya, Sayang."
Mona pun langsung pergi ke atas menuju kamar Sam. Namun, dia tidak mendapati suaminya di sana. Mona akhirnya, mengetuk pintu kamar Airy untuk memastikan keberadaan suaminya.
Tok ... Tok ... Tok ....
"Sebentar!" teriak Airy di dalam kamar. Terlihat gadis itu melongokan kepalanya setelah dia membuka pintu.
"Boleh Kakak masuk?" tanya Mona.
"Boleh, memangnya ada apa Kak?" tanya Airy dengan wajah herannya.
"Tidak apa sih. Kakak hanya ingin lebih kenal dengan kamu. Kita kan ipar, masa seperti orang asing. Apalagi, kamu adik kesayangan suamiku. Sudah pasti jadi adik kesayangan aku juga," sarkas Mona.
"Oh, silakan masuk Kak!" Airy pun langsung mempersilakan Mona masuk ke dalam kamarnya. Tentu saja hal itu membuat Mona jadi merasa lega karena ternyata Sam tidak ada di kamar adiknya seperti apa yang dia pikirkan.
"Airy, apa kamu melihat Sam? Tadi Kakak ke kamarnya tapi tidak menemukan dia," tanya Mona.
"Aku tidak tahu, waktu Kakak mengetuk pintu, aku baru keluar dari kamar mandi sehabis mandi."
"Oh, begitu ya! Kakak pikir Sam sedang ada di kamar kamu."
Tadi sih ada Kak Mona, tapi saat Kakak mengetuk pintu, Bang Sam langsung pergi ke ruang kerjanya. Kakak sih datang-datang ganggu orang yang lagi sayang-sayangan saja, batin Airy.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....