
Kesehatan Mona sudah semakin membaik. Dia sangat berterima kasih pada Sam dan keluarganya saat melihat keadaan putranya yang baik-baik saja. Dia pun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
"Mona, pulang ke rumahku apa ke rumahmu?" tanya Sam saat menjemput mantan istrinya.
"Ke rumahku. Sam, apa kamu sudah mencari seorang pengacara untuk menggugat Zein. Aku harus mengambil kembali uang yang dia pakai dulu untuk masa depan Gala."
"Sudah. Mona, kalau kamu tidak keberatan, aku dan Airy bersedia merawat Gala sampai dia besar."
"Terima kasih, Sam. Aku akan menjemput Gala setelah urusanku dengan Zein selesai. Mungkin aku akan akan pergi bersama dengan putraku ke negara asal ayahku. Aku ingin melupakan semua hal yang terjadi di sini. Aku akan memulai hidup baru bersama dengan Gala di sana."
"Baiklah! Kalau itu sudah keputusan kamu. Tapi aku minta biarkan Gala bersama dengan kami sampai waktu itu tiba."
"Iya, Sam. Tidak apa."
Setelah percakapan itu, Mona benar-benar menggugat cerai Zein. Dia pun meminta laki-laki yang dengan tega menggelapkan uang perusahaan papanya demi bisnis barang haram agar mengembalikannya. Namun, Mona tidak bisa mendapatkan karena dia tidak memiliki cukup bukti. Sampai akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk segera pergi dari negaranya.
Seperti saat dulu dia menitipkan Gala, Mona pun datang ke kediaman Samudera, menjelang keberangkatannya. Wanita cantik itu sudah menjual semua aset papanya termasuk rumah peninggalan kedua orangtuanya dan apartemen miliknya untuk bekal membuka usaha di negeri asal papanya.
"Permisi, Tante. Boleh saya masuk?" sapa Mona saat pintu rumah besar itu ada yang membukanya.
"Loh, Mona. Ayo masuk! Gala sepertinya sedang menenangkan Zyva. Anak itu ngambek karena tahu Gala mau pergi. Padahal biarkan saja di sini," ucap Mama Hanna dengan memberi jalan untuk Mona masuk.
"Terima kasih, Tan. Tapi aku ingin dekat dengan putraku. Dia satu-satunya keluarga yang masih aku miliki." Mona berbicara dengan nada sendu.
"Maaf, Mona. Tante tidak bermaksud untuk egois. Tapi kami semua sudah terlanjur sayang sama putramu. Sebentar Tante panggilkan ya! Sam dan Airy juga pasti sedang membujuk Zyva."
"Boleh saya bertemu dengan Zyva sebentar, Tan?"
"Boleh! Ayo kita ke kamarnya!" Mama Hanna langsung pergi lebih dulu dengan Mona yang mengikutinya dari belakang.
Saat sudah di kamar Zyva, terlihat Gala sedang merayu gadis kecil itu dengan jepit rambut berbentuk bintang dan sekotak coklat di tangannya. Mona dan Mama Hanna hanya dia mematung di ambang pintu. Ingin tahu apa yang akan mereka lakukan.
"Zy, nanti Kakak pasti pulang lagi buat main sama kamu. Kata Mama, setiap libur musim semi, pasti akan berkunjung ke sini," rayu Gala seraya duduk di depan Zyva.
"Tapi itu lama. Nanti siapa yang akan temani Zyva main. Yang akan menangkap kupu-kupu buat Zyva. Yang akan menjaga Zyva kalau Zyva terbangun tengah malam. Katanya kita saudara, kenapa harus pergi meninggalkan saudaranya?"
Saat Gala akan bicara, terdengar suara orang dewasa berbicara di belakang kedua anak kecil itu. Mona langsung menghampiri Zyva dan putranya, lalu duduk di samping gadis itu.
"Sayang, maafkan Tante ya! Tante harus mengajak Gala ikut bersama dengan Tante, karena selain Gala, Tante tidak punya siapa pun lagi di dunia ini. Orang tua Tante sudah tiada, suami Tante pun memilih untuk bersama dengan orang lain. Kalau Gala tidak ikut, Tante tidak punya siapa pun lagi."
"Benar Tante tidak punya siapa-siapa lagi?" tanya Zyva memastikan.
"Iya, Sayang. Nanti saat libur sekolah, Zyva bisa main ke rumah kami atau nanti Tante dan Gala yang main ke sini," bujuk Mona.
"Iya, Dek. Kakak pasti akan sering berkunjung ke sini."
"Ya sudah deh. Tapi janji ya Tante, akan bawa Kak Gala buat pulang ke sini."
"Sebentar Kak Mona! Gala, baik-baik di sana ya, Sayang. Patuh sama Mama Mona. Kalau ada waktu, Mama, Papa dan Adik Zyva pasti akan mengunjungi kamu, Nak!" Airy membawa Gala dalam pelukannya. Diikuti oleh Zyva yang ikut memeluk mamanya.
"Iya, Mah. Gala sayang sama Mama, sama Papa juga sama Adik."
"Jaga kesehatan ya, Nak. Papa pasti akan kangen sama kamu." Sam pun ikut memeluk anak dan istrinya
"Iya, Pah!" sahut Gala.
Setelah melihat Gala puas berpelukan keluarga asuhnya, Mona pun segera berpamitan. Karena memang dia tidak ingin kehilangan pesawat. Sementara Airy dan Sam, harus menenangkan putrinya kembali karena menangis kencang saat melihat Gala dibawa pergi oleh Mona.
"Sayang, jangan nangis, dong! Bagaimana kalau kita naik bianglala, biar bisa melihat kak Gala dari ketinggian," ajak Sam.
"Memang bisa, Pah?" tanya Zyva langsung menghentikan tangisnya.
"Bisa Sayang! Nanti kan rumah-rumah akan kelihatan kecil. Kalau tidak, kita lihat pakai teropong saja."
"Beneran, Pah. Bisa lihat Kakak?"
"Mungkin bisa, bagaimana kalau kita mencobanya?"
"Boleh deh, Pah."
Akhirnya Zyva pun sedikit melupakan rasa kehilangannya pada Gala setelah dia diajak mengunjungi planetarium dan melihat bintang-bintang yang bertaburan di angkasa.
"Bang, seandainya dulu keluarga aku dulu menjemput aku. Apa Abang akan bersikap seperti Zyva."
"Lebih dari itu, Sayang. Keluarga Abang bahkan berkali-kali sidang untuk mendapatkan hak asuh kamu. Karena kami tidak mungkin membiarkan kamu dibawa oleh keluarga kamu yang hanya menginginkan harta orang tua kamu."
"Begitu ya, Bang."
"Iya, karena kamu hanya milik Abang. Dari dulu dan sampai kapan pun, kamu akan tetap berada di sisi Abang." Keduanya saling bertatapan menyalurkan semua rasa yang terpendam di hati.
Terima kasih Tuhan, meskipun aku kehilangan kedua orang tuaku. Tapi Engkau mengganti kasih sayang mereka dengan keluarga Samudera yang begitu menyayangi aku. Terima kasih untuk semua nikmat dan anugerah yang aku dapatkan, batin Airy.
Terima kasih Tuhan, Engkau telah menurunkan bidadari cantik seperti istriku. Selamanya aku akan menjaga dia dan menyayanginya setulus hatiku. Aku sangat mencintaimu istriku, kekasih hatiku, bidadari di hatiku.
...~Tamat~...
Terima kasih teman-teman sudah mengikuti cerita Airy dan Sam. Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga kita bisa berjumpa lagi di lain cerita dan di lain kesempatan. See you bye-bye Kakak Reader tersayang.
Untuk Pengumuman Giveaway besok ya kakak🙏🏻
Love u all