Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 32 Dua Garis Merah


Ruangan dengan gaya klasik, kini menjadi saksi bisu kegalauan Tuna Angga. Beberapa hari ini,dia terus saja mencari kebenaran dari bukti yang Sam berikan. Dia ingin mengelak semua bukti yang putranya berikan.


Akan tetapi, saat dia menyusuri, memang benar adanya dengan apa yang Sam dan Airy katakan. Di sisi lain, dia juga butuh dana segar untuk memperbesar perusahaannya. Apalagi, David menawarkan investasi yang cukup besar untuk kemajuan perusahaannya.


"Aku ingin sekali mengambil tawaran David. Tapi aku tidak mungkin mengorbankan Airy. Aku sudah berjanji pada Galang dan Sherin untuk menjaga putri mereka. Tapi ... Aku juga butuh dana itu."


Tuan Angga terus saja berbicara sendiri menimang keputusan yang akan dia ambil. Sampai akhirnya dia pun mengambil kesimpulan menolak kesepakatan kerjasama yang tinggal dia tanda tangani besok.


"Benar apa yang Sam bilang, aku tidak mungkin mengorbankan kebahagiaan anak-anakku hanya karena sebuah ambisi. Sam pernikahannya gagal, masa aku juga harus membuat Airy mengalami hal yang sama. Apalagi, mereka sudah menikah siri," gumam Tuan Angga.


Dia pun beranjak dari tempatnya.Tuan Angga segera menuju ke rumahnya, Dia yakin kalau Sam pasti ada di sana. Karena saat kemarin di apartemen Airy, dia meminta kedua anaknya agar tinggal di rumahnya.


Setibanya di rumah, Tuan Angga melihat pemandangan yang sungguh membuatnya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, dia melihat Sam sedang tidur di atas paha Airy seraya memakan buah belimbing wuluh.


"Sam, apa yang kamu lakukan?" tanya Tuan Angga dengan melihat tajam ke arah putranya.


"Aku lagi makan buah. Tadi habis metik di rumah tetangga. Enak loh, Pah! Apa Papa mau?" tawar Sam.


"Bukannya itu masam, ya! Kenapa kamu begitu menikmatinya?" tanya Tuan Angga lagi seraya meringis.


"Ini enak loh, Pah. Sudahlah, kalau Papa tidak mau. Ini semua buat aku." Sam membenarkan duduknya dan tersenyum pada Airy.


Tuan Angga hanya melihat ke arah Airy dan Sam secara bergantian. Dia merasa curiga kalau kini Airy tengah mengandung cucunya. Akhirnya dia pun bertanya pada anak-anaknya.


"Apa Airy sedang hamil muda?" tanya Tuan Angga.


Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ....


Sam yang sedang memakan belimbing wuluh, langsung tersedak mendengar pertanyaan papanya. Secepatnya Airy pun memberi minum pada Sam. Barulah dai menjawab pertanyaan papanya.


"Aku gak hamil, Pah. Tapi kayaknya aku telat datang bulan. Harusnya akhir bulan itu aku dapat. Tapi sekarang sudah tanggal tujuh belum juga dapat," jawab Airy,


"Apa, Ai? Kamu telat datang bulan?" tanya Mama Hanna yang tiba-tiba saja datang.


"Iya, Mah."


"Astaga, Ai! Berarti kalian benar-benar sudah melakukannya?" tanya Mama Hanna lagi.


"Iya, Mah." Tanpa malu Sam langsung menjawab pertanyaan mamanya.


Dia mengeluarkan alat test kehamilan dan memberikannya pada Airy. Mama Hanna pun terlebih dahulu mengajari Airy bagaimana cara memakai alat itu. Setelah Airy mengerti, barulah Airy ke kamar mandi.


Airy membiarkan tespek mengenai urin selama lima sampai sepuluh detik, dan tidak sampai melebihi batas tanda 'max'. Bisa juga dengan menggunakan wadah. Namun, Airy malas mencarinya. Padahal, tinggal memasukan urin ke wadah kecil dan celupkan bagian ujung tespek selama lima sampai sepuluh detik. Setelah beberapa menit, hasil tespek akan keluar.


Wanita muda itu tertegun saat melihat dua garis di ujung tespek itu berubah berwarna merah. Itu berarti kalau dia mmenag benar sedang hamil. Antara bahagia dan bingung kini menggerogoti pikirannya. Airy khawatir papanya masih bersikukuh untuk menjodohkan dia dengan David.


Tok ... Tok ... Tok ....


"Ai, bagaimana hasilnya?" tanya Mama Hanna seraya mengetuk pintu kamar mandi.


Tanpa menjawab pertanyaan mamanya, Airy pun segera keluar dari kamar mandi. Dia memperlihatkan tespek yang menampilkan dia garis merah di ujungnya. Namun, di luar dugaannya, Mama Hanna justru memeluknya.


"Selamat ya Sayang! Kamu akan jadi ibu. Jaga cucu Mama baik-baik ya! Tapi sepertinya, Mama harus menyiapkan pesta pernikahan untuk kaliana," ucap Mama Hanna dengan wajah yang berseri.


"Mah, jangan pesta! Cukup dengan syukuran sederhana saja," ucap Airy dengan menundukkan kepalanya.


"Tapi pernikahan kalian harus diulang, Ai. Agar orang-orang tahu kalau kalian sudah menikah secara resmi, ucap Mama Hanna kemudian.


"Iya, Mah. Tapi cukup keluarga dekat saja yang diundang."


Kedua wanita cantik itu terus saja berunding seraya berjalan menuju ke ruang tengah. Sam pun langsung berdiri menghampiri istrinya. Dia merasa tidak sabar ingin mengetahui hasil test kehamilan itu.


"Sam, kamu yang giat bekerjanya, sekarang tanggung jawab kamu bertambah. Bukan hanya pada Airy, tapi juga pada calon anak kalian," ucap Mama Hanna.


"Jadi benar kalau Airy hamil?" tanya Sam dengan dijawab anggukan oleh mamanya. "Alhamdulillah."


"Sudah, Pah. Lebih baik Papa batalkan saja perjodohan Airy dengan David. Sekarang kita akan memiliki cucu."


"Iya, Mah. Mau tidak mau Papa harus membatalkannya."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih ...