Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 7 Melepas Rindu


Malam semakin larut, semua orang pun sudah terlelap tidur di kamarnya masing-masing. Begitupun dengan Mona yang tidur di kamar Sam. Namun, laki-laki itu beralasan akan tidur di ruang kerja. Sehingga tidak ada yang curiga dengan apa yang dilakukan oleh kakak beradik yang kini sudah menjadi suami istri.


Sam sengaja menyelinap ke kamar Airy lewat ruang kerjanya. Karena dari sana, ada pintu penghubung yang langsung ke kamar gadis itu. Tidak lupa Airy pun mengunci pintu kamarnya agar apa yang mereka lakukan tidak ketahuan oleh orang tua dan semua penghuni rumah.


"Abang, apa tidak akan ada yanag tahu kita seperti ini?" tanya Airy saat mereka sudah melakukan olahraga malamnya.


"Tidak akan, Sayang. Pintu ruang kerja dan pintu kamar ini sudah terkunci rapat. Asalkan kita tidak berisik, mereka tidak akan ada yang tahu." Sam mencium kening Airy sekilas. "Ayo kita tidur, sudah jam satu pagi."


Airy pun hanya menurut apa yang laki-laki itu katakan. Dia mengeratkan pelukannya pada Sam seraya memejamkan matanya. Begitupun dengan Sam yang memeluk tubuh ramping istrinya. Sampai akhirnya keduanya terlelap sampai pagi.


Langit yang gelap kini berganti terang dengan cahaya keemasan di ufuk timur. Namun, kedua insan itu masih saja menikmati mimpi indahnya. Sampai terdengar suara ketukan pintu, barulah keduanya terbangun dari tidurnya.


"Ai, Airy, bangun sayang! Sudah jam enam pagi," teriak Mama Hanna di depan pintu.


Airy dan Sam langsung terkejut mendengar teriakan wanita yang dicintainya itu. Mereka segera berhamburan menuju ke kamar mandi. Setelah menyalakan air shower, barulah Airy berteriak.


"Iya, Mah. Aku mau mandi!"


"Jangan lama-lama! Ditunggu di meja makan," Mama Hanna kembali berteriak.


Setelah tidak terdengar lagi suara mamanya, Airy pun masuk ke kamar mandinya. Terlihat Sam sedang mandi di bawah air shower dengan tubuh toplesnya.


"Sini, Ai! Kita mandi bersama!" ajak Sam dengan menarik tangan istrinya.


Laki-laki itu dengan telaten menyabuni istrinya. Sama seperti mereka masih kecil. Sam yang usianya lima tahun lebih tua dari Airy, terkadang menjadi sosok seorang ibu bagi gadis itu.


...***...


Setelah hari itu, Airy dan Sam menjadi jarang bertemu karena kesibukan mereka. Apalagi banyaknya masalah di perusahaan yang harus Sam selesaikan. Terkadang laki-laki itu pun menginap di sana. Airy yang merasa kangen dengan Abangnya, biasanya pergi ke perusahaan untuk makan siang bersama. Namun, sudah seminggu ini Sam tugas ke luar kota, membuat Airy menjadi uring-uringan sendiri di rumah.


"Bosan banget di rumah terus. Tiap mau ke luar, mama pasti nanyanya teliti banget. Mau ke mana, pergi dengan siapa, sampai jam berapa. Dahlah, aku mau ke apartemen saja. Gini amat jadi pengangguran. ngajak main Early, pasti sibuk dengan pacarnya. Enak banget dia, bisa pacaran tanpa harus umpet-umpetan," gerutu Airy di kamarnya.


Dia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Sam. Namun panggilan teleponnya tidak angkat terus oleh laki-laki itu. Akhirnya Airy memutuskan untuk mengirim pesan pada Sam.


Send to Abang Sayang: [Bosan]


Untuk beberapa saat lamanya, tidak ada balasan dari Sam. Sampai Airy akan pergi ke kebun belakang, ponselnya berbunyi dengan suara khusus yang dia setting untuk menandakan ada panggilan telepon dari Sam. Airy pun segera mengangkat panggilan dari suaminya.


"Halo, Abang! Kemana aja sih gak diangkat?"


"Maaf, Sayang. Abang sedang di jalan. Kangen, hm?"


"Tau akh! Kesel, bete, bosan, jenuh."


"Abang tunggu di apartemen ya!"


"Abang sudah pulang dari luar kota?"


"Pulang hari ini, sekarang baru keluar tol."


"Ya udah deh! Aku ke apartemen sekarang. Tapi bawa oleh-oleh kan, Bang?"


"Bawa, Sayang. Abang tutup ya!"


Airy langsung bersiap setelah Sam menutup panggilan telepon itu. Wajah yang tadinya kusut kini terlihat berseri kembali. Bagaimana tidak, kekasih hatinya kini sudah pulang dari luar kota. Dia menapaki tiap anak tangga dengan bersenandung kecil.


"Mau ke apartemen, Mah. Sudah lama Ai tidak melihat apartemen."


"Dengan siapa di sananya? Tidak boleh bawa teman laki-laki ke apartemen ya! Sama satu lagi, jangan lupa makan!"


"Iya, Mama. Airy pergi sendiri, Mah. Mama jangan khawatir, Airy pasti bisa jaga diri."


"Bagaimana Mama tidak khawatir, kamu itu anak perempuan Mama satu-satunya."


"Iya, Mama. Airy berangkat sekarang ya!" Airy pun segera mencium punggung tangan wanita cantik yang sudah seperti ibu kandungnya itu.


"Iya hari-hati Sayang!"


Airy langusng pergi menuju ke apartemen miliknya. Rasa rindu yang membuncah di dadanya, membuat dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan Sam.


Grep!


Sepasang tangan tiba-tiba saja merengkuhnya saat dia masuk ke dalam apartemen. Sam tersenyum senang saat wanita yang dicintainya merasa terkejut dengan serangannya yang tiba-tiba.


"Abang ...!"


"Hm ... Abang kangen sekali, Ai!" Sam mencium tengkuk Airy yang sukses membaut gadis itu merasa kegelian. Dia pun segera membalikkan badannya menghadap ke arah Sam.


"Aku juga kangen sama Abang," ucap Airy seraya mengalungkan tangannya ke leher Sam.


Keduanya saling melempar senyum, memberikan senyum termanis yag mereka miliki. Sampai akhirnya kedua bibir itu saling berpagutan. Entah siapa yang memulainya, keduanya terlihat saling menikmati satu sama lain. Sebuah rasa yang membuncah memenuhi dada, kini mereka salurkan melalui ciuman panjang.


"Ai, kita ke kamar ya!" ajak Sam dengan napas memburu.


Dia sudah tidak bisa menahan semua hasrat yang dia tahan selama berhari-hari, saat mereka tidak bertemu. Akhirnya, tempat tidur menjadi tempat ternyaman untuk dua anak manusia yang ingin melepaskan hasratnya. Melepaskan kerinduan yang sudah tak terbendung lagi.


"Bang, aku bosan di rumah terus. Mau main juga, mama suka nanya-nanya terus seprti detektif. Padahal, aku kan hanya mau ketemu Abang." Airy langsung mengadu pada Sam saat mereka baru saja selesai memadu kasih.


"Kerja sama Abang saja," saran Sam dengan mengelus lembut Airy.


"Maksud Abang? Aku kerja di kantor Abang?" tanya Airy dengan mendongakkan kepalanya melihat ke arah Sam.


"Jadi sekretaris Abang. Biar Jordy nanti jadi wakil Abang," ucap Sam yang masih asik memainkan rambut Airy.


"Boleh deh, Bang. Biar aku kketemu terus sama Abang. Aku juga bisa tahu siapa saja, cewek yang suka tebar pesona sama Abang."


"Tidak usah mencarinya."


"Kenapa?" tanya Airy langsung bangun dari tidurannya di dada Sam.


"Karena hanya kamu, yang mampu menarik hati Abang. Secantik apapun gadis yang mendekati Abang, di mata Abang hanya kamu yang terlihat sempurna. Gadis kecil Abang yang sangat Abang cintai."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....