Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 29 Kamu yang egois!!!


Sarapan bersama dengan Keluarga William, membuat Sam merasa kegerahan sendiri. Bagaimana tidak, dia harus menyaksikan David begitu perhatian sama Airy. Meskipun dia tahu kalau Airy hanya menghargai keluarga itu, tetap saja dia merasa tidak rela melihat Airy berada di dekat David. Sementara dia sendiri, harus duduk di samping orang tuanya.


"Tidak bisa aku biarkan, aku harus secepatnya bicara sama Papa," gumam Sam pelan.


"Bicara apa, Sam?" tanya Tuan Angga yang tidak sengaja mendengar apa yang Sam katakan.


"Aku mau bicara penting sama Papa. Sepulang dari sini, aku minta waktu sebentar!" ujar Sam dengan mata yang tidak lepas dari Airy.


"Baiklah kalau memang itu sangat penting." Tuan Angga tersenyum saat calon besannya melihat ke arahnya yang terus berbisik dengan Sam.


"Tuan Angga, sepertinya putra putri kita sudah sama-sama cocok. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk meresmikan hubungan mereka," ucap Tuan Josh, papanya David.


"Memang seharusnya mereka cepat diresmikan. Agar hubungan kekerabatan kita semakin dekat," Tuan Angga langsung menyetujui usulan dari rekan bisnisnya itu.


"Saya merasa tidak sabar untuk secepatnya melamar Airy. Tuan Angga, apakah boleh putri Anda untuk saya jadikan istri?" tanya David dengan mata yang tidak tidak lepas dari Airy. "Airy, mau kan menjadi Nyonya William dan mendampingiku seumur hidup?" lanjutnya.


"Tentu saja saya merestui. Saya yakin, Airy pun akan setuju." Tuan Angga tersenyum cerah mendengar lamaran dari David. "Bukankah begitu, Airy?"


"I-iya, Pah." Airy terlihat gagap menjawab pertanyaan dari papanya.


Dia melihat ke arah yang juga melihat ke arahnya dengan mengepalkan tangannya di bawah meja. Ingin sekali Sam memberontak, tetapi dia tidak mau membuat papanya malu. Sudah pasti papanya akan marah kalau dia berulah.


"Maaf Tuan, Nyonya. Saya duluan karena ada hal yang harus saya kerjakan," pamit Sam. Dia pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Airy dan kedua orang tuanya. Sungguh Sam tidak bisa melihat Airy dilamar oleh laki-laki lain.


Melihat kepergian Sam, Airy hanya menatap dalam punggung kokoh itu. Hatinya pun sama terlukanya dengan keadaan yang seperti ini. Bisa saja Airy menolak permintaan papanya. Tapi rasa balas budi di hatinya, membuat dia menyimpan rapat-rapat ketidaksetujuan pada rencana perjodohan itu.


"Kalau Tuan Angga dan Airy sudah menerima lamaran David. Lebih baik kita mengatur acara pertunangan secepatnya," usul Tuan Josh.


"Iya, benar. Saya sangat senang jika memilih memantu secantik Airy," ucap Nyonya Diana, mamanya David.


Airy hanya tersenyum samar mendengarkan pembicaraan orang tua. Sedikit pun dia tidak ikut menimpali. Sampai acara sarapan pagi bersama selesai, Airy hanya sesekali menimpali pembicaraan para orang tua.


"Airy, kenapa diam saja? Bukankah kamu biasanya selalu ceria jika bersama dengan teman-temanmu?" tanya David saat dia mengantar Airy ke kamar gadis itu.


"Apa sebelumnya kita pernah bertemu, Tuan?" tanya Airy pura-pura tidak ingat.


"Aku selalu mengingat kamu Airy. Gadis cantik yang selalu menghindari aku. Sedetik pun, aku tidak bisa melupakan wajah kamu. Aku sangat bahagia karena akhirnya bisa memiliki kamu." David menampilkan senyum terbaiknya. Senyum yang selalu bisa meluluhkan hati banyak wanita.


"Sudah sampai, Tuan. Terima kasih sudah mengantar ke sini. Tapi, maaf! Saya tidak bisa mengajak Tuan masuk ke dalam," pamit Airy.


"Tidak apa, kalau begitu aku permisi. Sampai ketemu nanti, Airy!"


Airy hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia menghembuskan napasnya kasar setelah David sudah tidak terlihat lagi. Airy pun masuk ke kamar Sam. Karena dia yakin pasti suaminya sedang menahan kekesalannya.


Gadis itu celingukan mencari keberadaan Sam. Namun, sepertinya dia tidak menemukan Sam di kamar maupun di kamar mandi. Airy pun mencari ke balkon. Terlihat di sana, Sam sedang berdiri di tepi pagar dengan kedua tangan memegang pagar pembatas itu.


"Abang," panggil Airy seraya memeluk Sam dari belakang. "Maafkan aku, aku ...."


"Kamu tidak salah, Ai." Sam membalikkan tubuhnya melihat ke arah Airy. "Abang yang salah. Abang terlalu pengecut untuk mengakui hubungan kita di depan mama dan papa. Tapi kamu tenang saja, Abang pasti akan memperjuangkan cinta kita. Sepulang dari sini, Abang akan segera mengurus perceraian Abang dengan Mona."


"Terima kasih, Bang." Airy menatap dalam mata Sam. Begitupun dengan Sam yang menatap lekat istrinya. Sampai akhirnya pandangan mereka terputus, saat dia mendengar suara pintu kamar ada yang mengetuk.


"Iya, Bang!" sahut Airy dengan melepaskan pelukannya pada Sam.


Laki-laki tampan itu langsung menuju ke pintu kamar. Dia tersenyum tipis saat melihat papanya berdiri di depan pintu. Sam pun langsung memberi jalan pada papanya agar masuk ke dalam kamar.


"Sam, mau bicara apa sama Papa?" tanya Papa Angga saat sudah berada di kamar.


"Mengenai Airy."


"Maksud kamu? Kenapa dengan Airy? Apa ada masalah?"


"Pah, aku tidak setuju papa menjodohkan Airy dengan David. Dia itu bukan laki-laki yang baik. Dia seorang pemain wanita. Lagipula aku dan Airy sebenarnya ... Kami sudah menikah."


"Apa katamu? Menikah? Jangan bercanda kamu, Sam!" sentak Papa Angga menatap tajam Sam.


"Aku serius, Pah. Kami sudah menikah siri lima bulan yang lalu, sehari setelah aku menikah dengan Mona."


BUGH! BUGH!


Tanpa bicara lagi, Tuan Angga langsung menghajar Sam. Di benar-benar merasa murka, sakit hati, merasa dikhianati bercampur jadi satu saat mendengar putranya menikahi putri angkatnya tanpa persetujuan dia.


"Papa jangan!" teriak Airy seraya berlari memburu Sam yang akan mendapatkan tonjokan dari papanya lagi.


"Jangan ikut campur, Airy! Laki-laki kurang ajar ini tidak menghormati aku. Dia mengambil putriku tanpa seijin dariku. DI MANA TATA KRAMA KAMU CAKRAWALA SAMUDERA? AKU MENDIDIK KAMU DENGAN BAIK BUKAN UNTUK JADI SEORANG PENCUNDANG."


"Maafkan kami, Pah! Kami memang salah," mohon Airy.


Tuan Angga langsung menarik Airy. Dia tidak terima telah dipermainkan oleh kedua anaknya. Bahkan, Sam dan Airy menyembunyikannya selama berbulan-bulan."


"Dengar Sam! Jangan pernah menemui putriku sebelum kamu bisa membuktikan ucapan kamu. Aku tidak terima kamu mengambil putriku tanpa seijjin dariku. Kalau memang kamu menginginkan putriku, kamu harus bisa buktikan, bahwa kamu lebih baik dari Tuan David."


"Tapi, Pah, Airy istriku. Tidak mungkin dia menikah lagi sementara status kamu sudah suami istri."


"Kamu tinggal menceraikannya. Kalian kembali ke jalan masing-masing. Seperti hubungan dari awal, hanya sebagai kakak dan adik."


"Bagaimana bisa begitu, Pah? Kami saling mencintai. Papa jangan egois!"


"Kamu bilang, Papa egois! Kamu yang egois!!! Kamu hanya memikirkan perasaan kamu sendiri. Apa saat kamu menikahi Airy, kamu memikirkan perasaan papa, perasaan mama, perasaan Mona, perasaan mertua kamu?"


"Tapi, Pah. Kami saling mencintai."


"Tidak ada tapi. Buktikan kalau kamu lebih baik dari David."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....