
Acara syukuran baru saja selesai digelar. Airy pun berbincang dengan sahabatnya yang jarang sekali bertemu dengannya. Early yang sibuk dengan pekerjaannya dan Airy yang sibuk dengan suami dan anaknya.
"Airy, aku ke sini sekalian mau memberikan undangan buat kamu," ucap Early malu-malu.
"Kamu mau nikah," tebak Airy dengan menerima undangan itu.
"Hehehe ... Iya!" Early terlihat cengengesan merasa malu untuk mengakuinya.
"Apa? Bang Jordy? Jadi kamu mau nikah sama Bang Jordy?" tanya Airy setelah selesai membaca undangan itu. Dia sangat kaget dengan apa yang dibacanya.
"Hehehe ... Iya Airy. Ternyata laki-laki yang mau orang tuaku jodohkan itu Bang Jordy. Terpaksa deh aku menerimanya. Soalnya Papa maksa aku," Lagi-lagi Early cengengesan. Kemudian, gadis itu mengerucutkan bibirnya.
"Tidak apa! Bang Jordy kan baik. Biar nanti kita double date," sahut Airy dengan tersenyum manis.
"Tahu akh Airy ... Aku sebenarnya gak suka sama dia tapi dia sering traktir aku jajan. Kan lumayan aku gak usah keluar uang."
"Kamu tuh, ada-ada saja. Berarti cintamu berawal dari makanan itu," canda Airy.
"Hahaha ... Iya benar. Kamu tuh tahu saja."
Oek ... oek ... oek ....
Mendekat tawa Early yang lumayan keras, membuat baby Zyva langsung terbangun dari tidurnya. Sontak saja gadis itu langsung menutup mulut karena dia merasa bersalah karena audah membangunkan putri sahabatnya.
"Ai, Zyva kenapa nangisnya kencang sekali?" tanya Sam dengan menggendong Gala.
"Hehehe ... Maaf Bang, tadi dia kaget dengar aku tertawa. Ai aku pulang dulu ya!" Early langsung pamit pada sahabatnya. Dia tidak mau berurusan dengan Sam yang selalu menampilkan wajah horor pada orang yang tidak disukainya. Karena Early bukan hanya sekali dua kali mendapatkan kekesalan Sam.
Setiap kali dia mengajak Airy jalan-jalan atau bermain dengan teman lelakinya, pasti laki-laki itu akan berkata tajam padanya. Meskipun begitu, Early tidak kapok untuk bermain dengan Airy saat mereka masih sekolah dulu.
"Iya, Early. Nanti aku pasti datang!" sahut Airy melihat kepergian sahabatnya.
"Datang ke mana?" tanya Sam menyelidik.
"Acara pernikahannya. Memangnya Abang tidak tahu kalau Early akan menikah dengan Bang Jordy. Nih undangannya!" tunjuk Airy seraya dia menyusui putrinya.
"Oh, Abang sudah tahu. Abang kira, dia mau mengajak kami ke mana?" Sam duduk di samping Airy dengan Gala di pangkuannya.
"Gala, ini adik Zyva. Nanti tugas Gala menjaga adik."
"Pa-pa ... Ma-ma ...."
"Lucu sekali putra Mama. Gala harus sayang ya sama adik Zyva," timpal Airy dengan tersenyum manis.
Setelah hari itu, kehidupan Airy dan Sam semakin berwarna dengan kehadiran putra-putrinya. Meskipun Gala bukan putra kandungnya, tetapi mereka tidak membedakannya. Gala pun terlihat bahagia berada di tengah-tengah keluarga angkat yang menyayanginya.
Sampai pesta pernikahan Early tiba, terpaksa Airy dan Sam menitipkan kedua anaknya pada pengasuh dan juga mamanya. Mereka tidak mungkin jika tidak datang memenuhi undangan dari sahabatnya.
Airy pun kini sudah terlihat cantik dengan kebaya modern dan kain batik yang melilit di pinggangnya. Tidak lupa sanggul kecil untuk menyempurnakan penampilannya. Dia sengaja datang saat acara ijab kabul karena tidak mungkin jika malam hari harus meninggalkan bayinya di rumah.
Terlihat Early pun sangat cantik dengan kebaya putih yang menjuntai ke lantai. Dengan sanggul dengan siger yang menghiasi kepalanya. Begitupun dengan Jordy terlihat semakin tampan dengan jas pengantin yang dipakainya.
"Early selamat ya, Bang Jordy selamat. Semoga menjadi keluarga yang samawa," ucap Airy dengan menyalami kedua pengantin baru.
"Selamat Jordy, Early. Semoga kalian bahagia selalu," timpal Sam dengan menepuk tangan Jordy.
"Terima kasih, Sam." Jordy tersenyum bahagia di depan sahabatnya.
"Terima kasih Airy, Bang Sam. Kenapa adik bayinya tidak diajak ikut?" tanya Early
"Belum empat puluh hari. Kasian kalau harus dibawa di tengah-tengah keramaian," jawab Airy.
"Jordy, Early, kami turun dulu ya! Kasian yang lain sudah mengantri." Sam langsung membawa istrinya turun dari pelaminan.
Dia mengajak Airy untuk menyalami teman-temannya yang kebetulan diundang oleh Jordy. Mereka bercengkrama sebentar sebelum akhirnya Sam memutuskan untuk pulang.
"Bang kenapa buru-buru pulang?" tanya Airy saat keduanya dalam perjalanan menuju ke rumah.
"Abang tidak suka mereka seperti ingin memakan kamu. Apa mereka tidak tahu kalau kamu itu istriku?" gerutu Sam kesal.
"Abang cemburu?" tebak Airy dengan menatap lekat suaminya yang sedang fokus melihat jalanan.
"Tidak, Abang tidak suka melihat mata lapar mereka saat melihat kamu. Abang tidak suka ...."
"Aku tersenyum sama mereka dan terlihat akrab dengan teman-teman Abang. Padahal aku hanya beramah-tamah sama teman-teman Abang."
"Tetap Abang tidak suka kamu tersenyum manis pada mereka."
Abang, Abang, posesifnya gak ilang-ilang. Malah makin menjadi. Tapi kenapa aku suka dengan sikap Abang yang seperti itu. Aku jadi merasa seperti seorang ratu yang bertahta di hatinya, batin Airy.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....