
Setelah pembicaraan Sam dengan papanya, Airy pun dilarang untuk menemui Sam. Setiap kali Sam datang ke rumah orang tuanya, laki-laki itu pasti disuruh pulang dan tidak diijinkan untuk menginap di sana.
Airy pun di tarik oleh Angga sebagai sekretarisnya. Tentu saja hal itu membuat ruang gerak kedua insan yang saling mencintai itu jadi terbatas. Mereka hasil bisa saling berkirim pesan dan video call saat kedua sedang merasakan rasa rindu yang menggebu. Seperti saat ini, kedua sedang asyik video call, saat akan pergi tidur.
"Ai, Abang kangen!" Sam menatap sendu gadis cantik yang berada di dalam layar ponselnya.
"Aku juga kangen sama Abang. Kenapa Papa lama sekali memberikan hukuman sama kita, Bang?"
"Maafkan Abang! Abang belum bisa menemukan bukti tentang David. Permainan dia begitu halus, sehingga kita sangat mudah terkecoh dengan wajah tanpa dosanya."
"Bang, bagaimana dengan Kak Mona?"
"Besok sidang putusan yang terakhir. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar."
"Iya Bang, semoga semuanya berjalan dengan lancar."
"Ai bisa tidak, besok ke apartemen. Sepulang dari pengadilan, Abang akan langsung ke sana. kamu tunggu abang di sana ya!"
"Aku usahakan ya, Bang! Aku takut Papa mengetahuinya."
"Iya Abang mengerti. Tapi tolong ya, Ai! Usahakan bisa."
"Iya Abang."
...***...
Palu persidangan baru saja selesai diketuk, kini Sam sudah resmi bercerai dengan Mona. Laki-laki itu merasa lega, akhirnya pernikahan aliansi-nya sudah berakhir. Kini dia bisa dengan bebas mempublikasikan pernikahannya dengan Airy. Meskipun harus berusaha keras untuk meruntuhkan ego papanya.
"Sam, dulu kita teman. Semoga ke depannya kita bisa berteman. Terima kasih sudah menjaga aku selama aku hamil. Sekarang, Zein sudah kembali. Aku bisa bersama dengan dia lagi membesarkan anak kami," ucap Mona, sesaat setelah mereka keluar dari ruang persidangan.
"Selamat Mona. Semoga kalian bahagia," ucap Sam dengan tersenyum tipis.
"Maaf, aku pernah terbuai dengan semua perhatian kamu. Sehingga aku ingin memiliki kamu. Padahal dari awal kita sudah sepakat, pernikahan kita hanya demi status anakku."
"Tidak apa, semua sudah berlalu. Apa anakmu sudah bisa dibawa pulang?" tanya Sam kemudian.
"Belum, Sam. Masih dalam inkubator. Aku pulang duluan ya! Aku mau langsung ke rumah sakit," pamit Mona saat dia teringat dengan bayi kecilnya.
"Thanks, Sam. Kamu tidak menyentuh Mona," ucap Zein dengan menepuk pundak Sam.
Sam hanya tersenyum samar menanggapi kekasih mantan istrinya itu. Gara-gara ulah mereka berdua, dia hampir saja kehilangan Airy. Namun, apa boleh buat karena perusahaannya membutuhkan uluran tangan dari keluarga Mona.
Setelah kepergian Mona dan kekasihnya, Sam pun segera pergi menuju ke apartemen Airy. Dia berharap, saat sudah tiba di sana, istrinya ada di sana. Namun, ternyata apartemen itu masih kosong. Sam, pun memilih tiduran di atas sofa dengan pandangan lurus melihat langit-langit kamar.
Mona-Mona ... Setelah sukses mengacaukan hidupku, kini kamu bisa bersama dengan laki-laki yang kamu cintai. Sedangkan aku, masih harus berjuang untuk mendapatkan restu kedua orang tuaku. Papa juga, apa susahnya merestui? Lagipula aku dan Airy tidak sedarah, batin Sam.
Perlahan dia memejamkan matanya, mengistirahatkan hati dan pikirannya yang terasa lelah dengan apa yang terjadi padanya. Dia berharap semua masalah cepat selesai, sehingga dia bisa dengan tenang menjalani hidup bersama dengan wanita yang dia cintai.
Sampai akhirnya, Airy datang tanpa dia ketahui. Gadis itu terlihat mengatur napasnya berkali-kali. Dia sengaja kabur dari jangkauan papanya, agar bisa menemui Sam di apartemen. Meskipun nantinya dia akan dinasehati panjang lebar oleh kedua orang tuanya, tetapi rasa cintanya yanag besar pada Sam, membuat dia tidak mengindahkan semua nasihat mama dan papanya.
"Abang, kenapa jadi kurusan? Ini juga, kenapa tidak dicukur?" gumam Airy dengan membelai dagu Sam yanag ditumbuhi rambut-rambut halus,
"Enggak, Bang. Aku baru sampai. Tadi Papa tidak kasih ijin waktu aku bilang mau ke apotik. Malah menyuruh OB membelikan obat yang ingin aku beli," jawab Airy dengan mengerucutkan bibirnya.
"Lalu, bagaimana bisa sampai di sini, Ai?" tanya Sam penasaran.
"Aku bilang saja kalau aku bocor dan minta pulang mau ganti celana," jawab Airy cengengesan.
"Pintar sekali istri Abang," Sam mencolek hidung mancung Airy. "Apa benar lagi bocor."
"Iya, Bang." Airy berpura-pura melas di depan Sam.
"Tidak apa, Abang masih bisa bermain di atas."
Sam pun langsung meraup candunya. Mengeksplor seisi rongga mulut Airy. Tangannya terus saja bergerilya memainkan titik sensitif Airy. Hingga keduanya sama-sama terbuai dan saling melepaskan kerinduan.
"Ai, apa tahu alamat teman kamu yang pernah jadi korban David?"
"Aku tidak tahu, Bang. Karena kami dari negara yang berbeda. Tapi, aku pernah main ke rumah temanku yang juga pernah berkencan dengan David, tapi dia tidak sampai mengalami gangguan mental."
Keduanya terus saja berbincang sesaat setelah mereka menikmati permainan yang memabukkan. Sampai akhirnya mereka sama-sama terlelap karena kelelahan.
Sementara itu, Papa Angga merasa geram di tempatnya. Dia tidak pernah menyangka Airy akan membohonginya demi Sam. Setelah kepergian Airy dari ruangannya, dia menyuruh seseorang untuk mengikuti gadis itu. Papa Angga hanya bisa menggelengkan kepalanya. Saat dia tahu kalau Airy pergi ke apartemennya, bukan pulang ke rumah.
"Sam, Airy. Kalian bedua membuat Papa pusing. Bagaimana dengan tanggapan orang-orang kalau mereka tahu kaliana sudah menikah siri. Aku benar-benar pusing dengan jalan pikiran kalian," gumam Papa Angga.
Merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada anak-anaknya. Akhirnya dia pun pergi menuju ke apartemen Airy. Namun, sepertinya si pemilik unit apartemen tidak memperduliakn suara bel yang berbunyi nyaring, Mereka terlalu isbuk beryonag untuk ronde yang ke sekian kali. Sampai akhirnya Papa Angga memutuskan untuk menghubungi Airy. terdengar bunyi nada sambung Airy yang sukses membuat Papa Angga teringat dengan orang tua Airy yang sangat suka sekali lagu itu.
Cinta sejati yang bisa memberi tanpa harus menerima. Dia membawa damai dan bahagiakan jiwa. Untuk semua manusia. Hanya cinta sejati yang bisa. Bertahan tanpa mengenal waktu. Takkan pernah sirna bagai karang di samudra
'Kan abadi 'tuk selamanya.
Namun lagi itu terhenti saat terdengar suara orang yang dia tunggu.
"Hallo, Pah. Ada apa?" tanya Airy di seberang sana.
"Hallo, Airy! Bisa buka kuncinya." ucap Papa Angga saat sudah tersambung.
"Ku-kunci apa, Pah?"
"Kunci apartemen kamu."
"I-ya Pah," gugup Airy.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
...Happy New Year 2023, semoga harapan dan impian kita dapat terwujud....