Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 39 Mona Kecelakaan


Calon papa itu tersenyum bahagia, karena dia baru saja mendapatkan apa yang diinginkannya. Sam mengelus lembut pipi Airy yang tertidur kelelahan. Bagaimana tidak, suaminya menginginkan dia saat matahari baru saja akan naik.


"Sayang, kita mandi bersama yuk!" ajak Sam kemudian mencium perut Airy uang membuncit.


"Aku ngantuk, Bang."


"Ya sudah tidur saja. Abang mandi duluan ya!" Sam pun pergi meninggalkan Airy yang memejamkan matanya di tempat tidur.


Laki-laki itu pun mandi besar untuk membersihkan dirinya. Dirasa semuanya bersih, Sam menghentikan acara mandinya dan segera berpakaian. Suara cacing di perutnya membuat Sam terburu-buru untuk menuju ke meja makan. Namun, baru saja dia sampai di anak tangga paling bawah, laki-laki itu langsung mengerutkan keningnya saat melihat mamanya sedang menggendong anak kecil.


"Mah, anak siapa? Anak aku kan belum lahir," tanya Sam seraya mendekat ke arah Mama Hanna.


"Ini anakmu juga, Sam. Bukankah kartu keluarga dia ikut dengan kartu keluarga kamu?" jawab Mama dengan terus menggoyangkan badannya untuk menenangkan bayi itu.


"Apa itu anak Mona?"


"Iya, dia mau menitipkannya di sini. Kasian keluarganya sedang terkena musibah."


"Itu salah dia, mudah percaya pada orang. Aku makan dulu, Mah."


"Pa-pa Pa-pa ...," panggil anak kecil itu dengan mengulurkan tangannya minta digendong oleh Sam.


"Dia ingat kalau kamu papa tirinya, Sam. Sudah gendong saja dulu, Mama kebelet mau ke toilet." Mama Hanna langsung memberikan anak kecil itu pada Sam.


Mau tidak mau Sam menerimanya Gala dari mamanya. Dia pun segera beranjak pergi ke meja makan dengan menggendong Gala. Dengan patuh, anak lelaki itu diam di dalam gendongan Sam.


"Papa makan dulu ya! Kamu mau makan?" tanya Sam pada anak kecil itu. Bayi berusia satu tahun itu hanya menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Sam.


Kasian sekali kamu, Nak! Aku jadi teringat saat dulu Airy datang ke rumah ini. Dia terlihat takut pada semua orang. Tapi dia langsung menurut padaku. Kalau memang Mona tidak bisa menjaganya, biar aku dan Airy mengadopsi dia saja. Kasian kalau Gala sampai tumbuh di lingkungan keluarga yang broken home, batin Sam.


Sam dengan lahap memakan makanannya, seraya pikirannya berkecamuk ke mana-mana. Sampai akhirnya, nasi di piringnya ludes tak bersisa. Sementara Gala, asyik memakan wortel yang diberikan oleh Sam.


"Habis makan, kita main di taman saja ya! Mama Airy dan adik bayi sedang istirahat. Tadi Papa keasyikan main bersama Mama dan adik bayi," ucap Sam seraya berdiri dari duduknya.


"Maaf, Tuan. Biar Gala bersama dengan saya saja. Ini sudah waktunya tidur siang," ucap seorang wanita muda yang tidak Sam kenal.


"Kamu siapa?" tanya Sam dengan mengerutkan keningnya.


"Saya Ina, pengasuh Gala, Tuan. Maaf, tadi saya pulang lagi ke rumah Non Mona, karena ada perlengkapan Gala yang tertinggal," jelas Ina dengan melihat kagum ke arah Sam.


Padahal tadi bicara sama Gala hangat sekali, giliran sama aku berubah jadi dingin, batin Ina.


Dia pun segera membawa Gala ke kamar anak yang sudah disiapkan oleh Mama Hanna. Namun, baru saja dia sampai ke ruang tengah, matanya melotot tidak percaya saat melihat berita di televisi kalau mobil minibus yang membawa rombongan kru artis menabrak pembatas jalan saat si pengemudi berusaha menyalip bis dan hilang kendali. Sehingga minibus itu masuk ke jurang.


"Bu-bukankah itu mobil yang tadi menjemput Non Mona?," gumam Ina masih merasa tidak percaya. Sampai akhirnya dia melihat.


"Ina, kamu kenapa?" tegur Mama Hanna saat dia kembali dari kamar mandi.


"I-itu Nyonya, mobil yang tadi menjemput Non Mona masuk ke jurang," tunjuk Ina pada televisi ukuran lima puluh dua inci.


"Apa?!! Kamu jangan bercanda!!" pekik Mama Hanna kaget.


"Tidak, Nyonya. Saya tidak bercanda! Saya ingat betul dengan mobil itu," tegas Ina dengan penuh keyakinan.


"Inalillahi, bagaimana keadaan Mona? Sebentar panggil Sam dulu. Ina, kamu tidurkan saja Gala. Pantas saja anak itu rewel terus setelah ditinggal Mona. Ternyata dia punya firasat akan terjadi hal buruk pada mamanya," ucap Mama Hanna langsung bergegas pergi ke ruang makan untuk mencari Sam. Karena suaminya sedang tidak ada di rumah.


"Nyonya, tadi Tuan Sam pergi ke kamarnya," teriak Ina.


"Astaga! Kenapa tidak bilang dari tadi?" gerutu Mama Hanna langsung berbalik arah naik ke lantai atas. Setelah dia mengetuk pintu berkali-kali, barulah Sam membukakan pintunya.


"Ada apa, Mah?"


"Mona kecelakaan, Sam. Tolong cari kabar dia!"


"Mama tahu dari siapa?"


"Tadi ada beritanya di televisi. Cepetan Sam! Mama khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan sama dia."


"Mama tenang saja. Aku akan mencari kabarnya."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....