
Hiruk pikuk suasana syuting membuat Mona memijat kepalanya. Dia merasa pusing melihat hilir mudik banyaknya orang di sana. Akhirnya di memilih untuk istirahat seraya memejamkan matanya di kursi malas. Namun ketenangan menjadi terganggu saat suara notifikasi dari ponselnya berbunyi seraya beruntun.
"Siapa sih yang kirim pesan, berisik sekali!" keluh Mona seraya mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.
Dia langsung membuka pesan gambar yang dikirim oleh temannya. Matanya membulat sempurna melihat keromantisan Sam dan Airy yang sedang berlibur di pantai. Apalagi, dalam foto itu terlihat kalau Sam mencium Airy.
"Ternyata benar dugaan aku, kalau Sam dan Airy memang memiliki hubungan yang tidak biasa. Hahaha ... Lucu sekali, baru saja beberapa bulan menikah, ternyata suamiku sudah selingkuh. Tapi bodoh amat, karena aku tidak mencintai dia," gumam Mona.
Namun, karena rasa penasarannya, Mona pun akhirnya menghubungi Angela, temannya yang sudah mengirimkan pesan gambar padanya. Tidak berapa lama kemudian, panggilan teleponnya pun langsung diangkat oleh gadis itu.
"Halo Angel! Kamu lagi di mana?"
"Aku sedang liburan di kota M bersama dengan kekasihku. Kamu pasti mau tanya tentang suami kamu' kan?"
"Aku penasaran, ingin tahu apa yang mereka lakukan."
"Alihkan ke panggilan video. Aku akan mengarahkan kamera ponselku pada mereka."
Mona pun hanya menurut dengan apa yang diperintahkan oleh temannya itu. Dengan mata kepalanya sendiri, Mona melihat Sam yang sedang memeluk Airy dari belakang seraya mencium pipi gadis yang dia tahu sebagai adik suaminya.
"Angel sudah cukup! Terima kasih kamu sudah memberitahu aku. Tapi aku minta, tolong rahasiakan semua itu."
"Baik sekali kamu Mona. Tapi Baiklah, aku tidak akan ikut campur urusan kamu. Aku tutup ya! Sudah siang, aku harus check out!"
Mona hanya tersenyum samar mengingat apa yang dilihatnya tadi. Entah kenapa, ada rasa tidak suka di hatinya melihat kemesraan mereka. Namun, secepatnya Mona menepis perasaan itu.
"Tapi kenapa ya, akhir-akhir ini aku sering teringat pada Sam. Apalagi saat dia merawat aku waktu itu. Berbeda sekali dengan Zein yang suka tidak peduli padaku. Akh ... Zein kamu di mana? Anakmu sebentar lagi lahir. Apa kamu tidak ingin melihatnya?"
Mona terus saja berbicara sendiri. Sampai akhirnya sutradara kembali mengajak semua kru untuk melanjutkan syuting yang tadi break karena permintaan Mona.
"Mona, aku harap kali ini tidak ada lagi break, karena kita dikejar jam tayang," ucap Tedy, sutradara film layar lebar yang Mona bintangi.
"Iya, Bang. Aku sudah baikan kho!"
Mona pun mulai berakting bersama dengan lawan mainnya. Dia yang memerankan sebagai seorang wanita yang ditinggalkan kekasihnya, terlihat begitu menghayati, karena cerita dalam film itu tidak jauh beda dengan kisahnya yang ditinggalkan oleh Zein saat dia sedang mengandung anaknya
...***...
Berbeda dengan Sam yang sedang tertidur di atas paha Airy. Mereka begitu menikmati kebersamaannya dan tidak ingin melewatkan sedikit pun moment untuk selalu berdua.
"Abang, bagaimana kalau ada yang melihat kita?" tanya Airy dengan mengelus lembut rambut Sam.
"Biarkan saja. Biar mereka tahu kalau kita saling mencintai," ucap Sam seraya memejamkan matanya seolah tidak peduli dengan orang sekitarnya.
"Abang yakin akan memperjuangkan aku? Bagaimana kalau nanti Papa mengusir aku?" tanya Airy lagi yang sukses membuat Sam membuka matanya.
Laki-laki tampan itu langsung bangun dari tidurnya. Dia menatap lekat wajah cantik istrinya lalu berkata, " Apapun yang akan terjadi nanti, Abang akan selalu bersama kamu. Ai, jangan ragukan cinta Abang! Hanya kamu wanita yang paling sempurna di mata Abang setelah Mama."
"Makasih, Abang! Aku semakin lope-lope sama Abang," ucap Airy seraya memeluk tubuh tegap Sam.
Dia mengulurkan tangan dan Airy oun langsung menyambutnya. Keduanya saling melempar senyum lalu berjalan bergandengan tangan menuju ke resort. Namun, kebahagiaan itu menjadi terganggu dengan kabar yang dibawa oleh Jordy.
"Sam, aku ada perlu dengan kamu sebentar! Ai, pinjam dulu ya!" ucap Jordy saat Sam dan Airy baru saja sampai di resort.
"Apa ada yang serius?" tanya Sam dengan mengerutkan keningnya.
"Iya." sahut Jordy dengan tersenyum samar.
"Aku ke kamar duluan ya, Bang!" pamit Airy seolah mengerti kalau kabar yang dibawa Jordy tidak boleh diketahuinya.
"Nanti Abang nyusul!" ujar Sam dengan mengacak rambut Airy.
Cup!
"Dah Abang!" Airy mencium pipi Sam sekilas sebelum dia pergi menuju ke kamarnya.
Jordy hanya bisa menghela napas dalam melihat kelakuan mereka berdua. "Ayo ke kamarku!"
Di sinilah sekarang dua laki-laki tampan dengan karakter yang berbeda. Sam yang dingin dan cuek sedangkan Jordy orangnya welcome dan perhatian. Mereka bisa bersahabat baik karena merasa memiliki kecocokan dalam kegemaran yang sama.
"Ada apa?" tanya Sam dengan melihat ke arah sahabatnya.
"Sam, aku bertemu dengan temannya Mona. Teman sesama modelnya dia. Tanpa sengaja, aku melihat dia sedang memotret kamu. Bagaimana kalau foto-foto kamu tersebar di media sosial. Apa tidak akan berpengaruh pada saham perusahaan saat orang-orang tahu kalau kamu memiliki skandal dengan adik angkat kamu?"
"Aku malah suka mereka tahu kalau aku mencintai Airy."
"Sam!!! Please pikirkan sekali lagi. Mona seorang publik figur. Semua yang berhubungan dengan dia pasti akan menjadi konsumsi publik. Bagaimana kalau semua orang menyalahkan kamu? Bukan hanya kamu yang dalam masalah tapi keluarga kamu, perusahaan terutama Airy. Pasti kena imbasnya," tutur Jordy panjang lebar.
"Lalu apa yang ahrus aku lakukan? Selama ini aku sudah bermain apik dengan tidak memperlihatkan dengan jelas hubungan aku dengan Airy."
"Kamu harus menekan temannya Mona, agar dia tidak meneybarkan foto-foto kamu. Tadi aku sudah mau bicara dengan dia tapi Angela langsung pergi saat melihatku. Sepertinya dia sudah tahu kalau aku melihat dia mengambil fotomu," jelas Jordy.
"Baiklah! Kalau soal temannya Mona, biar aku atasi sendiri."
"Lain kali, jangan terlalu mengumbar kemesraan kamu dengan Airy di luaran. Meskipun sekarang kita berada di luar negeri, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengenali kita."
"Kamu benar. Aku ke kamar dulu ya! Istirahatkan! Besok kita pulang. Jordy, luangkan waktumu untuk mencai pasangan agar kita bisa berlibur bersama dengan pasangan kita masing-masing," ucap Sam sebelum pergi dari kamar Jordy
Laki-laki itu tidak menanggapi ucapan sahabatnya. Dia hanya tersenyum kecut mendengar apa yang Sam katakan. Karena sesungguhnya, Jordy belum bisa menghilangkan rasa sukanya pada gadis kecil yang selalu terlihat ceria.
Kalau aku sudah bisa menemukan seorang gadis yang secantik Airy, mungkin aku bisa menjalin hubungan dengannya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....