
Waktu pun terus berlalu, hari pun terus berganti. Tanpa terasa, kini usia Zyva sudah memasuki angka ke tujuh belas. Gadis kecil itu tumbuh dengan baik tanpa kekurangan kasih sayang dari orang tuanya. Meskipun sekarang dia harus berbagi kasih sayang dengan ketiga adiknya.
Ya, sekarang Sam dan Airy memiliki empat orang anak. Adik pertama dan kedua Zyva laki-laki dengan selisih umur lima dan tujuh tahun darinya. Sementara adik bungsunya perempuan yang sekarang baru berusia lima tahun.
Keluarga Sam hidup bahagia. Meskipun terasa ad yang kurang karena tanpa kehadiran Gala. Mereka menjadi hilang kontak semenjak Mona memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang pengusaha dari negeri Kanguru. Tentu saja hal itu membuat Zyva merasa kehilangan dengan sosok Gala yang selalu dia anggap sebagai kakaknya.
Seperti saat ini, kala Zyva akan merayakan sweet seventeen bersama keluarga dan sahabat dekatnya. Gadis itu terus saja menunda untuk memotong kue ulang tahunnya. Dia berharap, Gala akan datang memberikan surprise padanya. Namun ternyata, bocah laki-laki itu sedikit pun tidak menampakkan batang hidungnya.
"Zyva, ayo dipotongnya kuenya, Nak! Lihat teman-teman kamu sudah menunggu!" suruh Airy menepuk pundak putrinya yang sedari tadi terus saja celingukan melihat ke arah luar.
"Aku nunggu Kak Gala dulu. Bagaimana kalau dia datang pas aku sudah potong kue. Pasti dia akan kecewa," kilah Zyva.
"Sayang, Gala mungkin sibuk sekolah. Nanti kalau dia libur, pasti akan datang ke sini!" bujuk Airy dengan menatap sendu putrinya.
Dia merasa kasian pada Zyva, setiap akan merayakan ulang tahunnya, pasti menunggu kedatangan Gala. Padahal sudah tujuh mereka kehilangan kontak Mona dan Gala. Bahkan saat keluarganya berkunjung ke rumah Mona, mereka sudah tidak tinggal di sana lagi.
"Kenapa dia selalu sibuk? Katanya tiap aku ulang tahun, akan menghubungi aku," gerutu Zyva pelan.
"Ayo Zyva, potong kuenya! Aku sudah lapar nih!" pinta Kelly, sahabat Zyva.
"Iya-iya, dasar gemblung pengennya makan mulu!" Zyva pun berlalu pergi menuju ke tempat kue ulang tahun yang bertingkat tiga.
Setelah semua anggota keluarga dan sahabat berkumpul mengelilingi Zyva. Gadis itu pun berdoa sebelum memotong kuenya. Dia terlihat khusyuk berharap doanya akan dikabulkan.
Ya Allah, tolong kembalikan Kak Gala padaku. Aku ingin selalu bersamanya di sepanjang hidupku. Ya Allah, kalau Kak Gala jauh, tolong dekatkan denganku. Kalau Kak Gala melupakan aku, tolong buat dia untuk mengingat aku lagi. Ku mohon Ya Allah, kembalikan Kak Gala padaku.
Selesai dia berdoa, Zyva pun memotong kue ulang tahunnya. Dia memberikan potongan pertama pada mamanya. Sementara sisanya dibagikan pada semua orang yang ada di sana.
"Selamat ulang tahun ya, Sayang! Semoga jadi anak baik, pintar, sukses dan selalu menjadi kebanggaan Mama dan Papa," ucap Airy dan Sam bergantian.
Satu persatu mereka memberikan ucapan selamat pada Zyva. Gadis cantik itu terlihat bahagia mendapatkan doa terbaik dari orang-orang tersayangnya. Akhirnya dia pun ikut larut dalam kemeriahan pesta ulang tahun yang sengaja disiapkan untuknya.
Keesokan harinya, Zyva berangkat ke sekolah dengan terburu-buru. Dia berlari kecil bersama dengan Kelly menyusuri koridor sekolah. Mereka memang sudah janjian setiap berangkat dan pulang sekolah harus bersama. Entah itu berangkat kesiangan ataupun tidak. Entah itu pulang cepat ataupun telat. Keduanya begitu klop seperti amplop dan perangko.
"Kelly cepat! Kita sudah telat sepuluh menit. Untung saja tadi menyelinap pada mobil yang akan masuk gerbang, jadinya aman." Zyva terus menarik tangan Kelly menuju ke kelasnya.
Brukk!
Zyva telat mengerem larinya saat ada seorang anak laki-laki yang berdiri di tengah koridor. Anak laki-laki itu seperti kebingungan mencari ruangan yang ingin dia tuju. Dia sangat terkejut saat punggungnya ada yang menabrak dengan keras di belakang. Dia pun menengok ke belakang, melihat ada dua orang siswi yang jatuh terduduk.
"Aduh sakit banget. Itu punggung apa batu sih. Hidungku sakit banget!" keluh Zyva.
"Kamu sih lari gak lihat-lihat, aku jadi ikutan jatuh kan," sungut Kelly seraya berusaha bangun.
Anak laki-laki itu berjongkok dan mengulurkan tangannya seraya bertanya, "Kalian tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa bagaimana? Hidungku sa-kit ta-u," Zyva terbengong di tempatnya, melihat wajah tampan yang ada di depan matanya. Dia menepuk-nepuk pipinya sendiri, merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Hey! Kamu tidak apa-apa?" tanya anak laki-laki itu lagi.
"Kak Gala ...," lirih Zyva.
"Siapa Gala? Namaku Sky, aku murid pindahan dari Ausy. Tapi aku bingung mau ke ruang kepala. Bisakah membantu aku menunjukkannya?" tanya anak laki-laki itu seraya menatap dalam Zyva.
"Hey Ganteng! Namaku Kelly dan temanku ini Zyva. Kalau mau ke ruang kepala sekolah, kamu ikuti saja koridor ini nanti belok kanan di ujung sana. Kalau kamu belok di sini, nanti kamu pergi ke kantin bukan ke ruang kepala sekolah," ujar Kelly.
"Oh, begitu. Terima kasih ya!"
*****