
Wajah cantik itu kini terlihat berseri. Airy pulang ke rumah orang tua angkatnya dengan diantar oleh Sam. Namun, Sam langsung pulang ke rumahnya, karena dia tidak ingin mendengar berbagai pertanyaan dari kedua orang tuanya.
"Ai, dari mana saja Sayang? Kenapa setelah pesta abang, Mama baru melihat kamu lagi?" tanya Hanna saat melihat kedatangan Airy.
"Maafkan Airy, Mah! Airy pulang ke apartemen, soalnya Ai kangen ingin melihat keadaan apartemen," jawab Airy tidak sepenuhnya berbohong.
"Oh, sudah makan belum? Mama baru saja masak udang asam manis," tanya Hanna lagi.
"Tadi Ai sudah makan di jalan, Mah."
"Ya sudah, kamu istirahat saja di kamar. Mama mau ke dapur lagi ya! Sebentar lagi papa pulang dari kantor. Oh iya, nanti malam abang sama istrinya akan makan malam di sini. Mungkin juga akan menginap di sini," ucap Hanna lagi.
"Iya, Mah. Ai ke kamar dulu ya!"
"Iya, Sayang!" Hanna langsung berlalu pergi meninggalkan Airy.
Sementara gadis itu tidak langsung naik ke atas. Dia mematung di tempatnya memikirkan apa yang dikatakan oleh mama angkatnya itu.
Bang Sam akan menginap di sini? Itu berarti, dia akan tidur dengan Kak Mona. Katanya Abang tidak akan pernah menyentuh Kak Mona, batin Airy.
Gadis itu menapaki tiap anak tangga dengan pikiran yang terus menerawang. Rasanya dia tidak ikhlas jika sampai Sam bermesraan dengan Mona. Sungguh Airy rasanya ingin menangis saat membayangkan Sam melakukan hal yang biasa dilakukan pasangan suami istri dengan Mona.
Sesampainya di kamar, Airy langsung membersihkan dirinya. Setelah dia berpakaian rapi, barulah Airy menghubungi Sam. Dia sengaja melakukan video call pada laki-laki yang mampu memporak-porandakan hatinya. Terlihat di layar ponsel, Sam yang akan pergi mandi.
"Halo, Ai!" sapa Sam di seberang sana.
"Halo, Bang. Abis ngapain? Kho gak pake baju?"
"Abang baru mau mandi, kenapa? Mau lihat Abang mandi?"
"Apaan sih, Bang? Kata mama, mau makan malam di sini sama Kak Mona."
"Abang tidak tahu, Mona tidak bilang apa-apa."
"Kata mama juga, Abang mau menginap di sini dengan Kak Mona. Berarti Abang tidur bareng Kak Mona."
"Tidak akan, Sayang. Nanti Abang tidur di kamar kamu ya!"
"Bagaimana bisa? Nanti Kak Mona tahu."
"Sayang, apa kamu lupa dengan pintu rahasia di ruang kerja Abang?"
"Memangnya kenapa dengan pintu itu?"
"Nanti Abang lewat sana dan masuk ke kamar kamu, Ai."
"Beneran?"
"Iya, Sayang. Masa Abang bohong."
"Oke, deh! Airy mau bantu mama dulu di bawah ya kak."
"Tunggu dulu!"
"Kenapa, Bang?"
"Kasih Abang ciuman dulu!"
"Muuuuaaacchh... Dah Abang!" Airy langsung memutuskan sambungan video call-nya
Sementara Sam masih tersenyum melihat bibir Airy yang maju lima senti. Dia merasa gemas sendiri. Ingin rasanya melahap bibir itu. Sampai akhirnya, sesuatu yang dibawah sana mendadak mengeras.
Airy, kamu membuat Abang harus menidurkannya.
Malam ini, langit terlihat sangat indah dengan cahaya rembulan yang bersinar terang ditambah bintang yang bertaburan menghiasi angkasa. Sam dan Mona sudah duduk di meja makan bersama dengan kedua orang tua Sam. Tinggal menunggu Airy yang belum turun dari kamarnya.
Di depan kedua orang tua itu, Sam dan Mona memang bersikap biasa saja. Layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Mereka tidak ingin sandiwara pernikahannya diketahui oleh Hanna dan Angga. Sampai akhirnya Airy turun dengan gaun yang pas melekat di tubuhnya. Sam langsung tersenyum menyambut kedatangan asik kesayangannya itu.
"Ai, sini duduk samping Abang!" ajak Sam dengan mengulurkan tangannya.
"Baik, Bang!" sahut Airy langsung mendekat ke arah Sam. Dia tersenyum pada Mona yang duduk di samping Sam. "Malam Kak Mona."
"Malam juga Airy," ucap Mona dengan tersenyum manis pada Airy.
"Ayo, Ai duduk Sayang. Agar acara makan malamnya segera dimulai," suruh Hanna.
"Iya Mah!" sahut Airy.
Setelah semuanya duduk dengan rapi, Tuan Angga pun segera memimpin do'a sebelum makan. Mereka makan dalam diam. Hanya suara dentingan sendok yang sesekali terdengar. Selesai menikmati makan malamnya, barulah ada yang bersuara.
"Mona, Mama sudah siapkan baju ganti untuk kamu di kamar Sam. Kalian tidur di sini, kan?" tanya Mama Hanna.
"Iya, Mah," jawab Sam. Tangannya ke bawah meja dan menggenggam tangan Airy yang sedang duduk di sampingnya. Sedangkan wajahnya melihat ke arah mamanya.
"Aku ikut gimana Sam aja, Mah." Mona tersenyum manis pada Mama Hanna.
"Oh, iya Sam. Besok berangkat pagi-pagi ya! Ada meeting pagi di kantor," ucap Papa Angga mengingatkan putranya
"Baik, Pah!" sahut Sam. Dia berbicara pada papanya tetapi tangannya mengelus lembut jari-jemari Airy. Tentu saja membuat Airy melihat ke arah Sam.
Sementara laki-laki tampan itu hanya tersenyum tipis. Seolah-olah tidak terjadi apapun. Sampai akhirnya, Airy berpamitan untuk ke kamarnya.
"Mah, Pah. Ai ke kamar duluan," pamit Airy dengan melepaskan tangan Sam.
"Abang antar!" Sam pun ikut bangun saat melihat Airy bangun dari duduknya.
"Mona, maklum ya! Airy memang selalu dimanja oleh Sam. Kalau mau tidur, pasti dibacakan dongeng dulu." Mama Hanna langsung menjelaskan tanpa diminta oleh Mona.
"Tidak apa Mah. Aku mengerti, tapi bukannya Airy sudah besar ya Mah. Apa masih dibacakan dongeng juga?" tanya Mona merasa tidak percaya.
"Iya, membacakan Airy dongeng sebelum tidur, untuk mengalihkan Airy agar tidak teringat dengan kejadian masa kecilnya. Sudahlah, lebih baik kita pindah mengobrol-nya yuk! Biar lebih nyaman," ajak Mama Hanna
Sementara itu, Airy dan Sam sudah sampai di kamar adiknya. Tanpa ingin melewatkan kesempatan, Sam langsung memojokkan Airy pada daun pintu. Dia menatap lekat Airy dengan tangan yang mengunci tubuh adiknya agar tidak lepas darinya.
Sam tersenyum manis pada adiknya itu. Sejurus kemudian, dia pun mulai menikmati candunya. Keduanya sama-sama menikmati ciuman penuh hasrat mereka. Sampai akhirnya terdengar ketukan pintu kamar Airy, barulah keduanya berpura-pura akan menidurkan Airy.
"Ada apa, Bi?" tanya Sam setelah membuka pintu
"Maaf, Den. Ini susu untuk Non Airy," ucap pembantu rumahnya.
"Terima kasih, Bi. Biar aku yang berikan," ucap Sam seraya mengambil segelas susu putih yang dibawa oleh pembantunya itu."
Setelah menutup pintu, laki-laki itu pun kembali menghampiri Airy yang ada di balik selimut. Dia tersenyum tipis melihat wajah tegang Airy. Karena merasa khawatir takut orang tuanya yang datang ke kamarnya.
"Minum susu dulu, Ai! Nanti kita lanjutkan yang tadi," ucap Sam dengan menggoda istrinya.
"Apaan sih, Bang?"
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih ...