Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 33 Cassanova Berwajah Malaikat


Sepulang dari dokter kandungan, Sam dan Airy terus saja tersenyum seraya saling berpandangan. Keduanya merasa teramat bahagia dengan kehadiran buah hatinya di rahim Airy. Calon Papa muda itu terus saja menggenggam tangan Airy, seakan takut jika dia lepaskan, maka Airy akan hilang.


"Bang, sudah sampai rumah. Ayo kita turun!" ajak Airy saat dia menyadari kalau mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan rumah Keluarga Samudera.


"Iya Sayang! Hati-hati turunnya," pesan Sam saat mereka akan keluar dari mobil.


Sementara Pak Supir hanya bisa menahan senyum dengan kelakuan anak majikannya. Meskipun sebenarnya para pekerja di rumah itu merasa curiga dengan kedekatan Sam dan Airy, tetapi mereka tidak ada yang berani mengatakan kecurigaannya pada tuannya.


"Ai, bagaimana kata dokter?" tanya Mama Hanna langsung menyambut kedatangan Airy dan Sam.


"Alhamdulillah sehat, Mah. Usianya sekarang sudah lima minggu," jawab Airy dengan tersenyum.


"Syukurlah!" ujar Mama Hanna dengan memeluk putri sekaligus menantunya.


"Mah, nanti Sam tidur sama Airy ya! Biar kamar Airy disiapkan untuk kamar anak saja," ucap Sam tiba-tiba.


Mendengar apa yang Sam katakan, Mama Hanna langsung mengurai pelukannya. Sejenak dia menimang-nimang, sebelum akhirnya dia bersuara. "Ya sudah boleh! Tapi benar kan kalau kalian sudah menikah siri?"


"Iya, Mah! Kalau Mama tidak percaya, bisa tanyakan saja pada Jordy. Karena dia yang menjadi saksinya," jawab Sam.


"Ck! Kalian tuh, selalu saja sekongkol. Mama heran sama Jordy, mau saja kamu ajak gak bener. Sudahlah! Mama mau tanyakan dulu sama Jordy. Ayo, Ai masuk! Kalau sedang hamil muda harus banyak istirahat."


"Iya, Mah!" sahut Airy seraya mengikuti mamanya masuk ke dalam rumah.


Begitupun dengan Sam yang menegkor ke mana istrinya pergi. Tentu saja hal itu membuat mamanya menjadi risih melihat kelakukan putranya. Dia pun langusng menegur Sam yang akan mengikuti Airy saat wanita hamil itu hendak ke toilet.


"Sam, tunggu saja! Masa kamu mau ikut ke toilet juga."


"Ke toilet ya! Hati-hati, Ai! Abang tunggu di sini," pesan Sam sebelum Airy meauk ke dalam toilet.


"Iya Abang ... Aku nggak lama kok!" Airy tersenyum pada Sam sebelum dia masuk ke dalam toilet.


Dia merasa lucu dengan kelakuan Sam. Apalagi kata dokter kemungkinan Sam mengalami kehamilan simpatik. Dimana ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Pemicunya bisa saja stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.


Setelah Airy menuntaskan hajatnya, dia pun buru-buru keluar dari toilet. Namun, betapa terkejutnya dia, saat melihat Sam sedang berdiri menyandar di dinding toilet. Sepertinya laki-laki itu sengaja, menunggu Airy di dekat pintu.


"Sudah, Bang."


"Kita tidur ya! Abang mengantuk," ajak Sam dengan menarik tangan Airy.


Benar saja, Sam langsung tertidur seraya mengelus perut Airy yang masih rata. Dia ingin merasakan setiap gerakan yang calon anaknya lakukan di dalam perut. Meskipun sebenarnya, bayi mereka belum bisa melakukan banyak gerakan yang dapat dirasakan oleh orang tuanya.


...***...


Keesokan harinya, Sam kembali bekerja di perusahaan keluarga. rencananya hari ini Tuan Angga akan membatalkan rencana perjodohan David dengan Airy. iya pun sengaja datang ke kantor David untuk membicarakan hal penting tersebut.


Namun apa yang dilihatnya sukses membuat darah Tuan Angga mendadak mendidih. Bagaimana tidak, dengan mata kepalanya sendiri Tuan Angga melihat David sedang bercumbu mesra dengan sekretarisnya.


"Hm ... Maaf menggannggu Anda Tuan! Tadi pintunya tidak tertutup," ucap Tuan Angga yang sukses mengagetkan David yang sedang memangku sekretarisnya seraya mereka berciuman.


David pun segera melepaskan pagutannya yang terlihat sangat bergairah. Dia merasa kaget melihat kedatangan Tuan Angga di perusahaannya. Apalagi, sebelumnya mereka tidak memiliki janji.


"Tuan Angga! Tumben Anda datang ke mari. Ayo silakan masuk!" sapa David setelah dia menguasai keterkejutannya.


"Terima kasih, Tuan!" Tuan Angga pun masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu. "Maaf Tuan David, sebenarnya saya ke sini ingin membatalkan perjodohan Anda dengan putri saya. Karena sepertinya kalian tidak berjodoh. Putriku sudah memiliki seseorang yang dicintainya dan Anda juga sudah memiliki seseorang yang Anda sukai."


"Bagaimana bisa begitu? Kita sudah sepakat, Saya memberikan investasi yang besar dan Anda merestui Saya dan putri Anda untuk menikah. Tidak bisa memutuskan sebelah pihak seperti ini," tolak David dengan wajah yang tegang


"Maaf Tuan! Soal investasi itu, jika Anda berkenan silakan, tapi jika Anda akan mengurungkan niat pun, saya tidak jadi masalah."


Awalnya Tuan Angga merasa tidak percaya dengan apa yang Airy dan Sam katakan. Tapi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, akhirnya dia percaya kalau David itu seorang cassanova berwajah malaikat.


"Baik, jika itu sudah menjadi keputusan Anda. Saya pun akan mengambil keputusan untuk membatalkan kerjasama kita," ucap David dengan wajah yang mengeras.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, rate, comment, vote dan gift....


...Terima kasih....