Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 13 Liburan


Sebuah resort di tepi pantai menjadi tujuan liburan Sam dan Airy. Sam dan Jordy begitu rapi mengatur liburan singkat yang berkedok perjalanan bisnis. Sampai-sampai Papa Angga percaya begitu saja pada putranya.


Sementara Airy tersenyum puas, karena akhirnya bisa liburan bersama dengan kekasih hatinya. Kedua sudut bibirnya terus saja membentuk bulan sabit selama perjalanan menuju ke resort.


"Ai, apa senang kita liburan?" tanya Sam saat mereka sudah tiba di resort.


"Tentu saja. Abang tahu saja tempat yang bagus seperti ini," ucap Airy dengan mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling resort.


"Ini rekomendasi dari teman Abang. Dia dan istrinya pernah berbulan madu ke sini," jelas Sam dengan merangkul pinggang istrinya. Sementara Jordy sudah masuk ke dalam resort untuk membereskan barang-barangnya.


"Abang, berapa hari kita di sini?" tanya Airy dengan menghadap ke arah Sam. Dia mengalungkan tangannya ke leher suaminya.


"Tiga hari, Minggu sore kita kembali ke ibu kota."


"Cepat banget ya, Bang. Tapi gak apalah, aku suka berada di sini. Bisa selalu berduaan dengan Abang," ucap Airy dengan tersenyum menggoda.


"Adik Abang, memang pintar membuat hati Abang senang. Ayo kita rayakan!" ajak Sam seraya menggendong Airy seperti kanguru.


Dia langsung membawa Airy ke kamarnya Setibanya di sana, Sam pun langsung melancarkan aksinya. Mereka berpagutan dengan begitu liar. Sampai akhirnya, melakukan ritual pembuka bulan madu. Sam menikmati apa yang ingin dia nikmati dari istrinya. Keduanya pun sama-sama terhanyut dalam permainan yang memabukkan. Setelah satu jam berselang, barulah keduanya mendapatkan pelepasan.


"Ai, apa minum obat pencegah kehamilan?" tanya Sam seraya mengelus perut lembut istrinya.


"Iya, Bang! Memangnya kenapa?" tanya Airy heran. Dia mendongakkan kepalanya melihat ke arah Sam.


"Nanti jangan diminum lagi ya!" pinta Sam.


"Kalau aku hamil bagaimana, Bang?" tanya Airy heran.


"Sayang, kalau ada seorang anak di antara kita, bisa saja Mama dan Papa akan merestui hubungan kita. Karena seorang anak selalu memperkuat hubungan orangtuanya."


"Baiklah, aku tidak akan meminumnya lagi kalau Abang mau anak dari aku. Lalu bagaimana dengan Kak Mona? Kapan Abang akan menceraikan dia?"


"Bersabar ya! Setelah anak itu lahir, maka pernikahan Abang dengan Mona pasti berakhir. Dia hanya ingin status untuk anaknya."


...***...


Malam harinya, Airy diajak oleh Sam untuk berjalan-jalan ke tepi pantai. Namun, laki-laki itu meminta Airy untuk memakai sebuah gaun yang sangat indah. Airy hanya berpikir, mungkin Sam ingin mengajaknya untuk makan malam di tepi pantai.


Namun, saat di tepi pantai, wanita cantik yang berbalut gaun berwarna violet itu sedikit bingung karena di sana terlihat gelap gulita. Bahkan, lampu yang biasa menerangi pantai terlihat padam seperti tidak ada daya yang mengalir.


"Bang, Abang tidak salah mengajak aku ke sini?" tanya Airy bingung."


"Tidak, sebentar ya!" Hanya dengan satu tepukan tangan, langit malam yang gelap kini dipenuhi oleh kembang api yang berwarna-warni. Airy langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Dia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan yang sangat indah dari suaminya.


Apalagi, saat kembang api sudah berhenti saling bersahutan meledak di udara, terlihat kumpulan drone membentuk sebuah tulisan, 'HAPPY WEDDINGDAYS SAM & AIRY.' Hal itu sukses membuat mata Airy menjadi berkaca-kaca bahagia.


Ditambah lagi, Sam berjongkok di depan wanita cantik itu dengan memegang tangan Airy. Lalu dia berkata, "Airy Andara, tidak ada hal yang paling Abang inginkan di dunia ini, selain bisa terus bersamamu dalam suka dan duka. Menjalani semua hal bersamamu dalam susah dan senang. Airy, maukah jadi ibu dari anak-anakku dan menghabiskan sisa hidup bersamaku?"


"Aku mau, Bang!"


Sam pun kembali berdiri dan memasangkan kalung berlian pada istrinya. Wanita cantik itu tidak bisa menahan keharuannya, dia langsung memeluk Sam. Dia benar-benar tidak pernah menyangka akan mendapatkan kejutan dari suaminya.


Sampai akhirnya terdengar suara musik biola yang membuat keduanya saling melepaskan diri. Sam tersenyum seraya membungkukkan badannya mengajak Airy untuk berdansa.


Pesta kecil-kecilan yang sengaja Sam persiapkan untuk istrinya, terasa begitu berkesan untuk keduanya. Rasanya mereka ingin menghentikan waktu sejenak saja. Agar kebahagiaan yang membuncah di dadanya tidak cepat berlalu.


"Ai, terima kasih sudah hadir dalam hidup Abang."


"Aku juga berterimakasih pada Abang, karena sudah mencintai aku apa adanya."


Tidak jauh dari tempat Sam dan Airy berdansa, Jordy hanya melihat kebahagiaan sahabatnya dengan tersenyum tipis. Dia senang karena Sam bisa berbahagia bersama dengan gadis yang dicintainya. Dia hanya berharap, agar nanti seperti Sam, bisa bersama dengan gadis yang dia cintai.


...***...


Keesokan paginya, saat sinar mentari menelusup masuk lewat celah jendela, perlahan Airy membuka matanya. Tangannya meraba tempat di sebelahnya yang telah kosong. Dia pun langsung terbangun, celingukan mencari keberadaan suaminya.


"Sayang sudah bangun! Mau mandi sekarang apa kita olah raga pagi dulu," tanya Sam dengan mengerlingkan matanya nakal. Laki-laki itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Abang, semalam kan udah tiga ronde. Apa mau nambah lagi?" tanya Airy Dengan mata yang terlihat masih ngantuk.


"Baiklah Abang mengerti," ucap Sam.


Dia pun segera berpakaian, sedangkan Airy pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah keduanya siap, mereka memutuskan untuk pergi mencari sarapan di food street yang ada di negara itu.


Tanpa sengaja, Airy bertemu teman kuliahnya. mereka pun mengobrol berbahasa basi saling menanyakan kabar. Namun hal itu sangat tidak disukai oleh Sam. Tanpa permisi, laki-laki tampan itu mengecup singkat bibir Airy. Tentu saja hal itu membuat kaget gadis itu dan temannya.


"Maaf, Mas. Kenalkan saya Fajar. teman kuliah Airy."


"Hm ... " Sam hanya berdehem tanpa berniat untuk menyambut perkenalan dari Fajar. Dia merasa tidak suka pada laki-laki itu karena terlihat dekat dengan Airy.


Merasa kehadirannya tidak disukai oleh laki-laki yang sedang bersama dengan teman kuliahnya itu, Fajar pun langsung undur diri. "Airy, aku ke sana dulu ya! Silakan lanjutkan liburannya!"


"See you ya Fajar!" ujar Airy seraya melambaikan tangannya.


"Sudah cukup!" Sam langsung menarik tangan Airy untuk pergi dari sana.


"Abang, apa-apaan sih? Kenapa tadi cium aku di depan dia. Kan malu," protes Airy denagn mengerucutkan bibirnya.


"Abang tidak suka kamu terlalu dekat dengan dia."


"Abang cemburu ya!" goda Airy dengan berjalan mundur di depan Sam.


"Enggak!" kilah Sam langsung mendekat ke arah Airy dan menggendong gadis itu.


"Abang ikh! Banyak yang lihatin," protes Airy denagn nada manja.


"Biarkan saja! Biar mereka tahu kalau kamu hanya milik Abang."


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Dia membidik setiap keromantisan pasangan itu. Lalu mengirimkan pada temannya.


...~Bersambung~...