
Suara tangisan bayi memenuhi ruang bersalin tempat Airy melahirkan. Setelah perjuangan panjang, akhirnya seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir dengan selamat. Kondisi Airy pun terlihat stabil, dia langsung memberikan inisiasi menyusui dini beberapa saat setelah bayi itu lahir.
Sam berkali-kali mengucap syukur atas kelahiran putri pertamanya. Tidak lupa dia melakukan sujud sujud selepas bayinya lahir keduanya. Sungguh, hati Sam seperti dipenuhi oleh kembang api yang meledak di udara berwarna-warni.
"Terima kasih, Sayang!" ucap Sam seraya mencium kening Airy.
"Terima kasih, Bang selalu ada di sampingku," ucap Airy penuh haru.
"Selamat, Tuan, Nyonya atas kelahiran putrinya. Dokter yang membantu persalinan Airy tersenyum ramah.
"Terima kasih, Dok!" sahut Airy dan Sam kompak
Setelah semua pekerjaannya beres, dokter itu pun segera pergi karena masih banyak pasien yang menunggunya. Sementara perawat menjahit jalan lahir yang sobek, sedangkan yang satunya lagi membersihkan bayi kecil itu.
"Permisi Tuan, silakan ikut ke ruangan khusus bayi untuk mengadzani bayi Anda," ucap perawat yang saja datang.
"Baik, Sus sebentar! Sayang, Abang tinggal dulu ya!" pamit Sam yang mendapat anggukan dari Airy.
Wanita cantik itu sedang menahan rasa linunya, akibat jahitan di bagian intinya. Meskipun rasanya sangat sangat nikmat, dia berusaha untuk menahannya agar tidak menangis jerit-jerit.
"Nona wanita yang hebat. Meskipun masih muda dan ini anak yang pertama, tapi tidak manja seperti yang di samping," puji perawat itu.
Airy hanya tersenyum menanggapi ucapan perawat itu. Dia merasa sangat lelah dan ingin segera tidur. "Terima kasih, Sus. Apa boleh saya tidur?"
"Silakan, Nyonya! Saya permisi, semoga cepat pulih."
Perawat itu pun segera pergi meninggalkan Airy sendiri. Sementara wanita cantik itu langsung memejamkan matanya. Karena rasa lelah yang menderanya.
Tidak berapa lama kemudian, Sam dan kedua orang tuanya datang. Mereka datang dengan tergesa saat tahu kalau Airy melahirkan. Namun, melihat menantunya tertidur pulas, kedua orang tua itu tidak berani untuk membangunkan.
"Sam, bagaimana keadaan Airy?" tanya Mama Hanna seraya duduk di samping putri kesayangannya.
"Airy baik, Mah."
"Mama baru tahu kalau Airy mau melahirkan dari supir rumah. Ina tidak mengatakan apapun pada Mama."
"Mah, ganti saja pengasuh Gala, jangan dia! Aku kurang suka sama dia. Nanti sekalian mencari pengasuh untuk putriku juga."
"Ya sudah, nanti Mama carikan!"
"Sam, apa kamu sudah punya nama untuk putrimu?" tanya Papa Angga yang sedari tadi diam.
"Sudah, Pah. Aileen Zyva Samudera yang artinya cahaya yang berkilau di keluarga Samudera."
"Nama yang bagus, Sam. Mama suka!"
"cantik, pintar dan selalu jadi kebanggaan keluarga," timpal Mama Hanna.
"Aamiin." Kompak Sam dan kedua orang tuanya.
Mendengar suara yang berisik, Airy pin perlahan membuka matanya. Dia tersenyum saat melihat mertua sekaligus orang tua angkatnya sudah ada di sana. Airy pun berusaha untuk duduk. Namun, Sam segera menghentikannya.
"Istirahat saja kalau masih lelah. Maaf, kalau Abang mengganggu tidurmu," ucap Sam lembut.
"Iya, Ai. Tidurlah! Mama dan Papa akan menjagamu sampai tenaga kamu pulih kembali," Mama Hanna mengelus lembut rambut Airy.
"Makasih, Mah, Pah sudah datang."
"Iya, Sayang! Maaf kalau kami datang terlambat," sesal Mama Hanna.
"Tidak apa, Mah."
...***...
Tiga hari sudah Airy berada di rumah sakit. Kini kondisinya sudah membaik. Tenaga yang terkuras habis saat melahirkan, kini berangsur pulih. Dokter pun sudah membolehkan Airy pulang ke rumah.
Semua keluarga menyambut hangat kepulangan Airy dan putri kecilnya dari rumah sakit. Mama Hanna pun sudah menyiapkan syukuran di rumahnya. Dia merasa sangat bahagia atas kehadiran cucu pertamanya.
Sementara Ina terlihat murung karena Mama Hanna sudah memberhentikan dia kerja di rumahnya mengasuh Gala. Apalagi pengasuh baru yang akan menggantikan dia sudah datang ke rumah Keluarga Samudera.
Dasar orang kaya! Seenaknya aja main pecat-pecat orang. Padahal aku tidak memiliki salah apapun. Hanya sering mengagumi ketampanan Tuan Sam saja tidak boleh," gerutu Ina seraya memasukkan baju-bajunya ke travel bag.
Dia langsung pulang begitu saja setelah mendapatkan gaji terakhirnya. Sedikit pun dia tidak ada niat untuk melihat keadaan Airy yang baru pulang dari rumah sakit. Dengan wajah di tekuk, dia keluar dari rumah Keluarga Samudera.
Berbeda dengan kedua pengasuh baru. Mereka terlihat begitu telaten merawat bayi Airy dan menjaga Gala. Membuat Mama Hanna merasa sangat puas dengan rekomendasi dari temannya itu.
"Sani, Reni, jangan lupa setiap jam delapan pagi ajak Gala dan Aileen berjemur di halaman belakang. Sekarang kamu persiapkan Aileen ya, karena sebentar lagi para tamu datang!" suruh Mama Hanna pada kedua pengasuh itu.
"Baik, Nyonya!" sahut keduanya kompak.
"Ai, bersiap-siap ya! Sebentar lagi acaranya dimulai!"
"Iya, Mama."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih ...