
Suasana sakral menyelimuti rumah kediaman Keluarga Samudera. Sam dan Airy baru saja selesai melangsungkan ijab kabul. Ibu hamil itu terlihat cantik dengan kebaya putih yang membalut tubuhnya. Apalagi, wajah cantik itu kini tertutup oleh hijab, membuat semua orang yang melihatnya merasa pangling.
Sam yang duduk di samping Airy, terus saja melirik ke arah istrinya. Dia benar-benar jatuh cinta berkali-kali pada adik angkatnya itu. Mama Hanna yang melihat putranya terus mencuri pandang pada Airy, langsung menegurnya karena Sam mengabaikan tamu yang datang.
"Sam, jangan dilihat terus! Itu Tuan Erlangga mau memberi ucapan selamat."
"Tidak apa, Nyonya! Pengantin baru memang selalu begitu saat melihat istri tercintanya. Selamat ya, Sam atas pernikahannya! Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap Tuan Erlangga, rekan bisnis sekaligus klien penting Samudera Logistic.
"Maaf, Tuan! Terima sudah datang ke sini," ujar Sam dengan malu-malu.
Setelah cukup berbasa-basi dengan Sam dan juga Airy, Erlangga dan istrinya segera berpamitan. Meninggalkan pengantin baru yang kini saling berpandangan. Hati kedua anak muda itu, dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran dengan indahnya. Rasanya Sam sudah tidak sabar, ingin mengajak Airy pergi ke kamarnya.
"Ai, kita kabur saja yuk!" bisik Sam pelan.
"Abang, apaan sih?" Airy memukul tangan Sam pelan dengan wajah yang tersipu merah.
"Ck! Ck! Ck! Sabar dong, Bang! Masih siang juga," seru Early yang baru saja datang dengan Jordy.
"Early, kamu dan Bang Jordy ...," tunjuk Airy dengan menunjuk sahabatnya dan sahabat suaminya.
"Aku numpang mobil dia, karena mobilku tiba-tiba saja mogok," jelas Early apa adanya.
"Kirain kalian diam-diam menjalin hubungan di belakang aku," tuduh Airy.
"Mana mungkin, dia bukan selera aku. Kaku gitu sama cewek. Aku sukanya cowok yang romantis, bukan yang seperti itu." Early mencebikkan bibirnya seraya melirik ke arah Jordy.
"Jangan tampikan Early, nanti kamu bisa ter- Jordy Jordy," canda Airy dengan menahan tawanya.
"Emangnya kamu yang ter-Abang Abang. Sudahlah, selamat ya buat kamu dan Bang Sam. Pantas saja Airy gak boleh pacaran, ternyata mau Abang nikahin."
"Tentu," jawab Sam singkat.
"Makasih Early, cepat nyusul ya!"
"Selamat ya Sam, Airy, kalian akhirnya gak sembunyi-sembunyi lagi. Semoga bahagia selalu bersama dengan anak-anak kalian," ucap Jordy dengan tersenyum tipis.
"Makasih selalu ada untuk aku dan Airy," ucap Sam tulus.
Jordy hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Sekali lagi dia mencuri pandangan pada Airy yang terlihat sangat cantik. Dia pun langsung menuju ke taman belakang rumah Sam untuk menetralkan degup jantungnya.
Gadis cantik impianku, semoga kamu bahagia bersama dengan sahabatku. Semakin aku ingin mengubur perasaan cintaku, semakin aku tidak bisa melupakannya. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? batin Jordy.
"Bang, antar aku pulang yuk! Sudahlah, jangan berharap pada Airy! Dari dulu juga, Bang Sam selalu posesif sama dia. Gak heran kalau sekarang Bang Sam menikah dengan Airy," ucap Early.
"Sok tahu kamu. Ayo kalau mau pulang!" Jordy langsung berdiri dan menuju ke mobilnya.
"Ngeles aja kayak bajaj Bang! Segitu kentara banget juga, kalau Bang Jordy itu diam-diam menyukai Airy," cebik Early.
Tak urung Early pun mengikuti langkah kaki Jordy. Karena memang dia butuh tumpangan dari laki-laki itu. Setelah sampai di mobil Jordy, tanpa sungkan Early pun langsung masuk begitu saja.
"Pulang ke rumah, apa ke tempat lain dulu?" tanya Jordy dengan melirik ke arah Early.
"Bang kalau lagi kosong, mending temani aku ke mall yuk!" ajak Early dengan bersemangat.
"Mau ngapain ke mall?" tanya Jordy dengan mengerutkan keningnya.
"Mau cebok, Bang. Ya kali ke mall mau numpang pup, ya mau shopping lah Bang."
"Aku malas shopping."
"Bukan Abang yang shopping, tapi aku loh Bang. Gimana sih, Bang. Kho nggak ngerti!" Early memutar bola matanya malas.
"Kenapa nggak ajak cowok kamu aja?"
"Aku baru putus Bang. Abang tahu nggak? Mantan cowok aku tuh pernah sekongkol dengan temannya, buat ngerjain Airy makanya aku mutusin dia. Ya kali aku mau punya cowok yang jahat kayak gitu, ogah banget." Lagi-lagi Early memutar bola matanya malas.
"Sekarang kamu jomblo?"
"Aku mau dijodohin sama mamaku. Semoga saja pilihan mamaku cowok yang bener, bukan laki-laki hidung belang ya suka morotin duit cewek."
"Kamu tuh terlalu banyak nonton sinetron."
"So you know nih Bang Jordy. Orang aku sukanya nonton drakor sama baca novel. Ayo cepetan Bang! Gaspol ke Mall. Elah Abang, dari tadi gak jalan-jalan."
Jordy hanya menahan senyum dengan apa yang Early katakan. Karena memang dia sengaja mengerjai gadis itu dulu. Entah kenapa, semenjak Early bergabung di Samudera Logistic, Jordy terkadang sengaja mengerjai gadis itu agar terus mengoceh.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa sawerannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....