
Hari-hari yang Sam jalani bersama dengan Airy terasa sangat indah. Mereka tidak pernah bosan untuk selalu berduaan. Apalagi Mona sering pergi ke luar kota, membuat Sam tidak perlu mencari alasan saat tidak pulang ke rumahnya.
Namun, hari ini foto model yang merambah menjadi seorang artis film layar lebar itu, terlihat ada di rumahnya. Sepulang dari syuting dia terus saja memegang perutnya ayng sudah terlihat membuncit. Dia bahkan membatalkan semua jadwal syutingnya dan memilih pulang ke rumah.
"Kamu kenapa?" tanya Sam yang baru saja pulang kerja. Dia melihat Mona sedang meringis duduk di sofa.
Tadinya dia akan pergi ke rumah orang tuanya dan menginap di sana. Karena tidak mungkin jika terus menginap di apartemen, orang tuanya bisa-bisa menyuruh orang untuk mengawasi Airy.
"Perutku sakit, Syam!" keluh Mona dengan sedikit meringis.
"Istirahatlah! Aku panggil dokter," suruh Sam. Dia pun segera memanggil dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan Mona. "Ayo aku antar ke kamar!"
Sam segera memapah Mona dan mengantar wanita cantik itu ke kamarnya. Dia pun membantu Mona untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Setelah memastikan keadaan Mona, barulah Sam berbicara.
"Aku ke kamarku dulu! Mungkin sebentar lagi Ivone datang," ucap Sam.
"Makasih, Sam!" Mona tersenyum manis pada Sam. Hatinya jadi menghangat mendapatkan perhatian dari suaminya. Meskipun memang Sam selalu bicara seperlunya saja, tetapi sikap Sam mampu menyentuh hatinya.
Sementara itu, Sam langsung menghubungi Airy. Dia tidak mau adik kesayangannya itu menunggunya. Karena sudah pasti, dia tidak mungkin meninggalkan Mona dalam keadaan sakit.
"Hallo, Sayang!" sapa Sam saat sambungan teleponnya sudah tersambung dengan Airy.
"Hallo, Bang. Apa sudah di jalan?" tanya Airy di seberang sana.
"Sayang, malam ini Abang tidak akan datang. Mona sakit."
"Apa, Bang? Kak Mona sakit? Terus Abang mau tidur dengan Kak Mona gitu?"
"Enggak sayangnya Abang. Mona tidur di kamarnya. Abang juga tidur di kamar Abang. Hanya saja Abang harus jaga-jaga kalau Mona sampai kenapa-napa."
"Abang perhatian banget dengan Kak Mona. Apa Abang mulai suka dengan Kak Mona?"
"Sayang, bukannya Abang mulai suka dengan Mona. Tapi dia tanggung jawab Abang. Apa kamu lupa kalau Mona masih berstatus istri Abang?"
"Iya deh iya. Ya udah, aku mau tidur." Airy langsung mematikan ponselnya. Membuat Sam menghembuskan napasnya kasar. Dia yakin kalau istri keduanya itu pasti sedang merajuk karena dia tidak menepati ucapannya tadi saat di kantor.
Maafkan Abang, Ai. Meskipun memang, Abang tidak cinta sama Mona. Tapi tetap saja dia istri Abang, batin Sam.
Dia pun segera pergi ke kamat mandi. Membiarkan air shower mengguyur kepalanya. Sam sangat khawatir Airy akan marah dan mendiamkannya.
Setelah dia puas membersihkan seluruh tubuhnya, Sam pun segera berpakaian rapi. Dia langsung ke luar kamar saat pembantu rumah memberitahu tentang kedatangan Dokter Ivone yang akan memeriksa Mona.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Sam saat dia sudah berada di kamar Mona.
"Hanya kram biasa. Mungkin karena Mona terlalu kelelahan syuting," jelas Dokter Ivone yang merupakan teman sekolah keduanya. "Aku kasih obat pereda nyeri saja ya! Kalau besok masih sakit, kamu ke rumah sakit. Cek ke dokter kandungan."
"Iya, makasih Ivone." Mona memaksakan tersenyum pada dokter muda itu.
Setelah kepergian Ivone, Sam pun membantu Mona untuk meminum obat yang diberikan oleh dokter itu. Namun, saat Sam akan kembali ke kamarnya, Mona menahan tangan kekar.
"Kenapa?" tanya Sam kembali membalikkan badannya melihat ke arah Mona.
"Temani aku ya! Sam, maukah membantuku mengelus perut? Tanganku pegal, Sam. Tapi saat dielus, sakitnya sedikit berkurang," pinta Mona.
"Baiklah! Aku ambil kursi dulu." Sam pun mengambil kursi yang biasa dipakai untuk berhias. Tangannya dengan lembut mengelus Mona yang posisinya miring menghadap Sam.
Ada rasa yang tidak bisa Mona definisikan saat melihat wajah datar Sam yang tanpa ekspresi saat bersamanya. Entah kenapa, dia merasa senang dengan kehadiran Sam yang ada di sisinya. Sampai akhirnya, perlahan dia pun memejamkan matanya.
Setelah memastikan Mona tertidur pulas, Sam pun langsung pergi dari kamar Mona. Dia ke kamarnya dan langsung tertidur. Sam merasa kepalanya pusing karena memikirkan Airy yang pasti sedang merajuk.
...***...
Keesokan harinya, laki-laki tampan itu sudah siap dengan jas kerjanya. Dia pun bergegas ke meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat kerja. Terlihat di sana, Mona yang sudah duduk manis dengan semangkuk salad buah di depannya.
"Masih. Sam, makasih ya semalam sudah menjagaku. Apa hari ini kamu bisa mengantar aku ke dokter?" tanya Mona dengan melihat ke arah Sam yang sedang menarik kursi.
"Baik. Nanti aku bilang dulu pada Jordy."
"Makasih ya, Sam."
"Makanlah! Kasian anak kamu," suruh Sam sebelum dia melanjutkan makannya.
Keduanya pun makan dalam diam. Setelah makanan yang ada di depannya habis, barulah Sam berbicara .
"Mona, sepulang dari dokter, aku akan langsung ke kantor. Kamu hubungi assisten kamu, agar menjaga kamu di rumah."
"Iya, Sam. Nanti akan aku hubungi dia agar segera datang ke mari."
Sam hanya menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi ke kamarnya. Dia menghubungi Airy dan Jordy untuk memberitahu mereka tentang keterlambatannya pergi ke kantor. Setelah semuanya beres, barulah Sam mengantar Mona pergi ke dokter kandungan.
Sesampainya di rumah sakit, mereka tidak perlu mengantri lama. Karena Dokter Ivone sudah membuatkan janji untuk Mona bertemu dengan Dokter kandungan.
"Pagi, Dok!" sapa Mona saat mereka sudah masuk ke ruangan dokter.
"Pagi, Nyonya. Silakan duduk!" suruh Dokter Tiwi.
"Terima kasih, Dok!" ujar Mona dengan tersenyum ramah. Sementara Sam hanya mengikuti saja saat istrinya duduk.
"Apa ada keluhan?"
"Perut saya kram, Dok. Rasanya tidak nyaman sekali," keluh Mona.
"Apa kram perut terasa sangat berat dan tak kunjung hilang?"
"Kalau perutnya dielus, suka hilang sakitnya, Dok!
"Apa Anda merasa sakit saat buang air kecil?" tanya dokter itu seraya menulis sebuah catatan di buku rekam medis.
"Tidak, Dok!"
"Apa keluar flek atau darah dari jalan lahir, muntah, demam dan menggigil?"
"Tidak juga, Dok!"
"Kondisi Nyonya masih dalam tahap wajar. Kram perut itu terjadi karena rahim ibu yang membesar selama kehamilan memberi tekanan pada otot dan ligamen di sekitarnya. Selain itu, otot ligamen bundar ibu juga akan sering mengalami kram saat meregang," jelas dokter panjang lebar.
"Apa semuanya baik-baik saja, Dok?"
"Sepertinya bukan masalah yang serius. Untuk memastikannya, kita lakukan USG ya! Untuk melihat kondisi janin dan kondisi rahim Nyonya."
"Iya, Dok!"
Setelah Mona melakukan serangkaian pemerikasaan dan mendapatkan wejangan cara mengatasi kram saat sedang hamil, dia pun langsung berpamitan pulang. Karena memang kondisi janinnya baik-baik saja dan sangat sehat. Mona hanya disuruh untuk beristirahat di rumah dan mengurangi aktifitas yang berlebihan.
"Mona, aku langsung ke kantor ya!" ujar Sam saat mereka sudah sampai di rumah.
"Iya, Sam. Hati-hati! Makasih ya, sudah mengantar aku periksa ke dokter. Kamu memang suami yang siaga. Tidak salah Papa memilih kamu untuk menjadi suamiku."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....