Simpanan Abang Angkat

Simpanan Abang Angkat
Bab 15 Penjelasan


Wajah bahagia Sam seketika luntur, saat Mona melemparkan foto-foto Sam waktu berlibur bersama dengan Airy. Laki-laki itu mengeraskan rahangnya, karena merasa terganggu privasinya dengan apa yang dilakukan oleh orang yang sudah memotret kemesraannya dengan Airy.


"Jelaskan, Sam! Apa maksud kamu?" tanya Mona dengan mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di kamar Sam.


"Aku tidak perlu menjelaskannya sama kamu."


"Sam, apa kamu lupa kalau aku masih berstatus istri kam. Meskipun benar kita tidak saling mencintai, tapi aku tidak ingin kamu mengkhianati pernikahan kita."


"Aku tidak mengkhianati kamu... Karena dari awal, gadis yang aku cintai itu Airy bukan kamu."


"Terserah, siapapun gadis yang kamu cintai, tapi aku tidak mau publik tahu kalau kamu mengkhianati pernikahan kita. Apa kamu lupa, apapun yang berhubungan denganku akan menjadi konsumsi publik? Termasuk skandal kamu dengan adik kamu sendiri. Aku tidak pernah menyangka, seorang Cakrawala Samudera, justru jatuh ke dalam pesona adik kecilnya." Mona tersenyum remeh pada Sam.


Sementara Sam hanya dia melihat ke arah Mona yang sedang mencibirnya. Ingin dia marah dengan apa yang Mona katakan. Akan tetapi, dia terus menahan diri agar tidak menyakiti wanita yang sedang hamil.


"Mona, aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Silakan menghinaku karena mencintai adikku sendiri. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, Aku mencintai Airy dengan seluruh jiwa ragaku," ucap Sam dengan menatap tajam Mona.


"Owh ... aku iri sekali dengan adikmu. seharusnya aku yang mendapatkan cinta seperti itu dari mu, Sam. Bukan dia! Aku yang menjadi istri kamu bukan Airy.'"


"Sudah belum bicaranya? Keluarlah, Mona! Aku tidak suka kamu mencampuri urusanku." Sam langsung membukakan pintu kamarnya. "Satu lagi, jangan pernah masuk ke kamarku tanpa seijin aku."


"Dengar Sam! Aku memnag tidak mencintai kamu, tapi aku tidak suka berperan menjadi istri yang tersakiti. Kamu harus ingat itu!" ketus Mona sebelum pergi dari kamar Sam.


Laki-laki itu hanya menghembuskan napasnya kasar setelah kepergian istrinya. Dia langsung menutup pintu dan menguncinya. Sam mengusap wajahnya hingga ke rambut untuk menetralkan kekesalannya pada Mona. Seandainya saja dia tidak melihat keadaan Mona yang sedang berbadan dua, mungkin laki-laki itu sudah menyeret Mona agar cepat-cepat keluar dari kamarnya.


"Aku tidak peduli jika harus kehilangan banyak hal, asal jangan kehilangan Airy. Papa juga, kenapa dulu malah mencari pinjaman pada papanya Mona. Akh ... Kenapa dulu aku tidak berterus terang pada Airy tentang perasaanku, mungkin aku mencari solusi lain untuk perusahaan selain menikah dengan Mona."


Sam terus saja menjambak rambutnya sendiri. Sampai akhirnya terdengar suara ponselnya berbunyi. Dilihatnya Airy melakukan panggilan video kepadanya.


"Halo, Bang! Kenapa mukanya kusut gitu? Abang lelah, ya!" tanya Airy di seberang sana.


"Sayang, besok Abang tidak jemput ya! Sepertinya kita harus sedikit menjaga jarak," ucap Sam lesu.


"Memangnya kenapa? Apa Abang sudah mulai suka pada Kak Mona?"


"Bukan, Ai! Mona sudah tahu tentang kita. Ada yang memberitahu Mona tentang liburan kita kemarin. Abang hanya ingin kita bersiap-siap, sebelum semuanya terbongkar."


"Baiklah, nanti aku ikut sama Papa saja."


"Sayang, jangan marah, ya!"


"Gak Bang, aku ngerti kho. Tapi sepertinya Abang belum mandi ya! Apa baru datang banget?"


"Sudah dari tadi, hanya saja Mona memberikan foto-foto kita saat liburan kemarin kemarin."


"Apa Kak Mona marah?"


"Iya, dia marah. Tapi kamu jangan khawatir, Ai. Kemarahan dia tidak mempengaruhi hubungan kita. Lagipula, di kantor kita masih bisa bertemu Iya kan, Sayang?"


"Abang tutup dulu ya, Ai. Abang mau mandi dulu." ?


"Iya, Bang."


Sam pun langsung berlalu ke kamar mandi, setelah dia menutup ponselnya. Setelah acara mandinya selesai, Sam pun keluar dar kamarnya karena tenggorokannya terasa sangat kering.


Terlihat Mona sedang duduk seorang diri di meja makan. Sam hanya berlalu begitu saja melewati istrinya. Sedikit pun dia tidak mengeluarkan suara.


"Sam, aku tidak mempermasalahkan hubungan kalian. Kamu tenang saja, soal kamu ada affair dengan adikmu, aku tidak akan menyebarkannya. Tapi aku minta, bermainlah cantik. Jangan sampai aku melihat kemesraan kalian, sehingga mood aku menjadi buruk." Mona melihat ke arah Sam, yang sedang mengambil air minum di dalam lemari es.


Tentu saja hal itu menyebabkan Sam menghentikan minumnya. Dia melihat ke arah Mona sesaat, kemudian melanjutkan kembali minumnya hingga air yang ada di dalam gelas tandas.


"Baiklah, aku akan ikuti keinginanmu. Aku harap kamu tahu batasan kamu. Aku tidak suka kamu ikut campur lagi dengan urusanku," ucap Sam.


"Kamu tenang saja, Sam. Selama kita terikat perjanjian, aku akan bersikap profesional."


...***...


Keesokan harinya, terlihat Airy sudah siap dengan pakaian kerjanya. Dia sudah bicara pada Papanya untuk ikut berangkat bersama. Tentu saja hal itu terdengar aneh bagi kedua orang tua angkat Airy. Karena mereka tahu kalau Airy dan Sam kemana-mana selalu bersama.


"Tumben nih Putri Papa mau ikut dengan papa ke kantor," seloroh Papa Angga.


"Aku males mampir-mampir Pah, kata Bang Sam mau mengantar kak Mona dulu ke lokasi syuting," kilah Airy.


"Bagus itu, berarti Sam ada kemajuan. Benar kata orang, cinta datang karena terbiasa. Sering berkomunikasi berdua dengan pasangan, membuat hubungan mereka semakin dekat. Awalnya Papa khawatir, Sam tidak bisa menerima Mona dengan baik. Tapi saat tahu kalau Mona hamil, Papa jadi lega karena kekhawatiran Papa tidak terjadi," tutur Papa Angga.


"Memang kenapa Papa khawatir?" tanya Airy jadi penasaran dengan cerita papanya.


"Bagaimana Papa tidak khawatir, Ai? Abang kamu itu selalu saja menolak jika akan dijodohkan dengan putri teman bisnis Papa. Pas sekali Papa bertemu edngan teman lama. Jadilah Papa memutar otak agar Sam mau menikah dengan Mona."


"Iya benar, Ai. Awalnya Sam menolak keras perjodohan itu. Tapi saat papa berpura-pura kalau perusahaan sedang colaps dan butuh dana segar yang banyak, barulah Sam mau dijodohkan dengan Mona. Padahal, kita butuh dana segar gak terlalu banyak ya, Pah. Tinggal menjual satu dua kapal pun bisa tertutupi," timpal Mama Hanna.


Berarti Mama dan Papa sengaja melakukan hal itu agar Bang Sam menikah. Bagaimana kalau mereka tahu, bahwa sebenarnya aku sudah menikah dengan Abang, batin Airy.


"Oh, iya Ai. Akhir pekan ini, ikut dengan Mama dan Papa ya, ke acara anniversary rekan bisnis Papa. Biar mereka tahu kalau Papa memiliki seorang putri yang sangat cantik," ucap Papa Angga kemudian.


"Iya, Pah!" sahut Airy.


"Anak pintar, Airy memang anak Mama dan Papa yang baik. Selalu menurut dengan apa yang orang tua katakan."


...~Bersambung~...


^^^Jangan lupa dukungannya ya Kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite.^^^


...Terima kasih...