
Sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya, Sam diam seribu bahasa. Dia benar-benar merasa kesal pada Mona. Ingin rasanya dia marah pada ibu hamil itu. Akan tetapi, Sam merasa tidak tega jika harus memarahi wanita yang sedang hamil.
"Sam, nanti kita berhenti di depan ya! Aku belum sarapan sehat hari ini. Tadi pagi hanya makan roti dan susu," ucap Mona dengan melihat ke arah Sam yang fokus ke arah jalan raya.
"Hm ...." Sam hanya berdehem menanggapi permintaan istrinya.
Tidak berselang lama, Sam membelokkan ke arah sebuah restoran. Dia pun segera menghubungi Jordy agar segera menyusulnya ke sana. Namun, Mona bisa menangkap gelagat yang tidak beres saat Sam meminta Jordy agar menyusul mereka.
"Sam kenapa Jordy disuruh datang?" protes Mona. Merasa tidak suka dengan apa yang dilakukan suaminya.
"Aku ada perlu," ucap Sam datar. "Cepat turun!"
Sam segera keluar dari mobilnya, sebelum Mona berbicara, "Sam, tolong lepaskan seat belt-ku!"
Namun, Sam yang sudah keluar dulu dari mobil, tidak begitu mendengarkan apa yang Mona katakan. Dia langsung masuk ke dalam restoran dan memesan makanan untuk dia bawa pulang ke rumahnya.
Setelah dia mendapatkan apa yang Mona inginkan, secepatnya Sam kembali masuk ke dalam mobil. Ternyata Mona sudah tidak ada di tempatnya. Sam pun celingukan mencari keberadaan Mona. Sampai akhirnya dia melihat Mona sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Dari mana kamu?" tanya Sam dengan nada ketus. "Nih makanannya!"
"Aku ke toilet dulu memangnya kenapa? Kamu takut ya kalau aku hilang?" tanya Mona dengan senyum menggoda Sam.
"Mimpi!" seru Sam dengan tidak mempedulikan godaan dari Mona.
Dia malah sibuk menghubungi Jordy kembali. Sampai akhirnya, panggilan teleponnya tersambung. Sam pun segera berbicara dengan Jordy.
"Hallo, kamu di mana?" tanya Sam dengan tidak sabaran.
"Aku meu belok ke restoran."
"Ya sudah aku tutup!"
Tanpa menunggu jawaban dari Jordy, Sam pun segera menutup panggilan teleponnya. Bersamaan dengan mobil Jordy yang memasuki halaman restoran. Sam langsung tersenyum tipis karena sahabatnya itu selalu bisa dia andalkan.
"Sam ada apa? Kenapa kamu menyuruh aku buru-buru ke sini?" tanya Jordy saat dia sudah menghampiri sahabatnya.
"Kamu antar Mona pulang ke rumah! Aku harus kembali ke rumah sakit," suruh Sam.
"Sam, mana bisa begitu? Aku tanggung jawab kamu, Sam. Kenapa Jordy yang harus mengantar aku pulang? Di mana tanggung jawab kamu?"
"Terserah apa yang kamu katakan. Jordy aku pergi, setelah kamu mengantar Mona, langsung ke kantor saja," suruh Sam. Dia langsung masuk ke dalam mobil.
"Jordy, antar aku kalau lokasi syuting!" suruh Mona
"Oke!" sahut Jordy segera kembali masuk ke mobilnya.
...***...
Setelah hari itu, Sam semakin menjaga jarak dengan Mona. Dia bahkan jarang pulang ke rumahnya. Sam memilih pulang ke apartemen Airy. Apalagi sekarang Airy sudah sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala.
Tentu saja hal itu semakin membuat Mona kesal. Dia pun sering datang di jam istirahat makan siang ke kantor Sam, untuk mengajak laki-laki itu untuk makan siang bersama. Namun, Sam sering beralasan ada meeting dengan klien di luar.
Seperti hari ini, Sam langsung mengajak Airy pergi saat satpam perusahaannya, memberi tahu tentang kedatangan Mona. Karena memang, dia sudah berpesan untuk memberi tahu jika Mona datang ke perusahaan.
"Abang, kenapa kita lewat sini?" tanya Airy saat Sam mengajak gadis itu lewat tangga darurat.
"Di lantai berikutnya, kita turun pakai lift."
Benar saja dugaan Sam, tidak berapa lama kemudian Mona datang ke ruangannya. Ibu hamil itu terlihat mengepalkan tangannya. Dia benar-benar merasa kesal karena ternyata tidak menemukan Sam dan Airy.
Awas saja kalian! Berani mempermainkan aku, akan aku balas!
Sangat berbeda dengan dua sejoli yang bisa membebaskan diri dari Mona. Mereka terlihat tertawa bahagia seraya menuju ke apartemen Airy. Keduanya saling melempar senyum.
"Abang, bagaimana kalau Kak Mona tahu, kita sudah mengerjainya?" tanya Airy
"Biarkan saja, Ai. Yang penting, dia tidak mengganggu kita lagi. Ai, nanti kita itu ya!"
"Abang ikh, kenapa harus dibahas?"
"Abang hanya ingin memberitahu kamu, kalau sudah lama kita tidak melakukannya. Abang jadi ingin menengok calon anak-anak kita."
Benar saja apa yang Sam katakan, sesampainya di apartemen Airy, laki-laki itu seperti singa kelaparan yang mendapatkan mangsa. Dia terus saja mengeksplor semua bagian tubuh Airy. menyentuh titik sensitif gadis itu.
Sampai akhirnya, terjadilah apa yang seharusnya terjadi antara pasangan suami-istri itu, mereka teguk bersama kenikmatan yang selalu membuat sepasang anak adam itu menjadi candu.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....