
Malam ini terasa sangat indah dengan langit yang bertabur bintang. Ditambah lagi Sang Rembulan bersinar dengan terang. Keindahan langit malam seakan mewakili perasaan dua insan yang saling mencintai.
Sam terus aja memandang wajah cantik istrinya. Berkali-kali dia memungkiri perasaannya, berkali-kali pula dia terjatuh sejatuh-jatuhnya dalam pesona adik angkatnya. Di matanya hanya Airy, wanita yang terlihat nyaris sempurna di dunia ini. Seperti gabungan dari dewi-dewi yang berada di kahyangan.
"Abang, kenapa lihatin aku terus. Katanya mau melihat gugus bintang," tanya Airy yang berada di depan teleskop.
"Abang sedang melihat bintang yang paling bersinar. Airy, hanya kamu bintang di hati Abang," jawab Sam dengan tidak melepaskan pandangannya dari gadis itu.
"Bisa aja Abang gombalnya. Nanti hidung aku terbang bagaimana?" tanya Airy dengan tersenyum malu-malu.
Pipinya yang putih mulus kini bersemu merah seperti kepiting rebus. Sam menjadi gemas melihat istrinya yang malu-malu meong. Tanpa bicara lagi, laki-laki itu langsung mencium pipi istrinya, lalu berbisik, "Kita sudah sejauh ini, masih saja malu-malu."
"Abang ikh! Bilangin mama nih, Abang godain aku."
"Bilang saja, tapi nanti kamu kena hukuman Abang, mau?"
"Mau kalau hukumannya suruh makan mie instan, suruh makan buah rambutan sama durian."
"Ai, Abang tidak suka semua makanan itu. Jangan mengatakannya di depan Abang.!"
"Astaga Abang! Masih benci saja sama makanan itu. Padahal mereka tidak bersalah apa-apa sama Abang," goda Airy.
"Ai, beneran mau Abang hukum?" Sam langsung membopong Airy, membuat gadis itu sangat terkejut.
Namun, dia tidak memperdulikannya. Sam membawa Airy masuk ke kamar dan melemparkan gadis itu ke atas tempat tidur, sebelum dia mengungkungnya.
Baru saja dia akan mencium istrinya, tiba-tiba saja pintu kamar Airy ada yang membukanya. Jelas saja, dua anak manusia itu kaget setengah mati dengan kedatangan Mama Hanna yang menyerobot masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sam, Airy, apa kalian lakukan? Kalian sudah sama-sama dewasa. Sudah tidak pantas lagi kalian bersikap seperti itu. Sam, apa kamu ingin menodai adikmu?" tanya Mama Hanna yang tidak kalah kaget dari kedua anaknya.
"Mama, kenapa tidak ketuk pintu?" tanya Sam dengan nada datar.
"Mama lagi buru-buru. Papa kamu meminta Airy untuk menemuinya di ruang kerja," jelas Mama Hanna.
"Aku, Mah? Memangnya ada hal apa, Mah?" tanya Airy heran.
"Iya, Mah. Aku ke sana sekarang," ucap Airy seraya bangun dari tidurnya. Dia pun langsung mengikuti Mama Hanna.
Sementara Sam hanya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Airy. Dia menatap langit-langit kamar gadis itu dengan pikiran yang menerawang entah ke mana. Sam yakin, papanya pasti akan membicarakan tentang perjodohan Airy dengan David. Karena sebagai seorang laki-laki Sam bisa melihat kalau David begitu tertarik pada Airy.
Rumit sekali cintaku! Saat aku sebentar lagi akan terbebas dari Mona. Airy akan terikat dengan laki-laki lain. Tidak! Aku harus memperjuangkan Airy, karena sekarang dia sudah menjadi istriku, tekad hati Sam.
Sementara di ruang kerja Papa Angga, terlihat Airy sedang menundukkan kepalanya tangannya saling meremat satu sama lain. Dia benar-benar merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya.
Di satu sisi Airy ingin berbakti kepada Papa Angga yang sudah begitu baik merawatnya selama ini. Akan tetapi, di sisi lain dia tidak mungkin berpisah dengan Sam. Ibarat kata posisi Airy maju kena mundur kena.
"Ai, keluarga kita diundang untuk menghadiri ulang tahun perusahaan BLUE OCEAN. Untuk itu, nanti kamu ikut dengan Papa dan Mama ke sana. Tidak lama, mungkin kita di sana hanya dua hari," ungkap Papa Angga.
"Apa Airy harus ikut ya, Pah?" tanya Airy pelan.
"Tentu saja. Kalian kan akan menikah, sudah pasti kamu harus menjadi pendamping Tuan David saat nanti acara potong kue ulangtahun perusahaannya. Kamu tenang saja, khusus tahun ini Tuan David mengadakan acara ulang tahun perusahaan, sekaligus memperkenalkan kamu pada semua rekan bisnisnya sebagai calon istrinya."
Justru itu yang aku takutkan, Tuan David akan mengklaim aku sebagai calon istrinya. Padahal aku sudah menikah dengan Banh Sam, batin Airy.
"Memangnya, kapan acaranya Pah?" tanya Airy lagi.
"Minggu depan. Nanti kamu pesan gaun malam yang paling bagus di butik ternama. Biar Papa yang akan membayarnya. Jangan melihat harganya tapi lihat kualitas dan model yang cocok untuk kamu."
"Baik, Pah. Airy akan mengikuti apa yang Papa katakan."
"Bagus. Kamu memang anak yang berbakti."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....