
Sam nampak gelisah di kursi kebesarannya. Hatinya menjadi tidak tenang saat mengetahui kalau Airy diajak untuk menghadiri ulang tahun perusahaan BLUE OCEAN. Akhirnya dia pun memutuskan untuk berbicara dengan papanya.
"Pah, ada hal yang ingin aku bicarakan," ucap Sam saat bertemu dengan Papa Angga.
"Kebetulan, Papa juga ingin berbicara padamu soal Mona."
Sam langsung mengikuti ke mana papanya pergi. Sepanjang perjalanan, Sam sudah merangkai kata-kata untuk meyakinkan papanya agar diijinkan untuk ikut.
"Sam, apa kamu serius akan bercerai dengan Mona?" tanya Papa Angga saat mereka sudah duduk.
"Aku serius, Pah!" sahut Sam dengan menatap wajah papanya.
"Sebenarnya, Papa sangat menyayangkan kamu bercerai dengan Mona. Tapi Papa bisa mengerti kalau kamu kecewa karena merasa di bohongi. Apa tidak ada perasaan cinta sedikitpun di hati kamu untuk Mona?"
"Tidak ada! Aku hanya kasihan sama dia."
"Ya sudah, kalau itu memang sudah menjadi keputusan kamu. Papa tidak akan melarang maupun mendukung kamu. Papa yakin, kamu sudah bisa mengambil keputusan yang tepat untuk hidupmu."
Papa benar, keputusan aku sudah tepat dengan memilih Airy sebagai istriku, batin Sam.
"Pah, kata Airy, Papa dan Mama akan menghadiri acara ulang tahun BLUE OCEAN. Apa aku boleh ikut?" tanya Sam kemudian.
"Sam, Mona baru saja melahirkan. Masa iya kamu harus ke luar negeri?"
"Pah, hanya negeri tetangga. Tidak akan memakan waktu lama. Ayolah, Pah!"
"Sam, lebih baik kamu jaga perusahaan saja. Karena tidak akan lama. Paling juga hanya dua sampai tiga hari kami di sana."
"Justru itu, Pah. Karena hanya sebentar, tidak akan mengganggu pekerjaanku."
"Tapi, Sam ...."
"Please, Pah! Kali ini saja aku ikut."
"Baiklah! Kamu memang selalu keras kepala saat sudah memiliki keinginan. Sam, setelah bercerai dengan Mona. Cepatlah cari penggantinya. Kamu sudah waktunya memiliki seorang anak."
"Papa tenang saja, saat aku sudah bercerai, aku pasti akan membawanya ke hadapan Papa."
"Papa selalu menantikan saat itu. Kamu datang ke rumah dan memperkenalkan seorang gadis cantik sebagai kekasihmu. Tapi, sudah bertahun-tahun lamanya, kamu tidak membawanya juga."sss
"Kali ini, aku pasti akan membawa ke hadapan Papa dan Mama."
Ulang tahun perusahaan BLUE OCEAN yang diadakan di sebuah hotel bintang lima, terlihat sangat meriah. Airy terlihat sangat cantik dengan gaun terbaik dari desainer ternama. Begitupun dengan Sam yang tampil menawan. Tidak kalah dengan pesona opa-opa dari negeri Ginseng.
"Ingat, Ai! Jangan mau dipegang oleh laki-laki itu. Abang tidak mengijinkan," pesan Sam pelan, setibanya di tempat acara.
"Abang tenang saja. Aku sudah punya cara sendiri untuk menghindari dia. Abang lihat!" tunjuk Airy pada sarung tangan yang bermotif indah. "Aku akan melindungi tanganku dengan ini."
"Gadis pintar," puji Sam dengan tersenyum manis pada Airy. Dia langsung merangkul pinggang adiknya agar semakin merapat ke arahnya. Namun, secepatnya Airy mengingatkan kalau mereka sedang berada di tempat umum.
"Abang, kita sedang berada di pesta loh."
"Biarkan saja! Ayo kita ikuti Papa dan Mama!" ajak Sam dengan tidak melepaskan rangkulannya pada pinggang Airy.
Meskipun awalnya Airy merasa khawatir dengan pandangan orang-orang. Namun, lama kelamaan dia merasa nyaman diperlakukan seperti itu oleh Sam. Karena begitu banyak pasang mata pria-pria hidung belang yang memandangnya dengan tatapan lapar. Sehingga Airy pun semakin merapatkan tubuhnya pada Sam.
"Kenapa? Masih tidak mau dirangkul sama Abang?"
"Bukan begitu, Bang. Aku tidak suka melihat tatapan mereka yang seperti itu," keluh Airy dengan mengerucutkan bibirnya.
"Sayang, jangan memancing mereka!"
Airy tidak menyahut ucapan Sam. Dia sibuk menyapa balik orang-orang yang menyapa. Sementara Sam hanya menganggukkan kepala sedikit untuk menyapa balik orang-orang yang menyapanya. Sampai terlihat Mama Hanna melambaikan tangannya, agar kedua anaknya segera mendekat ke arahnya.
Sam dan Airy pun segera mempercepat langkahnya. Terlihat David begitu gagah berdiri bersama dengan kedua orangtuanya. Sepertinya, laki-laki itu akan memberikan kata sambutan sebagai pembukaan acara ulang tahun perusahaannya.
Lagi-lagi Airy merasa risih dengan tatapan lapar kaum adam. Apalagi, David terus saja melihat ke arahnya saat bericara di depan. Tentu saja hal itu membuat Sam menjadi tidak suka. Dia pun membuka jasnya dan memakaikannya pada Airy.
"Sam, kenapa jasnya dilepas?" tanya Mama Hanna.
"Mama salah memilihkan gaun untuk Airy. Lihat banyak laki-laki yang terus saja melihat ke arahnya," gerutu Sam kesal.
"Bukan gaunnya yang salah, karena gaun yang Airy pakai tidak bisa berbicara. Tetapi Airy terlalu cantik, sehinga banyak lelaki yang menyukainya. Sudahlah Sam, tidak usah dipermasalahkan. Lebih baik kita menjaganya."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote dsn favorite....
...Terima kasih ...