
"Sayang, dasiku mana?" teriak Reka.
Nara baru saja menyerahkan putranya pada pengasuh, baru saja memandikan dan mengenakan pakaian yang membuat penampilan bayi berumur tiga bulan itu menggemaskan. Kaivan Daud, putra pertama Reka dan Nara.
Nara bergegas ke kamar, sudah hafal dengan sifat Reka yang senang mencari-cari dirinya hanya untuk meminta kaos kaki, dasi atau tali pinggang.
Sebenarnya bukan karena Reka yang tidak bisa menyiapkan keperluannya sendiri, bahkan Nara sudah menyiapkan apa yang harus dipakai Reka ke kantor setiap pagi.
"Aku seperti punya dua bayi," sahut Nara.
"Pakein dong, bayi kamu yang ini kuga harus diperhatikan loh," pinta Reka sambil menyerahkan dasinya ke tangan Nara.
Kepala Reka sedikit menunduk, Nara mengalungkan dasi pada kerah kemeja Reka.
"Nanti sore, aku bawa baby Kai ya."
"Hm, giliran di rumah siapa?" tanya Reka.
"Minggu ini tempatnya Rika. Oke sudah rapih."
Kayla, Rika dan Nara memang kerap mengagendakan pertemuan untuk sekedar ngobrol, sharing mengasuh anak-anak mereka atau bahkan hanya merumpi layaknya para mamah muda.
"Ini belum," ucap Reka sambil menyentuh bibirnya.
Nara berdecak, lalu mengecup singkat bibir Reka. "Yang agak lama dong."
"Nanti malah nggak jadi berangkat."
Reka terkekeh, lalu mencium kening Nara. "Aku jalan ya, kamu ada jadwal hari ini?"
"Ada, hanya sampai siang."
"Bye, mommy Kai."
"Bye, daddy Kai."
...***...
Nara sudah memarkirkan mobilnya di kediaman Eltan dan Rika. Kai berada di gendongan baby sitternya. Saat keluar dari mobil bersamaan dengan kedatangan Kayla.
"Hai baby Kai, wah pipinya chubby sekali. Gemes bener," ujar Kayla.Menggandeng putranya sedangkan putri kecilnya berada dalam gendongan baby sitter, berjalan mengekor Nara masuk ke dalam kediaman Eltan.
"Eh, udah pada datang ya tamu-tamu aku," teriak Rika. Perutnya sudah sangat membola, karena kehamilan kedua. "Kiran, lihat nih ada Kak Keenan, calon menantu aku," seloroh Rika.
"Ngomong sembarangan, mereka sepupuan," tegur Kayla.
"Tau ah."
Nara hanya tersenyum mendengar ide konyol Rika yang menginginkan putra Elang jadi menantunya.
"Eh, ada baby Kai. Bu Nara, aku lihat kok makin mirip Reka sih."
"Masa sih," jawab Nara.
"Tapi nggak apa deh, dari pada mirip Mang Ujang tukang sayur yang sering jadi tempat gibah mbak-mbak asisten rumah tangga," ujar Rika sambil terkekeh.
Sudah hampir waktu makan malam, bahkan Eltan sudah pulang. Tapi Kayla dan Nara masih berada di kediaman Eltan.
"Paman ada meeting dadakan, harusnya aku juga ikut tapi dia minta aku pulang. Takut Rika mau lounching," jelas Eltan.
"Kok aku nggak tahu ya, atau Mas Elang sudah hubungi aku." Kayla pun membuka tasnya, benar saja ada beberapa panggilan dari Elang pada ponselnya. "Nggak jadi nyusul ke sini, aku langsung pulang aja," ucap Kayla.
"Nara, kamu tunggu Reka atau gimana?"
"Nggak, aku pulang kalau Kai sudah bangun. Kasihan sedang lelap."
"Baby Kai tinggal aja deh, biar Kiran ada temannya ya," sahut Rika. Dengan perutnya yang gendut, sudah sulit beraktifitas dan saat ini sedang duduk di sofa. Sedangkan Eltan sudah mengambil alih Kiran, mengajak putrinya bermain.
"Papih bilang, kamu dan Reka mau ke Singapur?" tanya Eltan pada Nara.
"Iya, rencananya begitu. Selain Reka ada urusan bisnis, sekalian menemui Ayah Leon."
"Sambil honeymoon dong, kemarin 'kan belum sempat." Reka datang langsung duduk di samping Nara dengan merentangkan tangannya di sandaran sofa.
"Katanya nggak bisa ke sini, taunya tiba-tiba nongol," ejek Rika.
"Demi istri dan anakku, ya harus disempatkan dong," sahut Reka. Rika hanya mencibir. "Lo gendut banget sih," ledeknya pada Rika, padahal jelas-jelas Rika sedang hamil tua.
"Bang El, memang aku gendut ya?"
"Nggaklah, kamu tuh seksih pake banget. Jadi kalau langsing itu seksih kalau kamu double seksih."
Rika cemberut sedangkan yang lain tertawa, "Itu sih sama aja. Reka mau honeymoon yang tertunda, terus kita kapan? Waktu itu gagal karena aku hamil Kiran, sekarang ...."
"Gagal lagi, karena mau melahirkan. Udahlah di Two Season aja, terus bocah titipin ke Bunda. Biasanya juga gitu," ejek Reka.
\=\=\=\=\=\= Kalau ada judul baru, kisah anak-anak Kayla, Reka dan Rika, gimana? ๐๐