
Bian terus memikirkan alasan dibalik perginya Diandra menuju rumahnya. Jika dia pergi karena ucapannya mengenai ibunya, harusnya dia menuju ke tempat yang dipakainya untuk menyekap mamanya. Akan tetapi dia malah menuju rumah Bian dan hanya diam tanpa melakukan hal apapun.
David pun juga merasakan keanehan semenjak memasang pelacak dan meretas ponsel Diandra. Ia merasa semuanya terlalu mudah dan lancar untuk ukuran orang sepintar Diandra.
Jika memang Diandra ingin melakukan sebuah kejahatan, ia tidak akan terang-terangan memakai ponselnya sendiri untuk menghubungi anak buahnya, terlebih jika itu berhubungan dengan perintah.
Tetapi dengan mudah David bisa menemukan lokasi penyekapan Mama Liana melalui ponselnya.
“Mas, aku rasa target Diandra bukan Mbak Alisha atau Nyonya” ucap David.
Bian mengernyitkan dahinya seakan memikirkan seberapa besar kemungkinan lain akan terjadi. Lalu ia mencoba menelepon anak buahnya yang msih berada di sekitar rumah Bian.
Mereka masih mengawasi mobil Diandra dari jarak yang aman. Namun mereka belum sekalipun melihat Diandra keluar dari dalam mobil semenjak tiba di sana.
“Coba kalian cek mobilnya!” teriak Bian setengah panik.
Dengan mengikuti perintah atasan mereka, anak buah Bian pun memeriksa mobil Diandra yang masih terparkir dan tak bergerak sedikitpun.
Mereka mencoba mengintip dari jendela namun tak bisa melihat apapun karena kaca jendelanya terbuat dari bahan yang gelap sehingga mereka tidak dapat melihat ke arah dalam mobil. Seluruh pintunya pun terkunci dari dalam.
Para anak buah Bian melaporkan semua itu padanya. Bian menjadi semakin panik dan menyuruh David menyusul ke rumahnya sementara dia menuju hotel dimana Tsabina membawa Alisha.
***
Alisha tidak memahami kenapa suaminya ingin ia tinggal di hotel dengan cara seperti itu. Ia berusaha mengorek informasi dari Tsabina, tetapi gadis itu hanya menyuruhnya untuk beristirahat demi kesehatan janinnya.
Ia menjadi lebih kaget lagi karena ibunya tiba-tiba menyusul ke hotel dengan alasan untuk menjaga Alisha. Sang ibu juga mengomelinya karena tidak memberinya kabar mengenai kehamilannya.
"Kamu ini kok ndak ngabarin ibuk soal calon cucu ibu ini?” omel ibunya Alisha.
“Belum sempet buk, maaf” balas Alisha sambil tersenyum malu.
Setelah menerima omelan-omelan sang ibu, Alisha kembali dikejutkan dengan telepon yang berasal dari orang yang ikut mengganggu pikirannya.
“Halo!” ucap Alisha.
Setelahnya Alisha hanya diam sambil terus memegang ponselnya yang masih dalam kondisi menerima panggilan dari orang tersebut. Setelah beberapa saat, ia berubah menjadi panik dan kebingungan.
“Halo! Halo!”
Panggilan itu pun terputus dengan masih menyisakan kepanikan di wajah Alisha. Tsabina dan ibunya pun ikut panik melihat Alisha yang terus mondar mandir tanpa kejelasan di dalam kamarnya.
Bersamaan dengan itu, Bian yang sudah tiba di kamar hotel itu pun langsung disambut dengan sikap panik Alisha.
“Sayang, ada apa? Kenapa kamu panik begitu?” tanya Bian.
"Yang, Diandra barusan telepon aku. Dia mengatakan hal-hal aneh yang aku nggak ngerti apa maksudnya. Dimana dia sekarang?” tanya Alisha.
“Di..dia bilang semua ini karena salahku” jawab Alisha.
“Kamu tenang dulu. Kapan dia telepon?”
Setelah Alisha menjawab pertanyaan itu, Bian langsung menelepon David untuk menanyakan keadaan di rumahnya.
Namun sebelum ia sempat membuka mulutnya, dia sudah lebih dulu kehilangan tumpuan kakinya dan jatuh terduduk di depan Alisha.
Ternyata David memberinya kabar bahwa Diandra telah meninggal dunia. Nampaknya dia mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminum sebuah cairan beracun. Terlihat dari mulutnya yang penuh dengan busa berwarna putih.
David dan anak buahnya mengetahui hal tersebut setelah mereka memutuskan untuk menghancurkan kaca pintu mobil Diandra. Mereka terkejut begitu melihat gadis itu sudah terkulai dan tak bernyawa.
Bian yang sempat merasa syok dan kaget mendengar kabar itu pun segera menyadarkan dirinya kembali sebelum Alisha, ibu mertua dan adiknya semakin mencurigai sikapnya.
Ia memutuskan tidak mengatakan hal itu pada Alisha ataupun mertua dan adiknya. Sebab jika Alisha mengetahui hal itu tepat setelah Diandra meneleponnya, ia pasti akan merasa terkejut dan syok. Jika hal itu sampai terjadi, maka kandungan Alisha akan terpengaruh dan membahayakan kondisi janinnya.
Namun Alisha bisa mencium gelagat aneh dari suaminya. Terlebih ia terlihat syok setelah melakukan panggilan yang mencurigakan. Alisha mencoba bertanya pada Bian mengenai apa yang terjadi saat itu, tetapi Bian tetap bersikukuh bahwa tidak ada yang terjadi.
Tentu saja Alisha tidak semudah itu mempercayai apa yang dikatakan oleh suaminya. Jelas terlihat bahwa Bian tengah berbohong kepadanya.
Akan tetapi Alisha juga berpikir rasional. Ia tidak lupa bahwa ia sedang mengandung anak Bian. Alisha tidak ingin membuatnya semakin khawatir atau malah membebani Bian dengan sikapnya yang terkesan tidak mau menurut.
Ia membiarkan Bian kembali meninggalkannya dan pergi mengurusi semua hal yang ia sembunyikan darinya. Meskipun Alisha sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat itu, dia mencoba untuk tetap mempercayai suaminya.
***
David telah menelepon polisi sesuai dengan perintah yang Bian berikan via telepon. Namun mereka juga tidak ingin hal ini akan menjadi boomerang bagi kehidupan Bian dan Alisha. David memastikan pada polisi bahwa Diandra memang mengakhiri hidupnya sendiri.
David juga menjelaskan bahwa mereka sengaja memecahkan kaca jendela mobil untuk melihat keadaan Diandra yang mengunci semua pintu mobil itu dari dalam.
Walaupun polisi menerima kesaksian David, namun keberadaan mereka di tempat itu juga menjadi hal yang mencurigakan di mata polisi. Terlebih anak buah David semua berpakaian dan berpenampilan seperti layaknya preman. David terus mengatakan bahwa mereka tidak melakukan apa yang polisi itu pikirkan.
Namun setelah Bian tiba di sana, perdebatan sengit itu berakhir begitu saja. Bian mengatakan bahwa semua hal yang terjadi saat itu murni diluar kendali mereka.
Ia bahkan berani menjamin dan mempertanggung jawabkan semua ucapan ataupun keterangan yang ia berikan pada pihak berwajib.
David sempat melarang Bian memberikan keterangan apapun sebelum pengacara mereka tiba. Akan tetapi Bian memberinya kode bahwa semua akan baik-baik saja karena mereka memang tidak melakukan apapun yang berhubungan dengan kematian Diandra.
Dengan mempercayai sikap dan keputusan bosnya, akhirnya David pun bersedia mengikuti seluruh proses yang sedang berlangsung saat itu.
Ketika ada kesempatan, Bian meminta David untuk merahasiakan hal ini pada Alisha. Apapun yang istrinya lakukan untuk mendapatkan informasi mengenai Diandra, David harus bisa mencegahnya. Bian berkata bahwa dialah yang akan mengabarkan berita duka ini pada Alisha ketika sudah menemukan waktu yang tepat.
Akhirnya setelah proses penanganan tempat kejadian perkara sudah berakhir, Bian dan semua anak buahnya ikut beranjak menuju kantor polisi untuk memberikan keterangan sebagai saksi.