
Lindsey tersenyum lalu segera melakukan panggilan video Call balik pada Domanick, padahal kedua mata Domanick sudah mulai mengantuk namun saat mendengar handphonenya berdering, Domanick tetap mengambil handphone miliknya itu.
Kedua bola mata Domanick membulat saat melihat Lindsey melakukan panggilan video call balik terhadapnya! Buru-buru Domanick mengangkat panggilan video call dari Lindsey.
Terlihat Lindsey sedang duduk sambil bersandar pada bantal dibelakangnya, dan fokus Domanick tertuju pada Lindsey yang hanya membalut tubuhnya dengan handuk sedada, ditambah lagi Domanick melihat rambut Lindsey yang masih agak basah diyakini oleh Domanick rambut basah itu karena Lindsey baru saja selesai keramas.
Domanick meneguk salivanya melihat tampilan tubuh molek Lindsey meskipun itu hanya dilayar handphonenya.
"Hai kak, kau baru pulang?"
"Hai sayang, iya kakak baru pulang kerja nih lihat masih pakai kemeja!"
"Belum mandi dong?"
"Belum, maunya si berkeringat dulu baru habis itu mandi,"
"Mau olahraga?"
"Olahraga malam virtual yuk!" Domanick mengedipkan matanya.
"Hah?"
Lindsey langsung paham apa yang dimaksud olahraga malam virtual oleh Domanick itu! Karena mereka memang pernah melakukan itu beberapa kali.
"Ih engga ah, nanti Naura lihat kak!"
"Engga ada Naura sayang, nih lihat!" Domanick menunjukkan sekelilingnya.
"Naura kemana?"
"Tidur dengan Gilbert, biarkan saja anak itu bahkan memanggil Gilbert dengan sebutan Dady!"
"Kakak aku malu,"
"Malu kenapa? Wajar saja kita melakukan ini, semua gara-gara Dady Lan kalau dia tidak melarang kita untuk bertemu sampai hari pernikahan tiba! Sudah pasti aku akan menemui mu sekarang juga!"
"Emtth lalu Kakak mau apa sekarang?"
"Buka saja handuknya Sey biarkan kakak menikmati tubuh polos mu yang seksi itu!"
"Kakak bisa bersolo karir kok, tenang saja ayo sayang buka kakak bisa memuaskan mu juga dari sini!"
Untuk yang satu itu Lindsey tidak mengerti, apa yang dimaksud Domanick dia bisa memuaskan Lindsey meskipun hanya dari panggilan video call!
Karena Domanick terus merengek meminta agar handuk yang melilit tubuhnya dibuka, Lindsey pun meletakkan handphone didepannya dengan diganjal oleh bantal. Diturunkannya handuk yang sejak tadi menutupi tubuhnya yang seksi itu.
Kedua mata Domanick langsung menyorot tajam saat melihat tubuh polos Lindsey meskipun itu hanya lewat layar handphonenya. Sungguh sempurna, putih bersih, dan lekuk tubuhnya begitu indah.
Kedua semangka import milik Lindsey pun terlihat masih sangat padat bulat dan besar, belum mengalami kendur sama sekali walaupun Domanick sering meng hi sapnya.
Domanick mengikuti langkah Lindsey dengan menaruh handphone dihadapannya dan disandarkan kebantal! Satu persatu kancing kemeja itu mulai dilepaskan oleh Domanick.
Membuat Lindsey terperangah karena otot-otot diperut Domanick yang kekar itu terlihat jelas dilayar handphone! Tubuh Domanick selalu berhasil menggoda bira hi Lindsey yang tadinya tidak merasakan hasrattnya bangkit, tapi kini melihat tubuh kekar Domanick dilayar handphone membuat Lindsey merasa hasrattnya mulai terpancing.
Apalagi Domanick tak berhenti sampai disitu saja, dia juga turut melepaskan celana panjang berikut juga kain penutup akhir miliknya! Lobak import itu langsung terpampang nyata panjang besar dan keras berotot dilayar handphone Lindsey.
Hanya melihat dari layar handphone saja sudah berhasil membuat Lindsey benar-benar terpancing na f sunya, apalagi bila melihat secara langsung! Mungkin Lindsey yang akan lebih dulu meraih lobak import panjang besar itu untuk dia nikmati.
"Kakak nampak semakin besar ya kak?" Lindsey mere mas semangka import miliknya sendiri sambil terus memandangi layar handphone itu.
"Iya besar sayang, kan isinya penuh belum dikeluarkan makanya nampak lebih besar, kakak kangen Sey," lirih Domanick.
Keduanya sudah sama-sama polos dan menghadap ke kamera handphone masing-masing! Sehingga masing-masing dari keduanya bisa saling menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh masing-masing.
"Jangan ditutup gitu dong Sey, kakak jadi engga leluasa liatnya!" Domanick melihat kedua tangan Lindsey menutupi area inti miliknya.
"Aku malu kak,"
"Kakak kan sudah tau untuk apa malu, buka sayang biarkan kakak menikmatinya!"
"Emth kak aku udah engga tahan!" lirih Lindsey.