
Melihat tubuh Lindsey tetap tidak bergerak David mulai panik, dia segera mencari rumah sakit terdekat!
Setelah sampai di rumah sakit, David mengangkat tubuh Lindsey dan petugas disana langsung sigap memberikan penanganan untuk Lindsey yang sudah tidak sadarkan diri.
Dalam kepanikan David menyempatkan diri untuk menelpon Tan dan Laluna, memberitahukan bahwa anak mereka tiba-tiba pingsan.
Mendapatkan kabar dari David tentu saja Tan dan Laluna sangat khawatir apalagi Lindsey tadi baik-baik saja, kenapa tiba-tiba bisa pingsan.
"Setibanya di rumah sakit, mereka masuk ke ruangan perawatan Lindsey disana ada David yang sedang duduk tertunduk sementara Lindsey belum juga sadar! Alat infus pun terpasang ditangan Lindsey.
"Paman, bibi,"
"Dev ada apa ini? Kenapa anakku pingsan?"
"Iya Dev tadi pagi Lindsey itu baik-baik saja," cecar Laluna.
"Maaf Paman, bibi aku tadi hanya emosi sesaat ketika Lindsey memutuskan untuk tidak mau lagi aku temui!"
"Hei katakan yang jelas!" Tan emosi dan mencengkram kerah kemeja David.
"Kemudian aku menambah kecepatan mobil, dan mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan!"
"Kau gila hah?"
Bam.
"Dad sudah tahan emosimu ini rumah sakit!"
"Kurang ajar kau Dev, kau tau putriku baru mengalami kecelakaan yang mengerikan tapi kau dengan sadarnya membuat trauma dia kambuh! Dasar brengsek!"
Bam.
Bam.
Beberapa pukulan dilayangkan pada wajah David dan David menerima itu semua karena memang dia salah, yang terpenting saat ini adalah Lindsey sadar dan dia bisa minta maaf pada Lindsey.
"Paman, Paman boleh memukuli aku! Tapi tolong biarkan aku disini menjaga Lindsey,"
"Tidak perlu! Enyah dari hadapan ku atau aku panggilkan security untuk menyeret mu!" emosi Tan tidak bisa ditahan lagi karena kondisi Lindsey sampai pingsan begini.
Sementara Laluna hanya bisa menyaksikan suaminya itu mengusir David hingga membuat David akhirnya keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Mom, aku akan hubungi Nick!"
"Janganlah dad Nick kan sibuk, lebih baik tidak perlu diberitahu!"
"Tidak apa hanya mengabarkan saja mungkin Lindsey akan senang kalau Nick ada disini!"
Laluna pun membiarkan suaminya mengabarkan keadaan Lindsey pada Domanick! Saat itu Domanick baru selesai berpakaian rapi bersiap untuk mengajak Naura sarapan.
Tapi panggilan masuk dari Tan menghentikan langkah kakinya.
"Halo dad,"
"Halo Nick, kau dimana?"
"Masih di rumah, ada apa dad?"
"Lindsey pingsan sekarang belum juga sadar dia!"
"Kenapa bisa? Aku akan segera ke sana!"
"David, orang itu bawa mobil ugal-ugalan karena kesal dengan Lindsey yang menolaknya! Jadilah seperti ini, tapi Dady sudah memberikannya pelajaran,"
Seketika tangan Domanick mengepal, amarahnya meletup-letup masih pagi begini David sudah mencari gara-gara!
"David! Tidak akan aku biarkan dia lolos kali ini!"
Domanick menutup teleponnya dan bergegas untuk pergi melihat keadaan Lindsey! Tanpa diduga Naura datang menghampiri dengan wajah pucat.
"Dady,"
"Naura,"
"Dady gendong!" pintanya.
Domanick pun menggendong Naura tapi dirasakannya oleh Domanick tubuh Naura panas, rupanya gadis kecil itu demam tinggi.
"Naura kau sakit lagi? Bert! Bert!" teriak Domanick yang panik Naura demam tinggi dan anak kecil itu terlihat lemas sampai tidak mau bicara lagi.
"Kau pegang ini dahinya, Naura demam!"
Gilbert pun memegang dahi Naura dan dirasakannya memang sangat panas.
"Astaga Tuan, kita harus bawa Naura ke rumah sakit sekarang!"
Keduanya berlarian untuk membawa Naura ke rumah sakit! Domanick sampai lupa bahwa keadaan Lindsey pun sedang tidak baik, fokus utamanya saat ini adalah keadaan Naura terlebih dahulu.
Ketika di rumah sakit, Domanick meminta Gilbert untuk menghubungi Tan dan mengatakan bahwa Domanick batal untuk melihat keadaan Lindsey, Gilbert juga menjelaskan bahwa demam Naura sangat tinggi saat ini dan terpaksa harus menjalani perawatan serius.
Sudah beberapa jam Lindsey belum juga sadar, hingga saat Tan baru saja membeli makanan untuk Laluna? Lindsey membuka kedua matanya.
"Mom,"
"Sayang kau sudah sadar, bagaimana apa yang kau rasakan?" Laluna mengusap kepala Lindsey.
"Biar Dady panggil Dokter dulu!"
Tan buru-buru memanggil Dokter, setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkan Dokter hanya meminta untuk keluarga agar Lindsey tidak mengalami sesuatu yang bisa membuatnya shock, karena itu akan menimbulkan trauma pasca kecelakaan itu bangkit kembali.
"David kemana dad?"
"Sudah Dady usir laki-laki kurang aja dia!"
"David memang salah dad, tapi dia wajar kok merasa kesal terhadap ku!"
"Tapi tidak seharusnya dia ugal-ugalan bisa bahaya Sey, kalau kecelakaan bagaimana?"
"Sudah dad jangan mengomel terus sudah tua nanti jantungnya kumat!" kata Laluna.
"Apa Dady mengabari kak Nick kalau aku di rumah sakit?"
Sebenarnya Lindsey berharap disaat keadaan begini, Domanick ada disisinya dan memanjakan Lindsey seperti seorang kekasih pada umumnya.
"Sudah Dady kabari tadinya Nick mau kesini, tapi Naura katanya sakit jadi Nick terpaksa membatalkan untuk datang kesini!"
Ada rasa kecewa yang dirasakan oleh Lindsey ya begitulah mempunyai hubungan dengan seorang laki-laki yang sudah memiliki anak, pastilah akan dituntut berbagi waktu dan perhatian.
"Kenapa Sey kau kecewa pada Nick?" tanya Laluna.
"Sejujurnya iya mom,"
"Inilah yang momy sedikit takutkan, Nick memiliki anak dari perempuan lain dan kau bukanlah prioritas utama baginya! Jika kau menikah dengan Nick kau harus siap dengan itu, belum lagi kau juga harus berperan sebagai ibu sambung yang baik untuk Naura!"
Lindsey terdiam mendengar penjabaran yang dilakukan oleh Ibunya tentang menjalani hubungan dengan laki-laki anak satu, baru seperti ini saja dirinya sudah merasa kecewa karena Nick tidak datang, bagaimana nanti ketika memang Naura lah yang menjadi prioritas utama Domanick saat ini.
"Sebenarnya Dady dan momy itu sayang sekali pada Nick, kami sangat bahagia jika Nick menjadi menantu kami karena sejak kecil momy yang mengurus Nick! Tapi jika kau ragu dan tidak bisa menerima Nick sebagai ayah satu anak, maka jangan dipaksakan!" kata Laluna.
"Aku tidak apa-apa kok mom kalau harus berbagi waktu dan perhatian dengan Naura, asal bukan dengan wanita dewasa lainnya! Aku mencintai kak Nick,"
"Kalau sudah yakin ya sudah menikahlah dan berikan adik untuk Naura, juga cucu pertama untuk kita!"
"Memangnya kalian sudah tua sampai buru-buru minta cucu?"
Kebetulan obrolan tentang cucu dan percetakan anak, Tan dan Laluna jadi kembali ingat dengan apa yang keduanya saksikan di cctv halaman depan rumah.
"Ngomong-ngomong kau dan Nick sudah rajin kan membuatnya? Sampai-sampai tidak tau tempat," sindir Tan.
"Apa maksud Dady? Putri Dady ini masih ori,"
"Halah sejak kapan kau jadi pandai berbohong begini Sey?"
"Iya momy dan Dady hampir jantungan liat di cctv ulah kalian,"
"Apa kalian melihatnya?"
Keduanya mengangguk bersamaan.
"Setengahnya atau seluruhnya?"
"Seluruhnya!" bersamaan.
♥️♥️♥️♥️
Kemarin katanya ada yang tanya, itu Tan sama Luna liat dicctv separo atau semuanya? Tuh udah dijawab sama orangnya kompak!! Kalau mereka berdua liat seluruhnya, itung-itung streaming video nganu-nganu gratis.😄