
Domanick pun memberikan pengertian bahwa kepergiannya dengan Lindsey demi memberikan teman main untuk Naura, bocah kecil itupun akhirnya tidak lagi merengek karena senang dan berharap ketika kedua orangtuanya itu pulang maka sudah membawa teman main untuknya.
"Nola sama Dady Gilbert dulu ya, dan nanti ada pengasuh juga yang bisa Nola ajak main jangan sedih lagi ya!" Domanick menge cup dahi anak perempuannya itu.
"Iya Dady, nanti begitu pulang bawa banyak ya Dady teman main Nola,"
Lindsey pun hanya bisa menahan tawa dengan pengertian yang diberikan oleh Domanick pada Naura.
"Bert, pengasuh untuk Naura jadi datang kan hari ini?"
"Tenang saja Tuan, itu adalah agent terbaik pasti akan datang dengan pengasuh yang berkualitas baik!"
Padahal sejak kemarin keduanya tidak keluar kamar, sarapan, makan siang dan makan malam pun didalam kamar karena terus melakukan kegiatan ranjang bergoyang, tapi hari ini keduanya bertolak ke Maldives untuk seminggu kedepan, Gilbert tidak bisa membayangkan Lindsey akan pulang dengan keadaan seperti apa.
Sekarang saja cara berjalan Lindsey sudah cukup aneh karena terlihat seperti lebih terbuka pangkal pahanya, apalagi nanti seminggu kemudian.
Gilbert dan Naura pun kembali ke rumah, hanya tinggal menunggu pengasuh untuk Naura datang maka Gilbert akan segera berangkat ke kantor dengan tenang.
Sebuah taxi berhenti didepan pintu rumah milik Domanick, pelayan pun menyambut kedatangan pengasuh untuk Naura tersebut dengan ramah dan langsung dibawa ke ruang makan untuk menemui Gilbert dan Naura yang sedang sarapan bersama.
Posisi Gilbert membelakangi arah datangnya pengasuh bernama Emilia tersebut.
"Tuan Bert, ini pengasuhnya sudah datang!" ujar pelayan.
"Oke, kembali bekerja biar aku yang menjelaskan job desknya!"
"Baim Tuan!" pelayan pergi.
Naura pun menatap wajah pengasuhnya itu, tanpa menoleh melihat wajah pengasuh baru itu, Gilbert menengadahkan tangannya! Dan teplek saja pengasuh itu malah memegangi tangan Gilbert.
"Apa-apaan kau? Biodata mu aku minta!"
Buru-buru Emilia menarik kembali tangannya dari telapak tangan Gilbert.
"Maaf Tuan," sambil mencari-cari berkas biodata pribadinya.
Diserahkannya pada Gilbert, dan masih dalam posisi semula Gilbert menerima biodata tersebut tanpa melihat wajah wanita itu. Dilihatnya foto dari pengasuh itu seperti familiar bagi Gilbert, seperti pernah bertemu tapi dimana? Gilbert belum mengingat.
"Nama mu?"
"Rebecca, Tuan!"
"Apa? Rebecca?"
"Kau yakin? Disini tertulis nama mu Emilia Rodriguez buka. Rebecca?" Gilbert mulai curiga.
"Oh maksud ku, panggilan saat aku kecil aku dipanggil Rebbeca Tuan!" Emilia lupa bahwa Rebecca adalah identitas yang dia pakai saat menjadi badut di pameran.
Gilbert sempat curiga dengan pengasuh ini, tapi melihat biodata dan pengalaman bekerja dari si pengasuh ini, Gilbert pun menepis kecurigaannya.
Dijelaskannya oleh Gilbert tugas Emilia hanya mengasuh dan mengurus segala sesuatu keperluan dari Naura, tidak perlu menyentuh pekerjaan rumah dan semua keperluan dirinya selama bekerja disini akan ditanggung oleh pihak Gilbert.
"Kau mengerti?"
"Baik mengerti Tuan,"
Setelah selesai menjelaskan dan sarapan pun sudah selesai, barulah Gilbert bangun dari kursi dan memutar tubuhnya untuk melihat wujud dari si pengasuh.
"Aaaaaaaa,"
Baik Gilbert maupun Emilia langsung berteriak secara bersamaan, Gilbert mulai ingat bahwa Emilia lah yang sudah menipunya, memukul kepalanya hingga berdarah dan terakhir membuat Gilbert menjadi sasaran amukan orang saat di pameran
Tentu saja Gilbert tidak mau lagi bertemu dengan Emilia, karena Gilbert merasa setiap kali bertemu dengan Emilia pasti Gilbert akan bernasib sial.
"Kau wanita penipu!"
"Tuan hati-hati dengan bicara mu, aku bisa menuntut mu atas ucapan mu itu! Memangnya aku menipu apa?" cueknya.
"Menipu apa kau bilang? Setelah semua yang telah kau lakukan padaku? Sini kau!" Gilbert hendak mencengkram tangan Emilia.
Namun Emilia berlari memutari meja makan, dan Gilbert terus mengejarnya! Sementara itu Naura malah bersorak riang melihat Gilbert dengan pengasuhnya kejar-kejaran seperti Tom and Jerry.
"Tuan aku mohon dengarkan aku! Aku minta maaf, aku tidak berniat menipu mu Tuan!"
"Tidak berniat kepalaku sampai bocor dan kau tidak kembali setelah itu?" Gilbert terus mengejar Emilia.
Keduanya terus berputar-putar dimeja makan, dan akhirnya Gilbert berhasil menarik tangan Emilia hingga tubuh Emilia pun terpelanting dan jatuh kedalam dada bidang Gilbert.
Nafas keduanya saling memburu, dan kedua mata Emilia dan Gilbert saling beradu pandang! Gilbert tidak menyangka bahwa dari jarak sedekat ini, wanita yang pernah menipunya ternyata sangat cantik dan terlihat alami tanpa polesan make up sedikitpun.
Ayo Bert langsung ikat dan tagih hak mu pada Emilia, mumpung rumah sepi kali aja mau ikutan kaya Nick ngasih teman main buat Naura, kamu juga bisa sekarang Bert,๐
Ampun finally udah 100 episode dan belum Nemu ending juga ini novel๐ padahal udah harus fokus ke novel on going satunya plus siapin novel baru!!! Eh malah ketahan banget sama novel ini, tadinya mau tamat di eps 100 ehh kayanya ga bisa deh sabar ya pemirsah dan jangan bosan-bosan ketemu lobak import lagi nanti! Btw lobak Gilbert kan belum keliatan itu hilalnya kapan bakalan nongol.wkwkwk