
Jangan Lupa Like dan votenya ya sayang-sayangku mumpung hari Senin daripada votenya hangus mendingan buat Lindsey sama Nick iya ga😁😁😁
Bab selanjutnya jangan lupa kunci kamar pakai baju dinas yang bentuknya kek saringan tahu😅
Pria tua yang merupakan mantan manager di perusahaan yang saat ini Lindsey pegang, meremat sebuah majalah yang berisi pemberitaan tentang sosok Lindsey yang cantik dan ramah serta berhasil menjadi CEO termuda yang ternyata sangat mampu sebagai seorang pemimpin.
Mantan manager itu telah dipecat karena ambisinya untuk menduduki jabatan sebagai CEO membuatnya kerap kali melakukan hal-hal licik bahkan pernah ketahuan korupsi, karena itulah Tan terpaksa memecatnya dan menunjuk anaknya sendiri untuk menggantikan posisinya sebagai seorang CEO disana.
"Kalau aku tidak bisa menduduki jabatan yang seharunya untuk ku maka wanita muda itu juga tidak akan bisa!"
"Lalu apa rencana anda Tuan?" ujar salah seorang anak buahnya.
"Sepertinya akan menarik jika majalah yang baru saja aku baca, memberitakan seorang CEO termuda di negara ini mati mengenaskan dalam kecelakaan tunggal bagaimana?"
Hahahaha....
"Sangat menarik Tuan tapi itu artinya kita harus sabotase mobilnya nona Lindsey sementara orang luar kantor tidak akan bisa masuk ke lingkungan kantor tersebut, jadi bagaimana kita sabotase mobilnya? Lagipula nona Lindsey selalu diantar jemput supir kantor, jika pacarnya yang bernama David itu tidak sedang menjemput!"
"Justru itu, kau hanya perlu menemui supirnya aku masih memiliki salinan alamat para karyawan group Limson termasuk alamat supir itu!"
"Saya ragu Tuan supir itu mau bekerja sama dengan kita!"
"Tawan anaknya dan beri dia sedikit amplop maka aku jamin dia tidak akan menolak!"
Hahahaha...
"Siap laksanakan tugas dari Tuan!"
"Lakukan segera,"
"Baik Tuan,"
"Rasakan itu Arthan aku membencimu dan anak mu, gara-gara kalian hidupku hancur dalam kemiskinan sekarang aku bahkan menjadi bahan olok-olokan keluarga ku sendiri." Dalam hati mantan manager tersebut.
Keesokan harinya keluarga Lindsey dan Domanick sedang sarapan bersama.
"Tuan hari ini aku ada meeting dengan para staff di kantor pusat secara virtual, mungkin siang aku baru menyusul anda ke kantor!" Gilbert mengambil sepotong roti kemudian mengolesnya dengan selai nanas.
"Oke, Naura ikut aku saja!"
"Tidak mau atu maunya sama Paman Belt," protes Naura.
"Heh anak kecil memangnya kau ini anak siapa? Anak ku atau anak Gilbert, kenapa kau lebih menurut dengan Gilbert hah?"
"Kalena Dady malah-malahin aku telus! Bola mata Dady juga seling melotot campai mau kelual kalau liatin Nola,"
Tan dan Laluna pun tertawa mendengar Naura bicara jujur pada Domanick. Sementara Domanick hanya bisa memicingkan bibirnya mendengar alasan Naura yang memang masuk akal.
"Ya sudah Naura sama grandpa dan grandma saja di rumah, bagaimana?"
"Acik iya mau nanti kita main lumah sakit lumah sakitan ya glandma?"
"Iya sayang,"
"Tapi onty tantik di lumah juga engga baleng kita?"
"Onty kerja dulu sayang, tapi nanti sore onty pulang bawain mainan buat Naura, Naura mau kan?" kata Lindsey sambil mengelus-elus rambut Naura
"Acik hole hole hole," gadis itu sampai bertepuk tangan sendiri saking kegirangannya akan dibelikan mainan oleh Lindsey.
"Sey kok supir kantor belum juga Dateng menjemput mu?" tanya Laluna.
"Iya ya mom nanti aku telepon,"
"Dady saja yang mengantar mu ke kantor!"
"Loh Dady katanya lagi ga mau bawa mobil dulu karena sakit pinggangnya belum sembuh?"
"Kenapa repot si dad tuh Nick kan pagi ini ke kantor Lindsey, biarkan saja Lindsey berangkat dengan Nick!" sambil menyenggol lengan Tan memberikan kode.
"Aduh," Tan mengaduh sambil memegangi pinggangnya padahal pinggangnya sudah tidak sakit.
"Iya Lindsey pinggang Dady masih sangat sakit, Nick Lindsey berangkat bersama mu saja ya?"
"Iya dad," pagi ini Domanick terlihat tidak seceria biasanya karena obrolannya semalam dengan Lindsey membuat Nick kehilangan semangat.
Setelah selesai sarapan bersama! Domanick dan Lindsey berangkat bersama-sama ke kantor, hari ini Domanick mengemudikan mobilnya sendiri dan Lindsey duduk disampingnya.
Tidak ada obrolan apa-apa sejak mobil itu melaju meninggalkan kediaman Lindsey, Domanick fokus menyetir dan Lindsey memilih melihat pemandangan luar jendela!
"Sampai kapan kau akan acuh begini sama Kakak Sey?"
"Aku tidak acuh biasa saja!"
"Semalaman kakak gelisah memikirkan mu, kau benar-benar tidak mau memberikan kesempatan untuk kakak? Apa karena Naura, kau tidak mau berhubungan dengan laki-laki yang sudah memiliki anak dari perempuan lain?"
"Jangan libatkan Naura atas kesalahan kakak padaku! Aku sayang pada Naura, tapi hatiku sakit bila mengingat kembali kehadiran Raline dan buntut dari kehadirannya untuk hubungan kita!"
"Kakak tidak menikahi Raline bahkan dia sudah sakit parah tidak bisa berbuat apa-apa, tapi kenapa tidak ada maaf untuk kakak?"
"Stop kak! Aku tidak mau berdebat lagi dengan masa lalu!" Lindsey membuang muka.
Setibanya di kantor semua karyawan sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing apalagi sekarang sedang ada tim audit, semua karyawan jadi lebih sibuk dari hari biasanya.
"Kakak mau menunggu di ruangan ku?"
"Iya sebaiknya begitu agar aku bisa menatap wajah cantik mu lebih lama,"
"Cih," Lindsey dan Domanick masuk kedalam ruangan Lindsey.
Domanick duduk disofa sementara Lindsey duduk dikursi kebesarannya dan langsung membuka laptop dihadapannya!" Berbeda dengan Lindsey yang sibuk memeriksa email dan laporan yang masuk pagi ini, Domanick justru duduk santai disofa sambil memandangi Lindsey terus menerus, tentu saja hal itu diketahui oleh Lindsey hingga membuatnya merasa terganggu.
"Kenapa kakak terus menatapku?"
"Ini kedua mata kakak terserah kakak lah mau menatap kau terus sampai bola mata ini keluar juga memangnya kenapa?"
"Berhentilah aku tidak nyaman!"
Melihat wajah sepupunya gugup Domanick semakin penasaran untuk lebih lagi menggodanya, berdiri dari sofa kemudian berjalan kemeja kerja Lindsey! Tak tanggung-tanggung, bahkan Domanick membungkuk berpura-pura melihat layar laptop dihadapan Lindsey hingga dagunya bertumpu pada kepala Lindsey.
Otomatis wajah Lindsey pun mendongak keatas.
"Kenapa liat-liat nanti aku gigit bibirmu itu!"
"Ish kakak mau apa?" kesal Lindsey karena tubuhnya dihimpit oleh Domanick.
"Lindsey kau jangan lupa aku ini pimpinan pusat! Maka aku berhak untuk ikut melihat laporan atau email yang masuk kedalam laptop mu, memangnya kau pikir aku mau apa?"
"Ya sudah aku yang akan duduk disofa dan kakak bebas duduk disini!"
Lindsey pun hendak berdiri namun kedua tangan Domanick justru menahan tubuhnya.
"Tetap duduk jika kau memaksa pergi dariku aku akan lebih memaksa lagi," bisik Domanick ditelinga Lindsey.
Satu tangan Domanick memegangi tangan Lindsey yang sedang memegangi kursor, sementara satu tangannya lagi melingkar diperut Lindsey membuat Lindsey meneguk salivanya sendiri.
♥️♥️♥️
Babang masa kata reader kamu kurang Maco, kita kasih icip-icip se Maco apa kamu ya babang Nick😄