Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 105


Setelah berhasil membuat Emilia kesal Gilbert pun menyunggingkan senyum dibibirnya. Tapi Emilia yang melihat Gilbert tersenyum seketika langsung melting, ternyata Gilbert begitu tampan saat sedang tersenyum begitu.


Sadar jika sepanjang perjalanan Emilia sering curi-curi pandang terhadapnya! Gilbert pun akhirnya menatap Emilia.


"Kenapa liat-liat terus? Nanti naksir lagi,"


"Siapa yang liat-liat? Aku melihat jalanan kok!"


"Yakin?"


"Yakin!"


"Sayang sekali laki-laki setampan aku tidak dilihat, kapan lagi,"


"Tidak semua wanita memandang mu tampan Tuan,"


"Oh ya?" Gilbert pun menatap Emilia lebih lama.


Membuat Emilia langsung gerogi tidak karuan.


"Tuan lihat kedepan, kau kan sedang menyetir!" dengan gelagapan.


Gilbert kembali menyelipkan senyum dibibirnya melihat Emilia gerogi seperti itu.


"Ingat, kau masih punya janji padaku! Janji adalah hutang,"


Ngomong-ngomong masalah janji, Emilia jadi teringat kembali pada malam pertama kali dirinya bertemu dengan Gilbert, karena saat itu Emilia bahkan menjanjikan jika Gilbert mau membantunya untuk kabur, maka Emilia akan menyerahkan kesuciannya untuk Gilbert.


Teringat akan hal itu, Emilia langsung bergidik geli.


Setelah melakukan perjalanan, akhirnya mobil Gilbert tiba di halaman sekolah Naura, mereka pun turun untuk mendaftarkan Naura sekolah di sini.


Berhubung masih hujan dan hanya ada satu payung, Gilbert menggendong Naura sementara Emilia diminta Gilbert untuk memegangi gagang payung.


Melihat Gilbert yang begitu telaten mengurus Naura membuat Emilia kagum pada sosok laki-laki muda ini! Usianya masih muda tapi sudah pintar mengayomi anak kecil.


Gilbert pun menyelesaikan segala administrasi untuk Naura agar terdaftar menjadi siswi di sekolah ini!" Para anak-anak calon siswi baru pun diminta berkumpul di salah satu ruangan oleh Miss di sana agar bisa saling berkenalan terlebih dahulu.


Gilbert yang baru saja menyelesaikan proses administrasi, datang menghampiri Emilia yang sedang menunggu didekat salah satu ruangan kelas tempat para murid sedang memperkenalkan dirinya.


"Aku akan pergi kerja, nanti aku akan meminta supir kantor untuk menjemput kalian disini!"


Setelah mengatakan hal itu Gilbert buru-buru berjalan meninggalkan Emilia.


"Tunggu Tuan!"


"Apa apa?"


"Kenapa kau tidak tinggal disini menunggu, lagipula tidak akan sampai sore,"


"Kau pikir aku pengangguran yang tidak ada kerjaan,"


Emilia terlihat kecewa karena ternyata Gilbert akan langsung pergi lagi. Tapi Gilbert yang terhimpit oleh banyak urusan dan pekerjaan, tidak akan mungkin bisa leha-leha menemani Naura hingga proses perkenalan di sekolah selesai.


Sore itu Emilia pulang bersama Naura dijemput oleh supir kantor dan dua orang pengawal pribadi yang ditunjuk langsung oleh Gilbert dari group Limson, bukan apa-apa hanya saja Gilbert tidak tenang bila Naura hanya dengan Emilia.


Malam harinya setelah membacakan dongeng untuk Naura, Emilia pun hendak keluar dari dalam kamar Gilbert tapi tak disangka hari ini Gilbert pulang lebih cepat.


"Iya, bagaimana Naura apa dia rewel?"


"Tidak kok Naura tidak rewel, tapi kenapa ada dua pengawal yang mengikuti kemanapun aku dan Naura pergi?"


"Untuk jaga-jaga saja!"


"Apa kau memiliki banyak musuh?"


"Untuk berjaga-jaga dari orang seperti mu maksudnya!"


"Hah? Memangnya kau pikir aku penjahat," kesal Emilia.


Lagi-lagi Gilbert merasa senang ketika berhasil membuat Emilia cemberut karena kesal. Gadis berusia 22 tahun itu pun memutuskan untuk meninggalkan kamar Gilbert.


"Kau sudah mau keluar kamar ku?"


"Memang mau apa lagi disini, Naura sudah aku tidurkan!"


"Ku pikir kau akan menepati janji mu padaku,"


Mendengar itu membuat Emilia seketika mengigit bibir bawahnya.


"Tuan, tolong jangan diingat-ingat lagi tentang persoalan kita di masa lalu! Lupakan itu, aku minta maaf dulu aku sudah menipu mu tapi sekarang kan aku bekerja sebagai pengasuh Naura dan itu tidak ada hubungannya dengan janji ku padamu,"


"Aku hanya bercanda, keluarlah aku mau istirahat!"


"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu Tuan!"


Emilia keluar dari kamar Gilbert, dan Gilbert yang sudah kelelahan bekerja ingin segera mandi! Dilepaskannya jas serta kemeja itu, namun pada saat hendak melepaskan celana kerjanya Emilia masuk kembali kedalam kamar Gilbert.


Tentu saja tidak terdengar suara pintu dibuka karena pintu kamarnya memang belum ditutup.


"Astaga!" Emilia menutup kedua matanya.


Gilbert pun berbalik untuk melihat suara siapa itu.


"Hei kau, bukankah kau sudah keluar kamar ku kenapa kembali lagi?"


"A-aku mau ambil handphone ku, sepertinya ketinggalan di atas ranjang mu Tuan,"


Gilbert membenahi celananya kembali, sementara bagian atas tubuhnya sudah terlihat polos dan kekar. Sesekali tentu saja Emilia menyempatkan untuk mencuri-curi pandang melihat tubuh kekar dari laki-laki tampan dihadapannya ini.


"Ya sudah sana cari!"


Sambil berjalan menunduk Emilia menuju ranjang tempat tidur Gilbert. Ternyata handphonenya tertindih oleh tubuh Naura, dengan perlahan Emilia berusaha mengambil handphone dari bawah tubuh Naura yang sudah tertidur lelap.


"Hmm, kenapa bibi pegang-pegang Nola?" gadis kecil yang semula tertidur akhirnya terbangun akibat Emilia yang mengambil handphone dibawah tubuhnya.


"Naura kau terbangun jadinya! Maafkan bibi ya, Nola bobo lagi ya!"


"Ini semua salahmu Naura jadi terbangun lagi kan,"


Gilbert menghampiri Naura untuk mengusap-usap rambutnya.


"Dady, Nola mau dibacakan dongeng lagi oleh bibi Emilia,"