Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 65


Setelah memakai pakaian Domanick karena bagian intinya masih terasa perih, Lindsey pun turun ke lantai bawah rumah digendong oleh Domanick sampai masuk kedalam mobil.


"Jangan senyum-senyum," Domanick menggoda Lindsey yang sejak tadi sering tersenyum sendiri akibat Domanick menggendongnya terus.


Keduanya segera pergi menuju rumah sakit tempat Raline dirawat! Setibanya di rumah sakit, hanya ada Gilbert dan Naura yang berada didalam ruangan Raline.


Tuan Lan dan Larisha menyampaikan pada Gilbert bahwa keduanya tidak bisa datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Raline, karena keadaan Tuan Lan pun masih belum sembuh total.


"Tuan akhirnya kau datang juga!"


"Dady kenapa momy tidak membuka matanya? Padahal Nola datang,"


Domanick dan Lindsey melihat keadaan Raline, tubuhnya sudah pucat dan kedua matanya masih terpejam.


"Dokter baru saja selesai memeriksa Nyonya Raline, Tuan!"


"Lalu apa kata Dokter?"


"Tidak ada yang bisa dilakukan lagi Tuan!"


Mendengar ada orang yang sedang berbincang, Raline pun membuka kedua matanya! Pandangannya sudah mulai memudar, tapi masih bisa melihat bahwa yang hadir dihadapannya adalah Domanick dan Lindsey.


"Raline kau sudah sadar?" Domanick mendekatkan dirinya dengan Raline.


Melihat Domanick semakin dekat, Raline mengulurkan tangannya kearah Domanick, kedua matanya mengeluarkan bulir bening. Keadaan Raline sangat menyedihkan untuk sekedar bicara saja Raline sudah tidak bisa.


Yang bisa dia lakukan hanya mengedipkan kedua matanya dan menggerakkan tangannya, satu tangan Raline meraih tangan Domanick.


Dengan sekuat tenaga Raline menggenggam erat tangan Domanick! Lindsey yang melihat adegan tersebut membuatnya memalingkan dari pemandangan yang tidak baik untuk keadaan hatinya.


"Aku akan menjaga Naura aku janji! Pergilah kau tidak akan merasakan sakit lagi nanti!" Domanick menggenggam erat tangan Raline.


Ingin rasanya kedua kaki Lindsey berlari keluar dari dalam ruangan ini sungguh tidak mampu Lindsey menyaksikan Raline dan Domanick saling menggenggam, memanglah egois memiliki rasa cemburu pada seorang yang bahkan sudah hampir meninggalkan dunia ini untuk selamanya.


Tak lama Raline melepaskan tangan Domanick, seolah memberikan tanda bahwa ingin berbicara dengan Lindsey! Kedua mata Raline terus menerus menatap kearah Lindsey dan tangannya menunjuk kearah Lindsey.


Saat ini posisi Lindsey berada dibelakang Domanick berdiri mematung!


"Sey kemarilah dekat Kakak!" pinta Domanick.


Menyingkirkan rasa kecemburuannya Lindsey mendekat kearah Raline, digenggamnya tangan Lindsey oleh Raline dan terlihat kedua mata Raline terus mengucurkan bukit bening dipipinya.


Sebagai seorang wanita apalagi ibu dari seorang balita pastilah perasaan Raline hancur sehancur-hancurnya karena takdir harus memisahkan dirinya dengan putri yang masih kecil. Jika bisa mungkin Raline sudah menangis menjerit mengutarakan kesedihannya saat ini.


Raline mencoba menggerakkan bibirnya, seperti ingin mengatakan sesuatu pada Lindsey.


"Raline gerakan bibirmu dengan perlahan agar aku bisa mengerti yang kau ucapkan!" kata Lindsey sambil menggenggam tangan Raline yang sudah sangat dingin.


Meskipun tidak terdengar suaranya tapi dari gerakan bibir Raline, wanita itu sepertinya mengucapkan kata "maaf".


"Aku sudah memaafkan mu Raline, dan aku janji akan sering-sering mengunjungi Naura! Kau jangan khawatir Naura pasti akan bahagia dengan kak Nick,"


Air mata Raline semakin mengucur! Dan tak lama kemudian kedua matanya melotot seperti melihat sesuatu yang menyeramkan!


"Raline! Kau harus kuat bertahan lah demi Naura!" Lindsey pun merasa kasihan pada Raline.


Tubuh Raline seperti sedang merasakan kesakitan yang luar biasa! Kedua telapak kakinya bergerak-gerak dan tangannya mendadak kaku tak bis digerakkan.


"Tuan aku akan panggilkan Dokter!" ujar Gilbert setelah melihat Raline seperti itu.


Tak lama kemudian Dokter datang dan kedua bola mata Raline masih melotot tajam! Hingga tidak lama kemudian Raline pun menutup kedua matanya, Dokter memeriksa keadaan Raline karena.


Jantungnya tak lagi berdetak dan denyut nadinya pun terhenti.


Dengan berat hati Dokter menyampaikan bahwa Raline telah meninggal dunia! Sontak saja Domanick langsung berdiri lemas, Raline benar-benar pergi untuk selamanya meninggalkan Naura yang tentu saja pasti akan mencari-cari Ibunya nanti.


Lindsey sendiri tidak percaya menyaksikan seseorang meregang nyawa dihadapannya! Dilihatnya Naura yang betah dalam dekapan Gilbert, seketika Lindsey pun menangis tidak bisa bayangkan bagaimana jadi Naura saat anak-anak seusianya bisa bermain dengan Ibunya tapi Naura justru tidak akan merasakan itu.


Domanick yang melihat Lindsey sampai menangis segera memeluk Lindsey! Domanick pun tidak kalah sedih dengan kepergian Raline.


Tapi mau bagaimana lagi semua sudah menjadi suratan takdirnya! Jenazah Raline telah ditutup oleh kain putih, tapi tidak ada reaksi apa-apa dari Naura! Gadis kecil itu belum mengerti apa-apa, dia tidak sadar bahwa ibu kandungnya telah pergi untuk selamanya.


"Tuan aku harus mengurus kepulangan jenazah dulu," menyerahkan Naura yang anteng saja digendong Gilbert.


"Biar aku yang gendong Naura kak!" Lindsey pun mengambil alih menggendong Naura.


Malam itu juga jenazah Raline dibawa pulang ke rumah Domanick yang nantinya akan disemayamkan esok paginya!


Keesokan harinya Tuan Lan dan Larisha turut hadir untuk menyaksikan pemakaman Raline begitu juga dengan anggota group Limson! Mereka kompak membantu proses pemakaman Raline, Lindsey pun terpaksa belum bisa pulang ke kota tempat tinggalnya karena Naura tidak bisa dia lepas.


Hanya dengan Lindsey anak kecil itu bisa tenang, karena sejak semalaman Naura mendadak rewel dan terus menangis tapi tidak jelas maunya apa.


Ke tempat pemakaman pun Naura tak lepas dari gendongan Lindsey!


"Sey tanganmu pasti sudah pegal sejak semalam gendong Naura terus, sini biar kakak yang gendong!"


"Engga usah kak, nanti Naura nangis lagi kan dari semalam dia cuma bisa diam kalau aku gendong,"


"Maaf ya kakak merepotkan mu, tidak seharusnya kau menghabiskan waktu untuk laki-laki yang sudah memiliki anak dari perempuan lain seperti ku!"


Tiba-tiba Domanick merasa kasihan pada Lindsey karena harus ikut andil menjaga Naura, padahal Naura jelas-jelas anak dari wanita dimasa lalu Domanick yang sudah membuat rumah tangga keduanya bubar.


"Tidak merepotkan kok kak, selagi aku bisa aku akan membantu menangkan Naura, kasian dia!"


Prosesi pemakaman Raline pun telah usai, mereka kembali ke kediaman Domanick. Saat sedang menidurkan Naura diatas ranjang, Larisha menghampiri Lindsey.


"Sey momy mau bicara denganmu,"


"Iya mom bicara apa?"


"Tidak bisakah kalian bersatu kembali, agar Naura bisa merasakan orangtua yang lengkap! Anggaplah Naura sebagai anak kandung mu sendiri Sey, momy minta tolong sekali padamu!"


♥️♥️♥️


Terimakasih untuk yang sudah memberikan dukungan untuk tidak lupa kasih like disetiap babnya 🙏😁😁


Besok kita lanjut lagi maaf ya maak telat banget updatenya, jan pada marah ya nanti maak sogok deh pake lobak import biar ga pada bete🤫