
Ditepisnya tangan Domanick oleh Lindsey, meskipun tidak dapat dipungkiri kalau ciuman Domanick selalu bisa mematahkan tembok pembatas yang dibuat oleh Lindsey, tak ingin terburu-buru menerima Domanick kembali karena takut akan mengalami kegagalan yang sama Lindsey memilih untuk menahan diri.
"Kakak kenapa masih di kota ini?"
"Kenapa? Kau tidak suka aku berada disisi mu?"
"Kembalilah ke pusat kota! Dan berhenti bermain-main denganku,"
"Kau terganggu dengan kehadiran ku?"
"Hmm,"
"Baiklah aku akan pulang sekarang juga jika aku mengganggu kebahagiaan mu dengan laki-laki itu,"
"Ini tidak ada kaitannya dengan David,"
"Sudahlah aku bisa melihat kalau kau memang sudah jatuh hati padanya, kakak akan pergi sekarang! Nanti anak buah kakak dari group Limson akan sampai siang hari untuk mulai mengawal mu kemana pun kau pergi!"
Setelah mengatakan itu Domanick segera pergi meninggalkan ruangan Lindsey, tentunya dengan perasaan sedih karena lagi-lagi Lindsey seperti jengah ada dirinya disini.
Lindsey hanya bisa menatap punggung Domanick yang perlahan hilang dari pandangannya!
Padahal Domanick telah bertarung habis-habisan niatnya datang ke ruangan Lindsey adalah untuk minum atau sekedar beristirahat sejenak, tapi sambutan yang didapatkan dari Lindsey saat sedang lelah seperti ini justru tidak bagus.
Akhirnya Domanick memilih untuk kembali ke pusat kota bahkan saat tenggorokannya masih kehausan karena belum sempat minum sama sekali.
Selama berhari-hari Domanick dan Lindsey tidak saling bertemu, tidak saling memberi kabar dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya.
Sore hari setelah pulang kerja Domanick dan Gilbert seperti biasa akan menjemput Naura di kediaman Tuan Lan dan Larisha, bukan tanpa sebab Larisha tidak mengizinkan Domanick memiliki pengasuh untuk menjaga Naura, hanya saja Naura sejak kecil tidak pernah merasakan kasih sayang dari keluarga, jadi mulai sekarang keluarganya lah yang akan menjaga dan memberikan kasih sayang itu sepenuh hati padanya.
Setibanya di kediaman Tuan Lan, rupanya Tuan Lan tengah terbaring sakit selain karena usianya yang tak lagi muda akhir-akhir ini Tuan Lan memang sering sakit-sakitan meskipun pola makannya baik bahkan Dokter pribadinya pun selalu memeriksa keadaannya setiap Minggu.
"Mom, Dady kenapa? Naura mana?"
"Naura tidur di kamar sebelah seharian dia main dan les berenang! Entahlah Nick, Dady mu sering sakit-sakitan sekarang momy jadi khawatir terus setiap harinya!"
"Apa karena kemarin Dady membantu Gilbert di perusahaan saat aku pergi ke kantor cabang?"
"Tidak juga memang Dady mu sering begini!"
Tuan Lan terbangun saat mendengar kehadiran Domanick disisinya.
"Makanya kau itu hidup yang benar jangan bermain-main lagi dengan wanita, fokus saja dengan satu wanita dan jaga Naura dengan baik!"
"Dad sedang sakit masih sempat-sempatnya mengomel!" celetuk Domanick.
"Nick momy sudah menghubungi Bright dan Britney mungkin mereka akan datang menjenguk Dady besok!"
"Ya sudah kalau memang momy sudah menghubungi mereka, tadinya aku yang akan menghubungi mereka!"
"Tidak perlu, dan barusan momy juga sudah menelepon Lindsey!"
"Oh ya?" raut wajah Domanick langsung seketika dibuat penasaran setelah mendengar Larisha menghubungi Lindsey juga.
"Lalu apa kata Lindsey mom? Apa dia akan datang kemari?"
"Iya nanti dengan Tan dan Luna juga! Kau ini mendengar Lindsey akan datang wajahmu langsung berbinar, giliran mendengar saudara-saudara mu akan datang reaksi mu biasa saja!"
"Maklumlah mom anak mom yang satu itu sedang jatuh cinta akut dengan sepupunya sendiri, biarkan saja!" Tuan Lan ikut menimbrung.
"Nah tumben Dady paham! Ya sudah aku mau jemput Naura dulu mom, besok aku akan datang lagi kesini,"
"Dad cepet sehat besok aku bawakan wine yang paling mahal!"
"Anak itu!" Tuan Lan geleng-geleng kepala.
Sepanjang jalan ke rumahnya Domanick senyum-senyum sendiri setelah tau besok Lindsey akan datang ke rumah orangtuanya! Mumpung besok weekend juga Domanick bisa memiliki waktu lebih banyak di rumah.
"Tuan kau tidak pegal senyum-senyum terus sepanjang jalan?"
"Kau benar Bert jatuh cinta itu ternyata indah sekali! Akhirnya aku bisa merasakan apa itu cinta,"
"Nona Lindsey memang memiliki pesona yang luar biasa Tuan, hanya dia yang bisa membuat mu jatuh cinta!"
"Lalu apa kau tidak mau seperti ku memperjuangkan cinta pertama mu? Bukankah kau memiliki cinta pertama yang kau tinggalkan?"
"Aku sudah melupakannya lagipula hinaan dari kedua orangtuanya sudah cukup untuk ku melupakan masa-masa kelam itu!"
"Hei ayolah mana Gilbert yang selalu berusaha berjuang untuk memperbaiki hidupnya, kenapa kau menyerah begitu saja! Siapa namanya ya, kalau aku tidak salah Leya bukan? Anak dari pemilik rumah sakit terbesar di Jerman?"
"Tuan berhenti menyebut namanya! Aku tidak mau lagi mengingatnya,"
"Oke oke, kalau begitu mulailah wanita baru jangan lama-lama jomblo nanti lobak import mikikmu bisa berubah menjadi lobak sayur!"
Hahaha...
"Tuan kau bicara begitu memangnya lobak import mu sendiri sudah kau manjakan?" Gilbert balas meledek.
"Sial kau! Tunggu saja sebentar lagi lobak import ini akan merasakan kenikmatan yang tidak ada duanya,"
Percakapan singkat di sore hari tak terasa membuat mereka akhirnya sampai di kediaman Domanick. Dengan perlahan Domanick menggendong tubuh gadis kecil yang sejak tadi terlelap dalam pelukan Domanick, dan beruntungnya Naura karena tidak perlu mendengar percakapan seputar lobak import Domanick dan Gilbert.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Domanick sudah bersiul sepanjang aktivitas dipagi harinya, membantingkan Naura kemudian memandikan Naura sementara Gilbert mengecek pekerjaan Domanick untuk hari ini! Meskipun weekend kadang kala Gilbert tetap harus memeriksa pekerjaan Domanick ataupun jadwal meetingnya.
Di meja makan, Naura, Gilbert dan Domanick sarapan bersama. Naura melihat ayahnya itu terus saja berkaca sambil merapihkan rambutnya padahal rambutnya sudah rapih, ekspresi anak itu bahkan seperti keheranan.
"Naura lihat itu ayahmu dia bergaya terus menerus karena akan bertemu onty cantik," kata Gilbert.
"Tapi kan Dady sudah menyisil tadi di kamal, kenapa dimeja makan juga Dady menyisil Paman?"
"Agar lebih tampan lagi dong, nanti kau juga yang bangga memiliki ayah setampan aku!" seru Domanick.
Setelah selesai sarapan mereka pun kembali mengunjungi kediaman Tuan Lan untuk mengetahui keadaan Tuan Lan yang sejak kemarin sudah sakit.
Di sana rupanya sudah ada Britney, Daniel, dan Liam hanya saja Bright dan Anna belum datang!
"Kak Nick ini anakmu?" Britney mengusap kepala Naura.
"Sudah jangan bawel sana jaga Dady, kau jarang sekali menjenguknya!"
"Iya iya!"
Bukan hanya anak-anak Tuan Lan saja yang datang menjenguk melainkan juga seluruh anggota group Limson dan ketua datang hari ini, sampai-sampai rumah sangat ramai sekali.
Dari semua tamu yang datang Domanick hanya menunggu satu orang, dan orang tersebut baru saja tiba di halaman rumah. Tan, Laluna dan Lindsey baru saja tiba di kediaman Tuan Lan.
♥️♥️♥️
**Kok engga rela ya detik-detik Nick nganu-nganu sama Lindsey,
btw maak baru sadar belum nganu-nganu ya ternyata udah bab 50 lebih sumpah engga kerasa banget nulis😃**