Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 52


"Aku berbicara dengan Lindsey bukan denganmu!"


Kenapa disaat hati sudah mulai menyerah untuk kembali bersamanya tapi Domanick justru datang kembali! Lindsey terdiam untuk beberapa saat ada rasa senang melihat Domanick dihadapannya tapi ada rasa benci yang ikut menyeruak dari dalam hati Lindsey kala mengingat Domanick datang dan pergi sesuka hatinya.


Yang dilakukan Domanick hanyalah menarik ulur hati Lindsey hingga membuat Lindsey lama-lama jengah.


"Sey kakak mohon berikan waktu mu untuk kakak bicara!" meraih kedua tangan Lindsey.


"Apa kau tuli? Kau tidak paham bahasa manusia? Aku dan Lindsey akan pergi sekarang jadi lepaskan tanganmu darinya!" David melepaskan than Lindsey dari genggaman Domanick.


"Kenapa jadi kau yang repot hah? Biar Lindsey yang bicara dan memutuskan dia akan ikut bersama mu atau bersama ku!"


"Cih omong kosong tidak tau malu kau Nick,"


"Kenapa kau takut menerima kenyataan bahwa Lindsey akan memilih pergi dengan ku daripada denganmu?" Domanick memicingkan senyum sinis pada David.


"Kau," kedua tangan David meraih kerah kemeja Domanick, wajah kedua laki-laki itu terlihat saling bersikukuh dan mulai memanas.


"Dev lepaskan!" titah Lindsey.


"Tapi Sey,"


"Lepaskan kak Nick aku bilang!"


"Nah kau dengar itu, Lindsey menyuruh mu menyingkirkan tangan mu dariku!"


Karena Lindsey memintanya melepaskan kerah kemeja Domanick mau tidak ma David pun menurut.


"Aku akan ikut dengan mu Dev karena malam ini kita memang akan pergi kan?"


"Lindsey!" Domanick menahan tangan Lindsey.


David tersenyum puas karena akhirnya Lindsey memilih untuk pergi dengannya.


"Lepaskan aku kak jika kau mau bicara denganku kau tidak perlu repot datang kesini! Bisa menghubungi ku lewat telepon, itupun jika nomor ku masih ada dihandphone mu!" Lindsey melepaskan tangan Domanick.


David segera membukakan pintu mobilnya untuk Lindsey masuk kedalam.


"Aku mencintaimu Lindsey," lirih Domanick.


Pertama kalinya bagi seorang Cassanova seperti Domanick menyatakan perasaannya pada seorang wanita dan Lindsey adalah wanita yang telah berhasil membuat Domanick mengerti apa itu rasa cinta dan takut kehilangan.


Mendengar kalimat yang sejak dulu sangat dinantikan oleh Lindsey dari mulut laki-laki yang dia cintai, tapi disaat hati sudah terlanjur kecewa kenapa kata itu malah terdengar dikedua telinganya.


Rasanya aneh karena bukan bahagia yang dirasakan oleh Lindsey, melainkan keraguan.


"Aku mencintaimu Lindsey, aku jatuh cinta padamu! Aku jatuh cinta pada sepupu ku sendiri, rasa cinta yang ternyata berbeda! Asing bagiku tapi ada kau dihati ini!" Domanick kembali menyatakan perasaannya.


Setelah mendengar pernyataan cinta dari Domanick, Lindsey tetap masuk kedalam mobil David.


Mobil itupun tetap melaju meninggalkan Domanick dalam kesendirian tanpa jawaban yang dia harapkan dari Lindsey. Selama dua Minggu ini Domanick memang tidak bisa datang kembali kesini, selain karena kondisi Raline yang ternyata semakin parah dan masih kritis Naura pun harus dirawat karena sakit tipes.


Belum lagi terjadi saling serang antara group Limson dengan group mafia lain yang memperebutkan wilayah kekuasaan pengedaran narkoba! Hal itu membuat Domanick menghabiskan waktunya di rumah sakit, markas group Limson, lalu sesekali ke kantor.


Tidak ada waktu untuknya menemui Lindsey kemarin-kemarin, kini masalahitu sudah berhasil diselesaikan, Naura juga sudah sembuh hanya tinggal Raline yang sekarang hanya bisa berkomunikasi dengan orang lain lewat kedipan mata.


"Sey andaikan kau mengerti diposisi ku sekali ini saja! Aku juga lelah, semua masalah seakan berat dipundak ku sendirian aku membutuhkanmu Sey aku capek!"


Memang tidak mudah untuk Domanick mengatasi semua masalah berat yang datang tiba-tiba dalam hidupnya! Dan sekarang wanita yang dia cintai telah pergi bersama laki-laki lain.


Tapi apa boleh buat mungkin ini adalah jalan terbaik.


"Sey kau menyesal telah memilih pergi denganku?"


"Tidak, kapan aku bilang aku menyesal?"


"Aku senang kau memilih pergi bersama ku daripada dengan Nick! Tapi aku salut pada Nick seorang Cassanova menyatakan cinta pada sepupunya sendiri,"


"Sudahlah Dev jangan bahas Kak Nick lagi,"


"Baiklah yang jelas malam ini kita akan kencan romantis, jadi berbahagialah Lindsey,"


Sedangkan di sebuah rumah sederhana supir kantor Lindsey baru saja dibanting kelantai tubuhnya luka-luka akibat berkali-kali dipukuli oleh orang suruhan mantan manager di perusahaan Lindsey.


"Bagaimana kau masih menolak?"


"Ba-baik Tuan aku akan lakukan sesuai yang kau kalian perintahkan! Tapi tolong jangan apa-apakan anakku Tuan dia anakku satu-satunya," supir itu terlihat memohon dibawah kaki mantan manager perusahaan Lindsey.


"Anak mu akan aman bersama kami tapi lakukan tugasmu sesuai dengan yang aku perintahkan!"


"Baik Tuan baik!"


Supir kantor Lindsey terpaksa harus menuruti perintah mantan manager untuk mencelakai Lindsey, membuat seolah-olah itu adalah kecelakaan yang akan merenggut nyawa Lindsey.


Keesokan harinya pagi-pagi Lindsey dijemput seperti biasa oleh supir kantor, perjalanan pagi ini belum terlalu macet tapi lagi-lagi pikiran Lindsey tidak dapat berhenti memikirkan Domanick, dimana dia sekarang? Apa Domanick sudah kembali ke pusat kota setelah semalam Lindsey pergi begitu saja meninggalkannya?"


Huhhh...


"Entahlah ada apa dengan pikiran ku! Aku harus memulai hidupku tanpa Kak Nick aku tidak mau kecewa lagi!" dalam hati Lindsey.


Siang ini Lindsey akan pergi bersama dengan supir kantor untuk bertemu pemilik perusahaan Anderson group untuk membicarakan terkait kerjasama keduanya dalam waktu dekat!


Setelah jam makan siang mobil itu sudah dibuat blong remnya oleh si supir kantor, dan Lindsey pun baru saja masuk kedalam mobil.


"Ayo jalan!"


"Maaf nona baru saja saya dihubungi oleh isteri saya bahwa dia akan segera melahirkan, apa boleh saya izin pulang sekarang?"


"Oh ya istrimu akan melahirkan? Wah selamat ya, tentu saja kau boleh pulang sekarang dan ajukan lah cuti agar kau bisa menemani istri mu selama dia di rumah sakit!"


"Benarkah nona, lalu anda bagaimana?"


"Aku bisa menyetir sendiri lagipula pertemuannya masih satu jam lagi, aku bisa mengemudi dengan santai dan hati-hati pergilah!"


"Terimakasih nona, oh ya ini tadi aku membelikan anda kopi!" memberikan satu cup kopi.


"Dasar ini sogokan kah?"


Supir itu hanya tersenyum lalu turun dari mobil dan bangku kemudi diambil alih oleh Lindsey. Mobil itu akhirnya pergi meninggalkan kantor dan sang supir yang sudah tega berbohong demi keselamatan anaknya yang ditawan oleh mantan manager perusahaan ini.


Lindsey mengendarai mobilnya dengan santai sambil meminum kopi yang ternyata sudah dicampur obat tidur oleh sang supir kantor. Jalanan lumayan sepi ketika jam segini.


Lama kelamaan Lindsey merasakan kedua matanya sangat berat, kepalanya pusing dan menguap terus menerus.


Pandangan kedua mata Lindsey mulai tidak fokus, tubuhnya lemas karena sangat mengantuk secara tiba-tiba!