
Gilbert berusaha terus membangunkan wanita pemakai kostum badut yanhg jatuh itu! Tapi wanita tersebut kekeh berontak meliuk-liuk berusaha melepaskan diri dari Gilbert yang memaksa membantu.
"Tidak apa biar aku bantu lepaskan kostum ini dulu!" Gilbert memegangi bagian kepala badutnya.
Sontak saja wanita itu melongo karena memang dia tau betul Gilbert adalah laki-laki yang sudah dia tipu saat malam itu.
Badut itu berhasil dibantu berdiri oleh Gilbert, namun tak sampai disitu Gilbert ingin tau keadaan badut tersebut sehingga berusaha membuka kepala badut itu, akhirnya terjadilah tarik menarik hingga, kostum bagian kepala badut pun terlepas.
Membuat rambut panjang yang berkilau lembut itu tergerai dihadapan Gilbert, sungguh terpesona melihat rambut secantik itu terjuntai indah dihadapan Gilbert, tapi begitu rambut panjang itu tidak lagi menghalangi wajah dari si wanita tersebut.
Gilbert baru menyadari bahwa wanita itu, adalah wanita yang telah menipunya.
"Kau! Kau si wanita yang menipuku, hei mana hak ku berikan sekarang!" Gilbert menarik tangan badut itu.
"Bukan Tuan, bukan aku itu kembaran ku!"
"Halah aku tidak akan percaya lagi dengan ucapan mu! Kembaran-kembaran apa? Kau pasti berbohong lagi!"
"Aku tidak bohong Tuan, yang memukul mu dengan vas bunga itu saudara Kembarku,"
"Darimana kau tau aku dipukul dengan pas bunga kalau bukan kau yang melakukannya pada malam itu, sekarang ikut aku!"
"Jangan Tuan, ampun Tuan!"
Wanita yang belum diketahui namanya itu panik menghadapi Gilbert karena kali ini Gilbert tidak percaya dengan kebohongannya, tapi tidak sampai kehilangan cara dan akal licik agar bisa selamat dari kejaran Gilbert. Wanita itu berteriak.
"Tolong! Tolong! Aku dile ce hkan!"
Sontak saja orang-orang yang berada disekitaran pameran itu langsung menyerbu Gilbert hingga membuat Gilbert melepaskan tangan wanita badut itu.
Orang-orang memutari Gilbert dan memukul Gilbert bersama-sama karena mereka mengira Gilbert pelaku pe le ce han pada wanita tadi.
Domanick yang melihat ada ramai-ramai didekat salah satu wahana segera menghampiri keramaian, dan betapa terkejutnya Domanick melihat sosok yang sedang dikeroyok itu adalah Gilbert.
"Hei stop! Stop! Kalian tidak kenal aku?" teriak Domanick.
Teriakan Domanick membuat orang-orang berhenti memukuli Gilbert! Untunglah Gilbert tidak mengalami luka serius.
"Tuan Domanick! Itu Tuan Domanick!" saling berbisik.
Domanick membentak habis-habisan orang-orang yang main hakim sendiri.
"Maaf Tuan, kami hanya tidak mau ada pelaku pe l e ce han di pameran ini!"
"Apa? Siapa yang kalian maksud pelaku pe le ce han hah?"
"Tuan ini, tadi wanita yang menjadi korbannya berteriak kencang dan berkata dia dile ceh kan oleh Tuan ini," ujar salah satu dari mereka.
"Mana wanita yang sudah mengaku dile ceh kan oleh Gilbert, mana?" Domanick masih meninggikan suaranya.
"Itu!" orang-orang menunjuk kearah wanita tadi berada, tapi mereka pun terkaget-kaget karena wanita itu sudah hilang ditelan bumi.
"Hei mana wanita tadi?" mereka jadi saling bertanya-tanya.
Begitu juga dengan Gilbert, dia merasa hidupnya selalu saja sial jika bertemu dengan wanita yang dia sendiri saja belum tau namanya! Waktu itu kepala bocor, sekarang dikeroyok orang-orang segitu banyaknya.
Akhirnya orang-orang disekitar lanjut dengan aktivitas mereka setelah meminta maaf pada Gilbert atas kesalahpahaman yang telah mereka lakukan.
"Kau tidak apa? Kita akan cari wanita yang mengaku-ngaku dile ceh kan oleh mu itu!" Domanick masih emosi.
"Jangan Tuan! Aku tidak mau lagi bertemu dengannya!"
"Kenapa?"
"Ini wanita yang sama dengan wanita yang malam itu menipuku dan membuat kepalaku bocor! Sekarang dia meneriaki aku mele ceh kannya, benar-benar sial!"
Mendengar itu adalah wanita yang sama dengan yang mengerjai Gilbert sebelumnya, Domanick tidak jadi kesal dia kembali menertawakan Gilbert.
Ckckck...
"Wanita tadi sepertinya dikirim untuk memberikan karma karena kau telah menggagalkan kenikmatan saat aku bersolo karier!"
Untuk Visual Gilbert nanti nyusul ye, tapi jan pada ngiler liat otot-ototnya apalagi anunya😅
Sementara Ayang Nick dulu visualnya...