Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 103


Ada yang mau lihat engga, Gilbert di usia 42 tahun nantinya! Tapi jangankan Nola yang ngiler lihat Gilbert diusia tuanya, maak aja ampe ngeces ngeliat Gilbert di usia 42 tahun😂


Ini visual Gilbert ketika usia 42 tahun nanti ya.



Bagian bawahnya merasakan guncangan yang begitu dahsyat membuat Lindsey hanya mampu berteriak, menge rang dan men de sah dalam penguasaan Domanick. Rasa frustasi akan kenikmatan yang dia dapatkan membuat tubuh Lindsey semakin gelisah semakin ingin meminta Domanick untuk memuaskannya.


Lindsey meremat kedua semangka import miliknya saat tidak tahan lagi dengan aksi Domanick dibawah sana! Segala cara telah Lindsey lakukan demi meredam rasa kenikmatan yang berlebihan ini, mulai dari menggigit bibir bawahnya sendiri kemudian meremat kencang kedua semangka import miliknya sendiri tapi semuanya sia-sia karena Domanick bergerak semakin cepat dibawah sana.


"Kak ih oh my God, please stop kak ahh aku tidak tahan!" Lindsey sangat frustasi dengan apa yang dilakukan Domanick padanya.


"Kau suka sayang?" Domanick memandangi wajah Lindsey yang saat ini terlihat seksi karena sedang diselimuti oleh gai rah yang membara-bara.


"Ya kakak, ahh aku menyukainya ahh ini terlalu enak ahh,"


"Teruslah keluarkan jeritan-jeritan manja mu itu sayang, kakak suka mendengarnya!"


Lindsey semakin meracau tak karuan sementara Domanick semakin liar menggerakkan jarinya dibawah sana tanpa ampun. Gerakan itu begitu cepat hingga membuat Lindsey merasakan tubuhnya akan segera mencapai puncak kenikmatan, akibat ulah Domanick.


"Kak, a-aku ah kakak mau pi-pis!" wajah Lindsey mendongak keatas sementara tubuhnya melengkung kedepan dan kedua matanya terpejam merasakan sesuatu dibawah sana akan segera sampai.


"Iugh Fu ck kau begitu seksi Sey, ouh gadisku sayang kau sangat menggemaskan sayang!" Domanick semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya tubuh Lindsey pun bergetar hebat dan sesuatu dibawah sana sudah membanjiri jari Domanick.


Nafas Lindsey terengah-engah rasanya lelah tapi juga memuaskan! tubuh Lindsey ambruk tidak berdaya dalam pelukan Domanick, dan Domanick langsung menggendong tubuh yang sudah lemas tak berdaya itu keatas ranjang.


Tanpa menunggu tubuh Lindsey bugar kembali Domanick segera melepaskan seluruh pakaiannya sendiri, lobak import itu sudah kekar berotot dihadapan Lindsey saat ini, Domanick tak berniat sama sekali untuk memberikan waktu bagi Lindsey mengatur nafasnya agar stabil dulu.


Domanick lantas langsung membuka lebar kedua pangkal paha Lindsey dan lobak import itu didorongnya masuk dengan kasar oleh Domanick.


Blaszz..


Semuanya langsung amblas hingga membuat Lindsey kembali menjerit. Sungguh Domanick sangat pintar membuat Lindsey begitu menikmati permainannya, meskipun melelahkan tapi kepuasan itu didapatkan oleh Lindsey secara bertubi-tubi.


Domanick mengangkat kedua paha Lindsey lalu menghentakkan lobak importnya dengan kasar dan kencang bergerak dibawah sana! Hanya men de sah yang bisa Lindsey lakukan saat ini, Domanick terlihat begitu menikmati permainannya bagaimana tidak miliknya seperti dihimpit dari segala arah oleh bagian inti Lindsey hingga membuat Domanick terus meracau hebat.


"Sey puaskan kakak sayang, ini sangat nikmat ahh Fu ck ahh,"


Tak henti-hentinya Domanick gelisah sendiri oleh permainannya, terus menerus Domanick bergerak cepat karena bermain pelan bukan lah gayanya! Terus menerus keluar masuk dibawah sana untuk menuntut sebuah puncak kenikmatan yang harus dia peroleh saat ini.


Pasangan yang sedang menikmati masa-masa bulan madunya inipun hanya bisa saling berbalas era ngan demi era ngan. Hingga Domanick merasakan miliknya berkedut dibawah sana, dia akan segera sampai ditekannya oleh Domanick agar benar-benar semburan itu benar-benar masuk dibagian paling dalam.


"Aku ahhh Sey kakak sampai!"


Nafas Domanick terengah-engah, kedua matanya masih terpejam menikmati sensasi-sensasi setiap tetes terakhir yang keluar dibawah sana!


Lindsey yang melihat wajah Domanick penuh dengan kepuasan, merasa bangga karena bisa membuat sang Cassanova sangat menikmati setiap melakukan ini dengannya.


"Kakak puas?"


"Hmm, kau luar biasa sayang!"


Domanick mencium bibir Lindsey, dan ciuman itu kembali terus berlanjut karena lobak import itu kini sudah kembali segar bugar dan siap untuk mengguncang bagian inti milik Lindsey.


Entah sudah berapa banyak keduanya melakukan kegiatan itu di hari pertama keduanya tiba di Maldives, yang jelas Domanick dan Lindsey benar-benar menikmati kegiatan tersebut dimana pun keduanya melakukan itu.


Kini bagian inti Lindsey sudah sangat terbiasa dengan gempuran-gempuran tiada henti yang dilakukan oleh lobak import Domanick, saking terbiasanya kini bahkan Lindsey cukup sering untuk meminta lebih dulu padahal keduanya sudah sama-sama bermain sejak tadi.


"Sey kau tidak ada puasnya sekarang sayang,"


"Kenapa kakak kewalahan?" sambil bergerak diatas tubuh Domanick karena Lindsey mengambil alih permainan.


Baru tau kalau Cassanova juga bisa kewalahan, kamu luar biasa Sey, maak pengen liat Domanick tepat tidak berdaya Sey ayo Sey tunjukan kebolehan mu😁