Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 110


Mendapatkan protes dari Lindsey, Domanick pun melepaskan sejenak semangka import milik Lindsey.


"Ya sudah ayo kita ke kamar, di kamar kita bisa bebas berteriak,"


"Ih, tidak mau malam ini aku mau tidur dengan Naura!"


"Hah, mana bisa begitu? Lalu bagaimana nasib lobak import ku?"


"Nasib apa? Kan sudah tiap hari, jadi jika malam ini tidak melakukannya aku rasa lobak import mu itu tidak keberatan,"


"Sey, mana boleh begitu kakak lagi pengen nih ayolah puasin Kakak sebentar," Domanick merengek seperti bayi meminta asi.


"Tidak mau!"


Meskipun sudah ditolak mentah-mentah oleh Lindsey, Domanick tidak menyerah dia malah berusaha menggendong tubuh Lindsey untuk dibawa ke kamar mereka.


"Kak, lepas! Lepas!"


Domanick pun tersenyum licik lalu dengan bangganya membawa tubuh Lindsey keluar dari kamar Naura dan berjalan menuju kamarnya sendiri.


Tentu saja Lindsey tetap menolak, karena malam ini Lindsey memang tidak akan bisa melayani Domanick. Diturunkannya tubuh Lindsey diatas ranjang kebanggaan Domanick, laku Domanick pun tersenyum puas berhasil membuat wanitanya kembali berada dibawah kungkungannya.


Tanpa mempedulikan penolakan Lindsey, satu tangan Domanick pun langsung menyergap bagian inti milik Lindsey.


Domanick pun memicingkan matanya, karena rasanya sangat berbeda dari biasanya! Kali ini bagian inti Lindsey seperti sedang memakai busa sehingga bagian inti miliknya jauh lebih tebal.


"Kok tebal?"


"Kan sudah aku bilang aku tidak bisa malam ini kak,"


"Ini apa?"


"Pem ba lut," bisik Lindsey sambil tersenyum puas melihat wajah kecewa Domanick saat ini.


Seketika lobak import Domanick pun lesu lunglai tak berdaya mendengar Lindsey yang ternyata sedang datang bulan malam ini. Sementara Lindsey tidak ada henti-hentinya menertawakan Domanick yang langsung murung dan lesu setelah mengetahui dirinya sedang datang bulan.


Akhirnya karena tidak akan ada jatah malam ini begitupun malam-malam berikutnya, Domanick segera menarik selimut dan memasang wajah memelas dihadapan Lindsey.


"Kenapa si mukanya cemberut terus?" goda Lindsey sambil memainkan hidung mancung Domanick.


"Kenapa wanita harus ada tanggal merahnya si? Bikin pusing kepala saja,"


"Ya itung-itung istirahat dari keganasan lobak import para lelaki," Lindsey pun menjulurkan lidahnya.


"Cih, awas saja setelah bersih kembali kau akan membayar mahal untuk ini sayang!"


"Aku tak sabar menantikannya," Lindsey pun menggigit bibir bawahnya.


"Aku mau mi mi agar bisa tidur nyenyak!"


Karena kasihan suaminya itu haru menahan hasratt hingga beberapa malam kedepan, akhirnya Lindsey pun melepaskan pakaian bagian atasnya begitupun juga dengan b r a yang dia kenakan tadi, kini semangka import milik Lindsey sudah terpampang polos dihadapan Domanick.


Keduanya tidur berhadap-hadapan, dan seperti seorang ibu yang sedang memberikan asi pada bayinya, Domanick langsung menye sap semangka import milik Lindsey.


Aksi Domanick itu benar-benar membuat Lindsey merasakan getaran keseluruh tubuhnya! Suaminya itu terus menerus meng hisap semangka import miliknya dengan buas dan tanpa jeda.


Melihat Domanick begitu lahap tengah meng hi sap semangka miliknya, Lindsey hanya busa pasrah dan me le nguh menikmati kenikmatan pada area semangkanya.


Saat sedang asik meng hi sap, Gilbert mengetuk pintu kamar Domanick! Membuat Domanick buru-buru mengakhiri aksinya itu, Lindsey pun segera menarik selimut hingga menutupi bagian atas tubuh polosnya.


"Sayang, aku buka pintu dulu ya!"


"Iya kak, cepat kembali ya!" mengedipkan sebelah matanya.


Cup..


Dikecupnya bibir Lindsey oleh Domanick, padahal hanya sebentar membuka pintu tapi perpisahannya seperti akan pergi ke Medan perang.


Domanick membuka pintu kamarnya, dilihatnya Gilbert berdiri dibalik pintu.


"Kau ini mengganggu saja, bukankah kau harusnya pergi ke kamar Emilia? Kenapa malah ke kamarku?"


"Tuan aku hampir lupa, tadi saat aku mengantar Emilia ke supermarket mobilku di buntuti oleh anak buah Jazz!"


"Lalu bagaimana? Kenapa kau baru cerita?"


"Maaf Tuan tadi aku lupa! Dua orang anak buah Jazz berhasil aku musnahkan ditempat, tapi aku yakin sekali saat ini Jazz semakin meradang dan akan menyiapkan serangan susulan!"


"Kalau begitu, kau telpon ketua dan minta mereka semakin giat berlatih menembak!"


"Baik Tuan! Aku akan segera menelpon ketua sekarang,"


"Ya sudah besok baru kita melihat langsung ke markas sudah sejauh mana kemampuan para anggota group Limson itu!"


Tebel kek roti gandum engga tuh Nick???Wkwwkkwk. Untung diraba dulu pelan coba kalau langsung dicolok apa engga langsung kaya lobak sayur itu lobak mu merasakan area yang udah dipengen banget ternyata lagi banjir merah😄


Pusing-pusing deh nunggu berhari-hari baru bisa tancap gas lagi.


Oh ya, ini visual untuk Naura cocok engga guys?