Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 39


Setibanya di tempat mantan security rumah sakit yang membayar fotografer amatir untuk memotret Domanick secara diam-diam. Gilbert mendekati rumah yang sangat sepi dan terletak diujung jalan tersebut.


Tiba-tiba terlihat dari arah samping rumah itu seorang pria keluar dari dalam jendela dengan memakai hoodie yang menutupi kepalanya, pria itu berlari kencang seolah tau tempat tinggalnya sudah didatangi oleh Gilbert.


Wajah pria tersebut ditutupi oleh masker berwarna hitam, tentu saja Gilbert yang melihat pria tersebut hendak melarikan diri segera mengejarnya! Gilbert dan pria yang diyakini mantan security rumah sakit itu lari sekencang-kencangnya hingga terjadi kejar-kejaran dengan Gilbert di jalanan komplek rumah.


Untung saja Gilbert memiliki kecepatan berlari diatas rata-rata jadi dengan cepat Gilbert bisa meraih penutup hoodie pria tersebut, terjadilah perkelahian antara Gilbert dengan pria tersebut.


Hiya...


Hiya..


Slazzzhh..


Bum..


Saling pukul saling tangkis tapi dengan tinjuan mautnya Gilbert dapat melumpuhkan tubuh pria tersebut hingga dia jatuh tersungkur ke aspal, setelah melihat pria tersebut jatuh tersungkur Gilbert segera melepaskan gesper yang dia kenakan kemudian mengikat kedua lengan kebelakang pria tersebut.


"Kau itu merepotkan sekali si hah!" protes Gilbert.


"Kau tidak perlu mengikat ku Tuan dengan senang hati aku akan membawamu pada orang yang sudah menyuruhku!"


"Oh jadi kau tidak memiliki urusan dengan Tuan ku? Kau hanya orang suruhan?"


"Tentu saja!"


"Kalau begitu tunjukkan padaku dimana Tuan mu yang sudah berani menyuruh mu mengusik hidup seorang Domanick Limson!" Gilbert menarik lengan pria yang terikat itu kedalam mobil.


Didalam mobil sambil menyetir Gilbert menelpon Domanick untuk memberikan kabar bahwa pelakunya sudah tertangkap. Domanick yang sedang sibuk dengan pekerjaan dimeja kebesarannya, melihat handphonenya berdering panggilan masuk dari Gilbert.


"Halo, bagiamana Bert?"


"Tuan aku sudah bersama dengan pria yang berada di taman hiburan, tapi orang ini mengaku hanya orang suruhan!"


"Lalu dimana kau dan orang itu sekarang?"


"Aku di jalan bersama cecunguk ini, dia akan menunjukkan dimana lokasi Tuannya!"


"Jika kau sudah sampai di lokasi segera share kok, aku akan ke sana!"


"Baik Tuan!"


Menutup telepon lalu fokus menyetir mobil kembali.


"Hei dimana Tuan mu itu?"


"Ikuti sesuai perintahku saja kau tinggal menyetir," ujar pria tersebut.


"Berani sekali kau memerintah ku!"


"Sudahlah kau dan Tuan Domanick ingin secepatnya kan bertemu orang yang menyuruhku, jadi ikuti saja arah yang aku berikan!"


Pria itu masih dengan gaya santai, dia mengarahkan Gilbert untuk sampai ditempat tujuan, semakin lama Gilbert merasa jalan ini adalah jalan yang sangat dia kenali, arah yang ditunjukkan oleh pria tersebut mengarah kesatu tempat tinggal yang sudah Gilbert kenali.


"Untuk apa aku bercanda denganmu Tuan, aku bukan komedian yang bisa bercanda!"


"Ini adalah arah ke rumah utama keluarga Limson, ini jalan menuju rumah Tuan Lan! Kau gila?"


"Memang di sanalah orang yang menyuruhku berada, terserah kau mau percaya atau tidak,"


Gilbert sangat geram dengan pria ini dia terlihat seperti mempermainkannya, tapi apa boleh buat Gilbert mencoba untuk mengikuti dulu permainan pria tersebut, hingga akhirnya dua security rumah utama keluarga Limson terbuka! Rumah masa kecil Domanick dan dua saudara kembarnya dibesarkan, mobil Gilbert mulai memasuki halaman rumah Tuan Lan padahal Gilbert tau Tuan Lan dan Larisha sedang berada di rumah mereka yang di Jerman.


Untuk apa pria ini membawanya ke rumah ini, rasa penasaran itu semakin dalam menyelami pikiran Gilbert. Keduanya turun dari mobil dan disambut oleh seorang pelayan.


"Silahkan masuk Tuan Bert, sejak pagi Tuan Lan dan Nyonya Larisha sudah menunggu anda!"


"Apa Tuan Lan dan Nyonya memang sudah pulang dari Jerman?"


"Sudah tadi jam 03.00 dini hari mendadak Tuan!"


Setelah mendengar perkataan pelayan Gilbert menggiring pria yang masih terikat itu kedalam rumah Tuan Lan. Di sebuah ruang keluarga Larisha tampak terpukul, kedua matanya sembab seperti habis menangis.


Sedangkan Tuan Lan terlihat menahan amarah dia duduk disamping Larisha dengan tubuh tegap namun kedua matanya memerah, rahang pipinya mengeras dan dilihatnya seorang wanita yang tak asing lagi bagi Gilbert.


"Nona Raline Eleanor Roosevelt? Ka-kau?"


Raline mengangkat wajahnya begitu mendengar suara Gilbert, dia dan Gilbert memang sudah saling mengenal karena saat berhubungan dengan Domanick Gilbert lah saksi hidup diantara keduanya.


Termasuk saat Raline memohon-mohon agar Domanick mau menikahinya tapi Domanick tidak bergeming dan menutup semua akses untuk Raline bisa menemuinya.


Di samping Raline seorang balita kecil berusia 3 tahun bernama Naura Roosevelt terlihat memperhatikan orang-orang dewasa yang saat ini memenuhi ruangan tersebut.


"Kau masih ingat aku Bert?"


Raline Eleanor Roosevelt adalah putri dari raja kasino di Roma, dan pernah melakukan one night stand bersama dengan Domanick. Saat itu Domanick hanya iseng berhubungan dengan anak raja judi tersebut, tapi Raline yang memiliki tubuh sangat ideal membuat Domanick ketagihan untuk terus menikmati tubuhnya selama Domanick berada di Roma.


Raline yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Domanick memiliki akal licik untuk tidak meminum pil pengaman yang biasanya Domanick berikan pada wanita yang dia sentuh, hingga suatu hari Raline dinyatakan hamil.


Tapi seorang Cassanova seperti Domanick tidak pernah mau bertanggungjawab dan menganggap Raline lah yang telah menjebaknya, meskipun keduanya sampai melakukan tes DNA saat bayi dalam kandungan Raline berusia 7 bulan dan hasilnya 99% cocok dengan DNA Domanick.


Bukannya bertanggungjawab Domanick justru menutup semua akses dari Raline hingga Raline nekat mencarinya ke negara ini, dan mendapati kabar bahwa Domanick telah menikah, wanita mana yang tidak sakit hati mendengar laki-laki yang mengaku Cassanova anti pada pernikahan tapi malah menikahi sepupunya sendiri, sedangkan wanita yang mengandung anaknya justru ditinggalkan begitu saja.


Raline kesal amat kecewa dengan Domanick hingga akhirnya terpaksa meneror Domanick, lalu menyusul Tuan Lan ke Jerman hingga berhasil membawa Tuan Lan dan Larisha kembali ke negara ini untuk membereskan masalah yang telah dibuat oleh Domanick.


Kini balita mungil itu sudah berusia 3 tahun dan dia membutuhkan figur seorang ayah, tentulah Raline akan berjuang untuk mendapatkan haknya sebagai seorang perempuan dan juga sebagai ibu dari anak yang membutuhkan ayah kandungnya.


"Bert bawa anak brengsek itu ke hadapan ku sekarang!" dengan nafas yang terlihat sesak Tuan Lan mencoba menahan amarahnya.


"Baik Tuan!"


Dengan tangan gemetar Gilbert mengeluarkan handphone dari saku celananya untuk menelpon Domanick.


♥️♥️♥️


Emang ya dimana-mana Cassanova itu brengsek, seenaknya aja celap celup benih kesana kemari begitu ketemu cewek kaya Raline urusan jadi runyam kan.