Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 60


Pagi itu Domanick dan Gilbert telah pergi meninggalkan rumah padahal ini adalah hari Minggu tapi kesibukan Domanick membuatnya sangat jarang menghabiskan waktu minggunya untuk berleha-leha, meskipun hari ini dia sangat ingin berada di rumah karena ada Lindsey di rumah ini.


Domanick pergi tanpa berpamitan pada Lindsey terlebih dahulu, karena tidak tega Lindsey masih tertidur pulas pagi tadi.


Didalam perjalanan menuju markas group Limson Domanick terus uring-uringan.


"Bert pokoknya kalahkan musuh kita dalam waktu yang sesingkat-singkatnya!"


"Itu tergantung permainan taktik kita dengan taktik mereka lebih baik siapa, toh kekuatan kita sama dengan group mafia satu itu yang membedakan adalah taktik bertarung kita nantinya,"


"Kau ragu kita akan menang?"


"Sedikit,,"


"Jangan menjadi asisten pribadi ku kalau kau ragu! Aku mengangkat hidupmu saat dulu kau masih berputar dalam kemiskinan karena kau sangat pemberani dan keyakinan mu kuat!"


"Maafkan aku Tuan, aku yakin kita menang,"


"Nah ini baru Gilbert setelah pertarungan ini selesai, aku akan membiarkan mu libur pergilah dengan para wanita cantik,"


"Baik Tuan, kau akan ikut?"


"Apa kau gila? Pertanyaan macam apa itu? Aku sudah memiliki Lindsey,"


"Bukankah dia hanyalah sepupu mu Tuan?"


"Bert kau mau mati?" kedua bola mata Domanick melotot.


"Baiklah Tuan aku percaya kau sudah memiliki nona, meskipun belum seutuhnya," Gilbert terus saja menggoda Domanick.


"Sit tunggu saja pulang dari pertarungan ini aku pasti akan memilikinya seutuhnya, bahkan tidak akan aku biarkan sejengkal pun aku melewati setiap inci bagian tubuhnya,"


"Kalau nona menolak?"


"Aku akan terus memintanya nanti lama-lama juga dia kasihan padaku!"


"Selamat berusaha Tuan, ingat jangan sampai lobak mu keburu layu dan tidak bisa mengeras lagi,"


"Sial kau Bert,"


Berbeda dengan Domanick yang sedang dalam perjalanan untuk bertarung memperebutkan wilayah dengan Group mafia lain, Lindsey baru saja selesai mandi bersama Naura.


Saat ini Naura sedang duduk didepan meja rias lalu Lindsey duduk dibelakangnya untuk menyisir rambut Naura.


"Naura mau dikuncir?"


"Mau onty, Nola duka dikuncil,"


"Oke onty akan kuncir dua rambut Naura, kira sisir dulu ya,"


Lindsey secara lemah lembut menyisir rambut Naura dilihatnya dari cermin Naura seperti tidak senang.


"Naura kok wajahnya ditekuk begitu, Naura engga suka ya kalau onty yang kuncir rambut Naura?"


"Suka onty, tapi semua olang pelnah kuncilin Nola! Dady, Paman Belt, grandma licha, onty tantik dan lain-lain,"


"Bagus dong itu berarti semua orang gemes dengan rambut Naura,"


"Tapi momy Nola tidak pelnah kuncil lambut Nola onty, momy celalu sakit di lumah sakit,"


Lindsey tidak menyangka diusia Naura yang masih balita anak kecil itu sudah merasakan luka batin yang begitu banyak, semua karena kesalahan orang dewasa tapi kenapa sampai berdampak pada gadis sekecil ini.


"Sayang nanti kan Naura bisa ke rumah sakit ketemu momy biar nanti momy kuncir rambut Naura,"


"Kata Dady, momy ga akan bisa kuncil lambut Nola onty! Soalnya momy sedang dalam peljalanan menuju tempat yang jauh cekali,"


"Hmm kalau begitu sekarang Naura pejamkan kedua mata Naura terus bayangkan kalau yang sekarang lagi menguncir rambut Naura ini adalah momy kamu, coba bisa engga?"


Naura pun menurut kedua matanya perlahan terpejam merasakan setiap sentuhan tangan lembut Lindsey dirambutnya, Naura membayangkan kalau itu adalah Raline seketika senyum itu mengembang dibibir Naura.


"Momy,"


"Hmm," gadis itu masih memejamkan kedua matanya dan membiarkan Lindsey menyelesaikan tugas menguncir rambutnya.


"Nah selesai,"


Naura membuka kedua matanya dan melihat rambutannya sudah dikuncir dua oleh Lindsey, bocah itu kegirangan melihat kecantikan wajahnya sendiri dikaca meja rias.


Hingga siang hari Lindsey menghabiskan waktu dengan Naura, meskipun sejak tadi Lindsey terus menatap.kearah jam didinding.


Sudah siang begini belum ada tanda-tanda Domanick pulang dari pertarungan, Lindsey merasa sangat khawatir sampai-sampai dia tidak fokus mengajak mau Naura.


"Apa dia tidak apa-apa? Bagaimana kalau sampai kak Nick benar-benar tidak melakukan perlawanan karena semalam aku menolaknya?"


"Tidak Lindsey itu tidak mungkin mana ada sejarahnya seorang Cassanova tidak mau melawan musuh karena ditolak berhubungan oleh wanita."


Sore hingga malam hari bahkan sampai Naura sudah tertidur lelap karena sore tadi kecapean bermain dengan Lindsey, dan Domanick belum juga ada tanda-tanda pulang ke rumah.


Mau menunggu di halaman rumah tapi tubuh Lindsey sangat berkeringat karena mengajak main Naura seharian, anak itu begitu aktif lari kemana kemari, hingga membuat Lindsey berkeringat mengikuti keaktifan Naura.


"Sebaiknya aku berenang dulu agar tubuhku fresh,"


Sadar tidak membawa pakaian untuk berenang, mumpung Domanick belum pulang dan entah pulang jam berapa! Lindsey memutuskan berenang dengan hanya menggunakan b h polos dan celana bagian akhir yang menutupi bagian intinya.


Diletakkannya handuk dikursi dekat kolam oleh Lindsey.


Burr..


Semua rasa lelah, capek seketika hilang saat tubuhnya berada didalam kolam renang, segar sekali meskipun berenang dengan gaya kodok mengapung tak masalah bagi Lindsey yang terpenting tubuhnya menyentuh air.


Saat sedang rilex menikmati air yang segar didalam kolam renang, Lindsey menutup kedua matanya.


Burr..


Tiba-tiba seseorang meloncat dari atas sana hingga air didalam kolam pun menyeruak menghantam wajah Lindsey yang membuat Lindsey seketika terkejut.


"Kakak, kapan kau pulang? Aku tidak mendengar suara mobil sejak tadi?"


Domanick memang turun didepan gerbang dan Gilbert langsung tancap gas lagu untuk pergi berlibur setelah mendapatkan cuti dari Domanick, tentu saja Lindsey tidak tau jika Domanick sudah datang.


Tadinya Domanick hendak pergi mengecek Lindsey di kamar Naura karena jam segini jadwalnya Naura tidur malam, tapi saat melewati kolam renang yang berada disamping ruangan televisi! Domanick mendapati pemandangan yang sangat menggetarkan lobak importnya.


Malam-malam begini Lindsey tengah berenang dan tentu saja Domanick tidak akan menyia-nyiakan hal ini, segera dia membuka pakaiannya hingga hanya menyisakan bagian akhir penutup lobak import miliknya, lalu melompat lah Domanick kedalam kolam renang.


"Kenapa berenang tidak menunggu ku? Kau kan tidak pandai berenang kalau kau tenggelam siapa nanti yang akan menolong?"


"Memangnya aku anak kecil tenggelam di kolam renang,"


Tatapan Domanick tak henti-hentinya menatap bagian dada dan bagian bawah Lindsey, kedua bola mata itu turun naik turun naik membuat Lindsey sadar bahwa dia memang sedang tidak dalam kondisi pakaian yang bersahabat.


Domanick perlahan-lahan mendekati Lindsey sementara Lindsey hanya terdiam mematung dalam dinginnya air didalam kolam renang ini.


"Sey kakak sudah kembali dan menang sekarang kakak mau ambil imbalan kakak, boleh kan?" satu tangan Domanick meraih pinggul sebelah kanan Lindsey sementara satu tangannya lagi meraih pinggul sebelah kiri Lindsey.


"Kakak dingin," lirih Lindsey.


♥️♥️♥️


Wah wah dingin tuh katanya Nick artinya kamu harus berhasil menghangatkan 😄


Kalau ada yang tanya kok engga tunggu halal dulu Thor??


Pertama aku kan ambil latar luar negeri ya budaya disana tau sendiri lah ya😁


Kedua, ya karena judulnya saja Cassanova Penikmat Sepupu, jadi emang pas jadi sepupu dinikmatinya.


Hayo udah engga sabar ya ke next bab, doa kan lolos ya takutnya ketahan ntoon karena terlalu nganu🤣