Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 44


Mendengar nama Lindsey disebut Domanick langsung merasakan gusar pada hatinya.


"Oh ya? Bukankah harusnya satu Minggu lagi baru giliran kantor cabang itu?"


"Iya ada rolling dengan kantor cabang lain Tuan!"


"Baiklah!"


"Nona Naura ajak saja Tuan kasihan dia kalau selama 3 hari harus jauh dari dadynya!"


"Ya apa boleh buat aku juga merasa sudah terbiasa kemana-mana dengan anak kecil itu!"


"Apa kita akan tidur di hotel? Atau kita menginap saja di rumah Tuan Tan dan Nyonya Laluna?"


"Kau gila Bert?"


"Loh memangnya kenapa Tuan?"


"Aku tidak mau itu jelas akan membuat Lindsey tidak nyaman jika kita menginap di rumahnya!"


"Siapa tau Tuan kangen?"


"Tidak lah! Dia sepupuku sekarang ini aku tidak berhak merindukannya,"


"Benar itu Tuan nona Lindsey sekarang ini adalah sepupu mu, lagipula aku melihat story postingannya kemarin dia berlibur di pantai bersama dengan orang yang bernama David itu sepertinya!"


Deg..


Mendengar Lindsey berlibur dengan David entah kenapa hatinya sangat tidak nyaman, rasanya ingin sekali detik ini juga menemui Lindsey lalu memintanya untuk menjauhi laki-laki lain. Tapi apalah hak Domanick sekarang? Lindsey berhak bahagia dengan pilihannya sekarang, mungkin David sungguh-sungguh jatuh cinta pada Lindsey dan bukan lagi seorang player wanita.


Domanick hanya mencoba banyak-banyak sadar diri kalau dirinya saat ini adalah duda dengan satu anak, dan tentu saja setelah membuat goresan luka dihati Lindsey tidak sepatutnya Domanick mengganggu kebahagiaan Lindsey sekarang.


"Aku ke kamar dulu Bert!" dengan wajah murung.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Gilbert sudah membawa barang-barang yang perlu dibawa selama tiga hari mereka melakukan audit di perusahaan Lindsey. Koper berisi pakaian Domanick dan Naura pun sudah dimasukkan kedalam bagasi mobil.


"Naura dengar ya nanti di jalan kau jangan ingin buang air besar, awas ya!"


"Napa da boleh Dady?"


"Sekali saja jangan membuatku ribet lagipula kau itu tiap hari buang air besar terus, bau tau! Aku bahkan harus menutup hidungku saat membersihkannya!" ketus Domanick.


Naura hanya terdiam mendapatkan peringatan dari ayahnya, bocah 3 tahun itu mungkin kebingungan karena dilarang buang air besar. Melihat wajah Naura diam saja Domanick jadi merasa bersalah telah memperingatkannya tadi.


"Kau marah Naura?"


Bocah itu geleng-geleng kepala tapi juga mendadak diam.


"Sudahlah jangan ngambek oke oke kau boleh buang air besar kapanpun kau mau,"


"Benal boleh Dady?"


"Hmm,"


"Acik!"


Mereka masuk kedalam mobil lalu memulai perjalanan dengan menempuh jarak kurang lebih 3 jam menuju kota lain. Mereka tiba di salah satu hotel di kota tersebut, Domanick memang memutuskan untuk tidak menginap di rumah Lindsey dan memilih untuk stay di hotel selama audit di perusahaan Lindsey.


Sebenarnya tim audit itu ada beda sendiri hanya saja Domanick dari dulu memang terbiasa ikut memantau laporan tahunan dan hasil audit tahunan setiap cabang perusahaannya.


"Tuan setelah makan siang kita akan berkunjung ke perusahaan cabang untuk melihat langsung tim audit di sana!"


"Oke!" jantungnya tidak dapat berhenti berdebar karena sebentar lagi itu artinya dia akan bertemu dengan Lindsey.


"Jantung mu aman Tuan?"


"Bert gaji mu mau aku potong?"


Ckckck.


"Ampun Tuan! Naura sayang nanti kau akan bertemu dengan aunty cantik kau senang?"


"Onty tantik? Tantik sepelti Nola?"


"Hmm benar cantik seperti mu sampai-sampai Dady mu berdebar-debar jantungnya!"


"Bert sial kau!"


Ckckck...


Gilbert memang satu-satunya orang selain Tuan Lan yang berani menggoda seorang Domanick Limson, dia sangat suka melihat ekspresi gugup Domanick.


Setelah jam makan siang Domanick dan Gilbert mengunjungi perusahaan cabang yang dipegang oleh Lindsey, keduanya berjalan dengan langkah tubuh tegap tentunya sambil menggandeng si kecil Naura ditengah-tengah.


Semua karyawan serempak membungkuk mengetahui pimpinan pusat perusahaan group Limson itu muncul dihadapan mereka. Tak lupa sambutan dari manajer untuk Domanick dan Gilbert dengan menemani langkah mereka untuk melihat proses audit tahunan itu dilakukan.


"Kemana CEO perusahaan ini?" tanya Gilbert dia berusaha mewakili Tuannya yang sejak tadi celingak-celinguk seperti mencari sesuatu yang harusnya ada.


"Maaf sekali Tuan nona Lindsey sedang meeting diluar siang ini, beliau juga tidak tau kalau jadwalnya dirubah mendadak menjadi hari ini!"


"Kapan nona Lindsey kemari?" lagi-lagi Gilbert mengerti pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh Tuannya tapi tidak dapat terucap.


"Mungkin saja tidak kembali ke kantor Tuan, karena meeting sampai sore!"


"Oh baiklah, apa cukup Tuan?"


"Bert!!!" kedua mata melotot.


Tap.


Tap.


Tap.


Langkah kaki dari sepatu heels yang terdengar semakin mendekat kearah Domanick dan Gilbert.


"Selamat siang Tuan Nick dan Tuan Gilbert!" sapa Lindsey.


Hanya mendengar suara lembut Lindsey saja jantung Domanick memompa lebih cepat, saat ini Lindsey berdiri tepat dibelakang Domanick dan Gilbert. Mereka pun serempak berbalik dilihatnya tubuh tinggi seksi indah semampai seorang CEO tercantik dan termuda di negara ini begitulah julukan yang didapatkan oleh Lindsey.


"Wow onty tantik cekali,"


Lindsey pun tersenyum lalu bersimpuh dihadapan Naura.


"Naura masih ingat dengan onty?"


Gadis kecil itu hanya menggelengkan kepalanya karena pertemuan mereka yang diawali dengan kesan tidak baik, Naura sampai tidak ingat kalau pernah bertemu dengan Lindsey saat Lindsey dan Domanick masih terikat tali pernikahan.


"Kita kenalan dulu ya, namaku Lindsey Caroline kau siapa namamu?"


"Atu Naula oosevelt (Naura Roosevelt) dan atu balu punya Dady, onty!"


Sebuah pernyataan polos seorang Naura yang membuat Lindsey terenyuh mendengarnya baru memiliki Dady. Lindsey mengeluarkan coklat lalu diberikannya pada Naura.


"Untuk mu tapi dimakannya jangan langsung semua ya nanti sakit gigi!"


"Telimakasih!"


Lindsey tersenyum lalu berdiri kembali tapi ada hal yang berbeda karena Lindsey sama sekali tidak berani menatap dua bola mata Domanick yang saat ini berdiri dihadapannya.


Satu bulan lamanya sejak perpisahan mereka dan ini kali pertama keduanya bertemu dengan status bukan lagi sebagai sepasang suami isteri melainkan sebagai sepupu.


"Maaf kak Nick aku tidak tau kalau jadwalnya mendadak dirubah jadi baru datang sekarang!"


"Iya tidak apa-apa,"


Gilbert paham posisi Domanick yang sangat merindukan Lindsey dan butuh waktu berdua dengan wanita itu.


Ekhem..


"Tuan manager bisa tunjukkan tim audit kami berada di ruangan mana sekarang?"


"Oh iya mari Tuan,"


"Ayo Naura ikut dengan Paman ya!"


"Dah Dady!"


Domanick pun melambaikan tangan pada Naura seraya gadis kecil itu semakin menjauh bersama Gilbert.


"Bagaimana kabarmu? Em maksud ku bagaimana kau mengelola perusahaan ini apa ada kesulitan?"


♥️♥️♥️♥️


Halo sayang-sayangku maaf ya kalau othor jarang muncul usah kek jin tomang kadang-kadang doang nyapanya😂 apalagi ini weekend waktunya momong suami ehhh jadi keceplosan kan.


Tapi sing penting kan crazy up terus ya always, sehat selalu untuk semuanya.