
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️ Please guys othor ga lupa untuk terus mengingatkan lagi kalau novel ini benar-benar tidak ada faedahnya untuk kalian yang mencari bacaan yang banyak manfaatnya, jadi please lewati untuk bab ini karena didalamnya bikin pening kepala 😅
Lindsey pun berusaha melepaskan diri karena tidak mau semakin terlena berada sedekat ini dengan Domanick membuat tubuhnya lemas tak berdaya.
"Aku tidak suka kakak menyentuh tubuhku seperti ini kak, tolong mengertilah kita bukan lagi suami isteri!"
Karena melihat ekspresi wajah kesal Lindsey, Domanick pun melepaskan tubuh indah Lindsey membiarkan gadis itu tak lagi duduk dikursi kerjanya, Lindsey memilih menghindar dari Domanick hendak pergi dari ruangan kerjanya.
"Lindsey," satu tangan Domanick memegangi tangannya.
"Sejuta kali kau menolak ku kakak akan berusaha untuk terus mendekati mu, karena kakak sudah berusaha menjauh sudah berusaha melupakan mu tapi kenyataannya kakak tidak bisa Sey,"
"Kalau begitu nikahi Raline atau nikahi wanita manapun yang lain agar kakak tidak lagi memikirkan ku!"
"Kenapa?"
"Karena aku takut ada Raline-Raline berikutnya!" Lindsey melepaskan tangan Domanick.
Sudah mendapatkan penolakan bukannya melepaskan Lindsey! Domanick justru memeluk erat tubuh Lindsey dari belakang.
"Kakak lepas ini di kantor!" Lindsey berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan erat Domanick.
"Kakak merindukan mu Sey aroma tubuh mu selalu terngiang-ngiang dalam ingatan kakak,"
Dike cupnya telinga sebelah kanan Lindsey sudah pasti setiap sentuhan Domanick akan membuat efek lemas tak berdaya pada tubuh Lindsey.
Domanick membalikkan tubuh Lindsey menjadi berhadapan dengannya dan kembali memeluk erat tubuhnya, mencium pundak Lindsey yang masih tertutupi kemeja kerja merasakan aroma parfum yang selalu berhasil membuat hasratt Domanick bergejolak meronta-ronta.
"Kak emthh lepaskan aku tidak mau,"
"Sekali saja Sey kakak menginginkan mu kakak sangat menginginkan mu," Domanick terus menyusuri leher jenjang Lindsey bahkan sesekali mendaratkan kecu pan disain telinga Lindsey.
Membuat tubuh Lindsey menggeliat merasakan sensasi geli yang menjalar hingga kebagian bawahnya.
Sekuat tenaga Lindsey meronta untuk dilepaskan tapi Domanick yang sudah berada dipuncak gejolak hasratt yang membara tidak bisa melepaskan sepupunya begitu saja!
Sambil berjalan menuju meja kerja Domanick memegangi ceruk leher Lindsey kemudian dilihatnya bibir lembab yang sensual milik Lindsey, sungguh itu benar-benar menggetarkan hasratt liarnya untuk segera menikmati bibir lezat itu.
Cup..
Domanick mencium bibir lembab nan halus selembut kapas milik Lindsey meskipun telah berhasil berciuman tapi Lindsey tetap memukul-mukul dada bidang Domanick agar minta dilepaskan.
"Emthhh emthhh,"
Bunyi berkecipak akibat ciuman liar yang dilakukan Domanick pada bibir manis Lindsey menimbulkan bunyi dua bibir yang beradu, menye sap bibir ranum nan seksi itu hingga melu mat bibir bagian bawah kemudian melu mat bibir bagian atas.
Tak masalah bagi Domanick jika Lindsey tidak membalas ciumannya itu tidak akan berpengaruh pada sensasi rasa bibir lezat itu, Domanick begitu menikmati bibir lembab Lindsey hingga gadis itu kesulitan untuk bernafas namun Domanick tetap menye sap bibir Lindsey bahkan bekas salivanya sampai banyak tertinggal disekitaran bibir Lindsey.
Lindsey terus memukul dada bidang Domanick tapi lama kelamaan ciuman liar yang dilakukan Domanick membuat Lindsey menikmati sensasi rasa berciuman dengan dahsyat karena rasanya ini terlalu nikmat. Kian lama pukulan-pukulan tangan Lindsey kian melemah, dan hal itu justru semakin membangkitkan gai rah Domanick.
"Ah, ah,"
Dijulurkannya lidah Domanick kedalam rongga mulut Lindsey mengabsen seluruhnya membelit lidah Lindsey, hingga memainkan lidah Lindsey sesuai dengan kehendaknya.
Tanpa terasa tubuh Lindsey kini sudah ditindihnya oleh Domanick, diatas meja kerja Lindsey pasrah tidak berdaya karena gai rah liat Domanick sudah menguasai akal sehatnya. Sambil terus memainkan lidah Lindsey dan sesekali menggigit bibir bagian bawah Lindsey Domanick membuka kancing kemeja Lindsey satu persatu.
"Emthhh, emthh sstth ah,"
Kini kancing kemeja itu terbuka seluruhnya membuat Domanick semakin dikuasai oleh hasratt liarnya yang meminta untuk bergerak lebih jauh lagi, dengan beringas Domanick turun menciumi leher Lindsey dapat dipastikan tidak ada satupun sejengkal kulit leher dan bahu Lindsey yang tidak luput dari hisa pan Domanick.
Gadis itu kembali meronta diatas meja tapi tubuh kekar Domanick memang tidak akan mungkin bisa dia lawan, Domanick terlalu kuat apalagi tubuhnya kini lemas karena menerima sentuhan-sentuhan luar biasa nikmat dari Domanick.
"Kakak lepaskan ah emthhh kak ah aku sepupumu kau tidak bisa melakukan ini ah," Lindsey terus berusaha melayangkan proses ditengah-tengah rasa nikmat yang menjalar disekujur tubuhnya.
"Tidak ada larangan untuk seorang Cassanova menikmati sepupunya sendiri, tubuhmu adalah candu untukku Lindsey Caroline," bisik Domanick ditelinga Lindsey setelah itu diakhiri dengan menji lat daun telinga Lindsey.
Ciuman itu akhirnya turun dikedua semangka import yang menyembul dari balik penutupnya, seolah tidak mau membuang waktu kedua tangan Domanick meraih pengait br a yang dikenakan Lindsey hingga terlepas begitu mudah.
Untuk beberapa saat Domanick memandangi kedua semangka import sepupunya itu, begitu kencang padat dan bulat besar. Selama ini hanya bisa Domanick bayangkan saat bersolo karier, bahkan Domanick hanya bisa menikmati pemandangan semangka import milik Lindsey dari balik pakaiannya.
Tanpa Domanick duga ternyata jika dibuka pakainya semangka import milik Lindsey sangat besar aslinya. Jelas sekali masih sangat orisinil dan belum pernah tersentuh tangan dari lelaki manapun.
"Kakak sudah kak lepaskan aku," Lindsey semakin panik saat Domanick menatap kedua semangka importnya yang saat ini sudah polos bergelantung didekat wajah Domanick.
"Sey sekali saja kakak ingin menikmatinya," Domanick memohon.
Lindsey menggelengkan kepalanya dan kembali berusaha mendorong tubuh Domanick yang betah berada diatas tubuhnya. Ternyata Lindsey kekeh tetap menolak dan hal itu justru semakin memancing hasratt liar Domanick untuk bertindak lebih jauh.
Hap..
Dengan sekali hap semangka yang berukuran 38 cup D itu masuk memenuhi rongga mulut Domanick, walaupun hanya dibagian ujungnya saja karena semangka itu sangat besar dan tidak mungkin muat didalam rongga mulut Domanick.
Tubuh Lindsey menggelinjangg hebat saat untuk pertama kalinya dia berperan seperti sebagai seorang ibu yang sedang memberikan a s i pada bayinya. Sensasi yang begitu nikmat menjalar keseluruh tubuh Lindsey saat pucuk semangkanya berada didalam rongga mulut Domanick.
"Ah sttthhh oh my God ahhh kakak,"
Lindsey menatap Domanick yang saat ini begitu lahap menghi sap semangka import sebelah kanannya, sementara satu tangannya meremat-remat semangka import sebelah kiri Lindsey dengan penuh naf su.
Tubuh Lindsey dibuat tidak berdaya dan tidak lagi bisa memberontak, seolah tarik menarik antara akal sehat dengan respon tubuhnya yang justru menggila dengan hi sa pan Domanick, bahkan menginginkan lebih dari ini.
♥️♥️♥️
Duh Babang kau ini the real Cassanova Penikmat Sepupu ya😅 ngilu banget othor buat nulisnya ehh.