
Likenya jangan lupa ya.hehehe
Maaf ya Bawel.
Tapi biar othor semangat untuk crazy up lagi besok dan seterusnya coba itu full kayanya crazy up 2 Minggu 😅😅😅
Entahlah saat berada didekat Lindsey membuat Domanick tidak lagi bisa mengendalikan hasrattnya hingga dia pun lepas control dan menye sap leher jenjang itu ditengah kegelapan.
Aroma harum parfum khas Lindsey membuat Domanick semakin dimabuk kepayang menikmati setiap inci kulit leher Lindsey tanpa peduli Lindsey akan marah nantinya.
Lindsey sangat kesal dengan perbuatan Domanick tapi tidak dapat dipungkiri bahwa tubuhnya justru merespon lain, tubuh Lindsey bergetar merasakan sensasi hisa pan pada lehernya yang membuat seluruh bulu kuduk merinding dengan sentuhan bibir Domanick pada kulit lehernya.
"Ah ssssthh kakak jangan lakukan ini," Lindsey berusaha melepaskan diri.
Diselimuti oleh hasratt yang luar biasa tinggi membuat Domanick menggila melampiaskan kerinduannya pada Lindsey dengan terus menye sap lehernya dibeberapa bagian, tak peduli saat ini Lindsey menolaknya Domanick terus melakukannya.
Cssststttt...
Lampu menyala dan pintu lift pun terbuka.
Ting.
Barulah setelah mendengar pintu lift terbuka Domanick tersadar dan langsung menghentikan aksinya. Diluar lift terdapat beberapa orang karyawan dan dua orang engineering yang berhasil membetulkan kerusakan pada lift tersebut, tapi mereka yang melihat aksi Domanick beberapa saat itu langsung menunduk dan berpura-pura tidak melihat apapun.
"Maaf Sey kakak tidak bisa mengendalikan diri!"
Namun Lindsey yang sudah kesal bergegas merapihkan rambut dan bajunya lalu berjalan keluar dari dalam lift. Diikuti oleh Domanick yang mengekor dibelakang Lindsey dengan perasaan merasa bersalah sudah membuat Lindsey marah seperti ini, tapi juga Domanick tersenyum mengingat saat-saat indah didalam lift tadi.
Hingga sore harinya Lindsey masih marah dan enggan untuk berbicara dengan Domanick, hanya Gilbert dan managernya yang diminta Lindsey untuk berkomunikasi dengan Domanick.
Akhirnya jam kepulangan kantor sudah tiba, waktunya mereka semua pulang meninggalkan kantor!
"Nona Lindsey kami permisi pulang dulu dan mungkin besok pagi kami akan ikut audit ini mulai dari pagi hari!"
"Baik Tuan Gilbert besok saya akan standby dari pagi di kantor!"
"Nona pastikan ketika aku memeriksa laporan audit hari ini temuan masalah-masalah apa saja yang tim audit kami dapatkan, kau harus sudah memiliki penjelasan untuk bisa menjelaskan itu pada ku!" ujar Domanick.
"Baik Tuan Nick!" tak memandang kearah Domanick karena masih kesal dengan peristiwa tadi.
"Kalau begitu kami permisi duluan nona Lindsey!" Gilbert menutup pembicaraan dengan berpamitan sambil menggandeng Naura.
Mereka mulai berjalan meninggalkan ruangan itu tapi Domanick menyempatkan diri untuk berbisik ditelinga Lindsey.
"Merah-merah dileher mu banyak sekali!" bisik Domanick.
Membuat Lindsey langsung tremor dan bergegas mencari benda untuk berkaca melihat kondisi lehernya.
"Ah sitt!!! Kak Nick menyebalkan sekali aku tidak mungkin bertemu David dengan keadaan leher ku merah-merah begini!"
Buru-buru Lindsey menelpon David untuk membatalkan pertemuan hari ini.
"Halo Dev,"
"Iya Sey kenapa?"
"Aku minta maaf sepertinya aku tidak bisa bertemu dengan mu hari ini, bisa kita bertemu lain kali saja?"
"Tapi aku sudah hampir sampai ini sudah dekat dengan kantor mu!"
"Ta-tapi!"
"Tidak ada tapi aku tunggu didepan kantor oke!"
"Ha-halo Dev!"
Dilihatnya dimeja kerja terdapat syal milik salah satu karyawan wanita di kantornya, Lindsey pun berinisiatif untuk meminjam syal tersebut lalu membalut lehernya dengan syal tersebut.
"Nah kan aman!" ujar Lindsey saat melihat kearah kaca lehernya sudah tertutupi.
Berbeda dengan Lindsey yang sempat kelimpungan sepanjang jalan Domanick cengengesan setelah berhasil meninggalkan jejak-jejak kepemilikan dileher Lindsey.
"Rasakan suruh siapa nanti sore bertemu laki-laki lain, pasti pertemuan itu akan gagal!" gumam Domanick.
Sore ini Domanick, Gilbert dan Naura akan berkunjung ke rumah Lindsey dimana Tan dan Laluna ada di sana.
Mobil David sudah berada didepan loby kantor Lindsey menunggu gadis pujaan hatinya keluar dari kantor! Setelah beberapa saat dilihatnya Lindsey di pintu keluar lobby tapi ada yang aneh, cuaca panas begini Lindsey membalut lehernya dengan syal seperti itu! Lindsey pun masuk kedalam mobil David.
"Hai maaf ya lama!" sambil memakai seatbelt.
"It's oke cantik!"
"Ayo jalan,"
"Kau sakit Sey?" sambil mulai melajukan mobilnya.
"Tidak memang kenapa Dev?"
"Tumben cuaca sedang panas gini pakai syal?"
"Oh ini, iya aku memang agak flu Dev makanya tadi sempet mau batalin pertemuan kita!" dusta Lindsey sambil merutuki dirinya sendiri yang sudah lihai berbohong.
"Oh begitu!"
Keduanya akhirnya tiba disalah satu restoran mewah, Lindsey dan David turun dari mobil namun kaki Lindsey mendadak gatal jadi dia membungkuk untuk menggaruk sebentar kakinya tak disangka hal itu membuat syal dilehernya jatuh kemudian angin sore yang kencang membuat syal tersebut terseret angin hingga jatuh didekat kaki David.
"Ya ampun syal ku!"
Diambilkannya oleh David tapi Lindsey lupa tidak menutupi lehernya yang banyak jejak merah akibat ulah Domanick, dan itu jelas sekali terlihat oleh David! Ditambah lagi sebelum datang ke kantor Lindsey, David yang menaruh satu orang mata-mata untuk mengawasi Lindsey di kantornya, tau bahwa Domanick tengah berkunjung ke kantor Lindsey untuk 3 hari kedepan.
Dari situ Domanick paham ulah siapa jejak-jejak merah dileher wanita yang sedang dia incar sekarang! Rupanya Domanick melakukan itu dan Lindsey berusaha menutupinya karena malu.
Satu hal pertanyaan David dalam hatinya, apakah Lindsey sudah benar-benar tidak mencintai Domanick seperti yang Lindsey katakan tempo hari? Ataukah Lindsey ikut menikmati perbuatan Domanick dilehernya.
"Ini syal mu!" memberikan syal itu.
"Astaga!" baru teringat kalau lehernya banyak jejak merah tanpa syal itu, sambil mengambil syal itu sambil Lindsey menutupi lehernya dengan rambut panjang miliknya.
Lekas dipakainya kembali syal itu sebelum David melihat jejak merah itu lebih jelas. Sementara David mengepalkan kedua tangannya dia merasa Domanick keterlaluan melakukan ini pada Lindsey padahal status keduanya kan bukan lagi suami isteri.
David meraih tangan Lindsey agar ikatan keduanya semakin dekat.
"Ayo kita masuk!"
"Iya Dev," tersenyum semu karena malu kalau sampai David tau jejak merah itu.
Lindsey bahkan duduk dengan tidak nyaman dan tangannya terus berusaha memegangi syal itu.
"Sudah jangan ditutupi syal kau jadi tidak nyaman begini Sey!"
"Maksud mu, apa kau sudah?"
"Hmm aku sudah melihatnya! Itu ulah Nick?"
"Aku juga tidak mengerti kenapa kak Nick melakukan itu tadi tapi semuanya mendadak sampai aku tidak sempat menghindar!"